×
×

Search in Mata Mata Musik

Iwan Fals Tentang Album “Pun Aku”: Refleksi Diri dan Buah Pikirannya

Posted on: 09/7/21 at 10:00 am

Iwan Fals Tentang Album "Pun Aku": Refleksi Diri dan Buah Pikirannya Terhadap Dunia Yang Dia Jalani
Foto: dok. Tiga Rambu.

Iwan Fals, sosok dirinya dituturkan melalui nada dan suara di album barunya, Pun Aku. Album yang rampung di tahun 2021 menjadi refleksi dirinya, buah dari pemikiran dan respons pada dunia yang dia jalani. Berinteraksi dengan banyak seniman muda yang memiliki kesadaran tinggi untuk hidup bersama dan berdampingan.

Bertutur Tentang Iwan Fals

“Saya sudah banyak menulis lagu tentang orang seperti ‘Bento’, ‘Si Budi’, dan ‘Oemar Bakri’. Lantas untuk keluarga menulis lagu tentang ‘Galang Rambu Anarki’, ‘Cikal’, ‘Raya’, ‘Rosana’ atau tokoh besar seperti ‘Willy’, ‘Bung Hatta’ dan banyak lagi. Mungkin saatnya saya menulis album untuk saya sendiri, jadilah album Pun Aku ini,” kata Om Iwan (Fals) yang mempercayakan urusan produksi musik pada Rambu Cikal dan Lafa Pratomo.

Album Pun Aku ini begitu personal. Diawali dengan lagu ‘Pun’ ditutup dengan lagu ‘Aku’. Orang-orang yang terlibat di album Pun Aku ini berasal dari sahabat dan kerabat dekat. Orang-orang di sebelah jantung, istilah yang dipakai Rambu Cikal dalam melibatkan orang-orang dalam proses kreatif produksi musik.

Raya Rambu Rabbani, adik bungsu Cikal ikut mengisi dram di album ini. Satu gitar tua warna hitam pekat milik Om Iwan yang dimiliki sejak mereka masih mengontrak rumah di Bintaro kembali dibersihkan dan dipakai untuk rekaman.

Iwan Fals itu tonggak penanda zaman. Begitu kata produser musik album ini, Lafa Pratomo, yang menjadi tandem Rambu Cikal, anak kedua Om Iwan, memproduseri album baru ini. Mereka berdua menjadi dua peletak dasar pondasi dan akar yang menentukan konsep, meracik bunyi, meramu nada dan memilih siapa saja yang punya senyawa kuat untuk mengisi vokal tamu dan musisi yang terlibat di materi album berisi 12 lagu ini.

“Ada lagu ‘Bunga Kayu’ dari tahun 1995 yang saya tulis saat gelisah menunggu Galang pulang ke rumah, atau lagu ‘Sebuah Genteng’ yang saya tulis tahun 2014 saat Presiden baru terpilih. Sisanya lagu-lagu baru tercipta di tahun 2020 dan beberapa penulis lagu lain”.

Baca juga: Iwan Fals Bersuara Lantang & Santuy Di Lagu ’16/01′ Fitur Sandrayati Fay

Mengajak Produser dan Penata Musik Pilihan

Iwan Fals sering menjadi produser musik untuk lagu dan album dalam kariernya. Namun selalu ada periode zaman kala Om Iwan mengajak produser dan penata musik terpilih yang beragam. Mulai dari nama Willy Soemantri, Bagoes AA, Ian Antono, Billy J. Budiardjo hingga sekarang Lafa Pratomo dan Rambu Cikal. Ini yang membuat album Pun Aku menjadi istimewa dalam katalog album Iwan Fals.

