×
×

Search in Mata Mata Musik

J. Cole Ternyata Sudah Punya Anak Saat Ceritakan Impiannya Jadi Atlet NBA

Posted on: 07/23/20 at 7:30 am

J. Cole Ternyata Sudah Punya Anak Saat Ceritakan Impiannya Jadi Atlet NBA
J. Cole. (Foto: Issac Baldizon/Getty Images).

Dalam sebuah esai pribadi yang bijaksana untuk situs web The Player’s Tribune milik legenda olahraga bisbol Derek Jeter, rapper J. Cole bercerita mengenai mimpi masa kuliahnya saat dia ingin jadi pemain bola basket NBA dan menandatangani kontrak rekaman musik pertamanya dalam sebuah artikel yang berjudul The Audacity, yang juga mengungkapkan bahwa MC Hip-Hop berusia 35 tahun itu adalah ayah dari dua anak laki-laki.

Baca juga: J. Cole Bahas Wacana Black Lives Matter di Lagu Barunya, ‘Snow on Tha Bluff’

Meskipun detail mengenai kehidupan pribadinya biasanya sangat tertutup, J. Cole mengenang tentang apa yang dialaminya selama empat tahun sejak dia merilis album tahun 2016-nya, 4 Your Eyez Only, selain itu dia bercerita tentang bagian domestik dari kehidupannya yang sebelumnya tidak pernah terungkap.

“Empat tahun telah berlalu. Pada waktu itu gue telah diberkati dengan dua anak cowok, belajar seni keseimbangan antara menjadi orang tua dan menjalani karier, dengan senang hati bekerja dengan banyak artis berbakat sebagai rapper fitur, menghabiskan 10 hari ajaib merekam sebuah album Dreamville (label musik miliknya) di Atlanta (AS), dan meluangkan banyak waktu dan energi untuk mengasah pedang gue dan berkembang sebagai seorang artis,” tulis J. Cole.

J. Cole, yang diam-diam menikahi pacar lamanya, Melissa Heholt pada tahun 2015, juga mengisyaratkan bahwa sementara ini dia fokus ke proses pembuatan album barunya yang akan datang, The Fall Off, pertimbangannya untuk pensiun juga masih berputar-putar di kepalanya.

“(Gue memiliki) rencana jangka panjang untuk menjadi rapper terbaik yang gue bisa sebelum menggantungkan baju gue, bisa istirahat dengan tenang ketika semua sudah selesai,” jelas sang rapper, mencatat bahwa “semangat apinya” untuk musik rap telah dihidupkan kembali dan dia memiliki “beberapa item lagi untuk dicoret” dari bucket list (daftar keinginan pribadi) kariernya. “Ketika gue sudah mendekati puncak gunung ini, gue masih mendapati diri gue menatap kepada yang lainnya di kejauhan, bertanya-tanya apakah gue bisa memanjat lagi atau nggak”.

Saat menggambarkan masa kuliahnya di St. John’s University, J. Cole mengingat kembali pada saat dia mencoba daftar untuk tim bola basket kampusnya sebagai mahasiswa tahun kedua setelah gagal untuk mengajukan dokumen yang resmi dalam tahun pertamanya. “Gue berjanji pada diri gue sendiri bahwa gue nggak akan membuat kesalahan yang sama lagi,” tulisnya. “Gue menghabiskan seluruh tahun sekolah bermain (bola basket) lima hari seminggu di kampus bertanding di beberapa kompetisi yang berkualitas dari seluruh negeri. St. John’s punya beberapa hoopers (pemain bola basket yang jago). Ada banyak anak-anak di kampus yang bermain bola basket sejak SMA dan beberapa bisa dengan mudah bermain untuk tim divisi I tingkat rendah. Jadi pada saat itu, dalam komunitas bola basket kecil yang berisi non siswa-atlet ini, gue adalah salah satu pemain paling nge-top”.

Meskipun dia menggambarkan dirinya memiliki “perkembangan yang terlambat”, J. Cole mengatakan bahwa dia tidak menemukan kepercayaannya dalam bermain bola basket sampai tahun terakhirnya di SMA, mengimbangi pada bagian kreativitas dan kemahiran pada apa yang kurang dalam dasar-dasar kemampuannya. (((Spoiler alert))): J. Cole kemudian membawa keahliannya pada uji coba itu dan diundang untuk panggilan balik pada hari berikutnya, semakin mendekati mimpinya untuk mencapai “puncak gunung tertinggi”, yakni sebagai atlet bola basket NBA.

“Ketika gue membayangkan masa depan ini (sebagai pemain NBA) untuk diri gue sendiri, ada suatu kebenaran yang gue nggak bisa pungkiri,” tulisnya. “Gue datang ke sekolah di New York dengan misi yang berbeda. Ada puncak gunung berbeda yang gue janji akan gue panjat. Sebuah gunung yang curam dan juga mudah jatuh. Gunung yang membutuhkan ilusi lebih besar untuk meyakini bahwa itu bisa dipanjat pada awalnya. Gue datang ke New York untuk menjadi seorang legenda rap”.

Baca juga: Festival Dreamville Milik J. Cole Telah Umumkan Jadwal Baru Setelah Ditunda

Jadi J. Cole tetap diam di rumah pada hari berikutnya dan kembali tidur alih-alih pergi mendatangi panggilan baliknya untuk uji coba sebagai atlet NBA. Dia menandatangani kontrak rekaman musik pertamanya pada 24 Februari 2009, pada usia 24 tahun. Sisanya adalah sejarah.

Baca esai lengkap J. Cole pada tautan di bawah ini.

https://www.theplayerstribune.com/en-us/articles/j-cole-the-audacity

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Meek Mill

    Meek Mill Didamprat Janda Alm. Kobe Bryant Karena Lirik Lagunya Yang M...

    Vanessa dan Kobe Bryant (Foto: via Instagram/@vanessabryant) / Meek Mill. Vanessa Bryant, janda mendiang superstar bola basket Kobe Bryant, baru-baru ini me

    on Feb 24, 2021
    Sara Fajira

    Sara Fajira Awali 2021 Dengan Single R&B/Hip Hop 'Julite' Yang Spektak...

    Sara Fajira. (Foto: Kaio Entertainment). Nama Sara Fajira memang makin melejit setelah kesuksesan viral lagu 'Lathi' milik Weird Genius yang dinyanyikannya.

    on Feb 12, 2021
    Lil Uzi Vert

    Lil Uzi Vert Tanamkan Batu Berlian Senilai Rp 334 Miliar Di Jidatnya

    Lil Uzi Vert dengan berlian berwarna pink-nya. Dunia maya dibikin heboh, terutama di kancah hip hop gara-gara ulah rapper Lil Uzi Vert yang enggak pernah ma

    on Feb 6, 2021
    Juggermouth

    Duo Rap Juggermouth Rilis Album Debut "Malestorm" & 7 MV Single Secara...

    Setelah sebelumnya meluncurkan dua single penanda eksistensinya di belantika musik Indonesia, kini duo hip hop Bandung, yakni Luo Endo dan Jism yang tergab

    on Feb 2, 2021