Tujuh lagu ciptaan Iwan Fals, ‘Selamat’, ‘Sebuah Genteng’, ‘Bunga Kayu’, ‘Kabar Aroma Tanah’, ‘Penghibur Hati’, ‘Untukmu’, dan ‘Merah Putih’. Tiga lagu lain masing-masing ciptaan tiga orang berikut. Lafa Pratomo, ‘Pun’, Dimas Wijaksana, ‘Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?’. Dan Enda dari Ungu, ‘Patah’. Dua lagu masing-masing ditulis Iwan Fals bersama Sandrayati Fay, ’16/01′ dan Rambu Cikal, ‘Aku’.

Cerita Di Lagu

Single pertama album Pun Aku ini dipilih lagu ’16/01′ ditulis dan dibawakan bersama Sandrayati Fay. Iwan Fals dan Sandrayati Fay berceloteh dan bernyanyi merespons kondisi saat ini. Kala pandemi datang dan imbasnya berasa ke setiap rumah, kelompok masyarakat yang masih terbelah karena perbedaan politik, tentang ketidakadilan dan tentu saja masih tentang cinta.

Lagu ‘Merah Putih’ yang menjadi single kedua rilis bertepatan pada 17 Agustus 2021 memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-76. Lagu yang dipersembahkan untuk Indonesia, menjadi pengingat bahwa kita adalah negara kuat, kita pasti bisa. “Merah putih darah dan tulangku. Takkan luntur diterkam waktu…”

Doa dan harapan paling tulus dan hangat untuk orang terdekat Iwan Fals saat merayakan hari jadi menjadi tema lirik lagu ‘Selamat’ yang terpilih menjadi single ketiga di album Pun Aku ini. Lagu ini terasa megah dengan aransemen string Aldi Nada Permana. Musik video digarap apik dengan mengambil sudut-sudut pribadi di kediaman Iwan Fals. Tawa bahagia keluarga Iwan Fals, Rosana, Cikal dan Raya di ruang keluarga membuka album lama yang lusuh.

Foto mendiang Galang Rambu Anarki tergantung di dinding, seolah menatap keluarga ini. “Dunia sekedar mampir. Gemerlapnya menyilaukan. Toh akhirnya ‘kan menyingkir. Menjadi lukisan, menjadi nyanyian. Menjadi puisi, menjadi cerita. Dan lalu semua sirna…”

Kehadiran Penyanyi Lintas Generasi dan Genre

Kehadiran nama penyanyi wanita yang berbeda generasi dan genre berhasil memikat di setiap lagu, menjadikan album ini begitu segar dan renyah dengan hidangan menu vokal yang menjadi signature masing-masing musisi tamu. Simak saja ‘Sebuah Genteng’ yang dengan asupan country lezat terasa pas dengan hadirnya NonaRia. Danilla bisa mengajak Iwan Fals menyatu secara magis, misterius dan gelap dalam ‘Penghibur Hati’ yang berhasil diracik pas oleh Lafa Pratomo dan Rambu Cikal.

Resapi lagu ‘Untukmu’ bagaimana Iwan Fals bisa melebur dalam dunia Nadin Amizah yang teduh. Lagu ini mengingatkan Iwan Fals dahulu kala saat diajak orang tua makan di daerah Gondangdia, Jakarta. Iwan Fals kecil mempertanyakan kenapa dilahirkan? Kenapa dia ada di dunia ini? Di lagu ini ada lirik ’Lawanku, temanku, saudaraku, keluargaku…pun aku’. Pun Aku kemudian disepakati menjadi kemasan utuh judul album ini.

Kehadiran alunan bunyi harpa yang dimainkan Maya Hasan dan vokal Rara Sekar di lagu ‘Bunga Kayu’ berhasil membuat lagu lama yang ditulis Iwan Fals puluhan tahun lalu menjadi salah satu lagu favorit. Komposisi yang bisa menjadi terapi musik lewat pilihan frekuensi notasi nada yang mengawang dan kontemplatif.

Sementara ‘Kabar Aroma Tanah’ yang ditulis Om Iwan di Jonggol saat usai turun hujan terasa khidmat dengan balutan akustik gitar dengan sound yang mengingatkan Iwan Fals album Belum Ada Judul.

Warna pop dengan takaran produksi yang pas dituangkan Iwan Fals di 2 lagu lain di album ini yaitu ‘Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?’ yang ditulis Dimas Wijaksana dari Syarikat Idola Remaja dan ‘Patah’ yang ditulis Enda dari Ungu dan diproduseri bareng Pay Burman.

Harapan Album Iwan Fals Pun Aku

Indrawati Widjaja dari Musica Studio’s berharap album ini bisa diterima dengan baik oleh penggemar Iwan Fals. “Semua proses kreatif kami serahkan ke Cikal, Lafa dan Iwan Fals. Semoga album ini bisa menjadi teman yang diterima dengan baik di musik Indonesia di saat semua serba sulit ini”.

Bagi Rambu Cikal dia berharap orang yang mendengar album ini akan ingat Iwan Fals dengan gitarnya, menjadi samurai, lirik yang tajam, melekat tidak terpisahkan. Satu kesatuan zat yang utuh.

Album ini lahir saat pandemi menerjang bumi. Proses rekaman dilakukan di berbagai lokasi dengan perbedaan jarak dan waktu. Menguras emosi dan hati.

“Saya berharap album ini bisa menjadi bekal menghadapi kenyataan yang ada. Menjadi obat, pengingat, refleksi, dan suplemen hidup bagi kita umat manusia yang sedang mendapat cobaan berat hampir dua tahun ini karena pandemi. Kita bersama menghadapi ini, kalian tidak sendirian,” ungkap Om Iwan. Pun Aku akan menjadi penanda zaman, perekam suatu era ketika umat manusia bersatu dalam satu frekuensi duka, lara, kehilangan dan kesedihan.

Namun lewat lagu dan lirik yang tertuang di Pun Aku, Om Iwan mengajak kita untuk terus menghidupkan harapan. Mengingat dan rasa syukur dan berdoa kepada Tuhan telah diberikan kesehatan. Menyalakan api semangat hidup untuk terus bergerak.

Baca juga: Iwan Fals Mengenang Galang Rambu Anarki & Membuka Tabir Misterinya

Pun Aku yang menjadi album ke-42 Om Iwan telah resmi dirilis pada 3 September 2021 lewat Musica Studio’s, bertepatan dengan perayaan usia ke-60 tahun Om Iwan. Selamat Om Iwan, semoga sehat terus, panjang umur.

Iwan Fals - pun aku artwork

Penulis: Adib Hidayat
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Iwan Fals & Sandrayati Fay

    Iwan Fals Bersuara Lantang & Santuy Di Lagu '16/01' Fitur Sandrayati F...

    Iwan Fals, ikon musik Indonesia, sangat dirindukan suara lantangnya dalam lagu oleh para penggemarnya, OI (Orang Indonesia). Musisi legendaris ini sejak er

    on Aug 1, 2021
    Galang Rambu Anarki & Iwan Fals

    Iwan Fals Mengenang Galang Rambu Anarki & Membuka Tabir Misterinya

    Galang Rambu Anarki / Iwan Fals. (Foto: dok. Ist). Galang Rambu Anarki. Anak sulung ikon musik legendaris Indonesia Iwan Fals. Sosok pemuda ini tentunya mas

    on Mar 26, 2021
    Iwan Fals Mata Dewa

    Iwan Fals Rilis Ulang Album "Mata Dewa" Dalam Format Vinyl

    Sang musisi legenda Tanah Air, Iwan Fals kali ini merilis ulang salah satu album klasiknya yang berjudul Mata Dewa. Reissue album ini dikemas secara fisik

    on Mar 8, 2021
    Synchronize Festival 2019

    Synchronize Festival 2019 After Movie

    Semakin mengukuhkan sebagai salah satu festival wajib hadir di Indonesia Baca juga: Penampilan Dekat di Synchronize Festival 2019 Gelaran Synchronize Fes

    on Oct 21, 2019