×
×

Search in Mata Mata Musik

Jack Thomas, Dramer Bertangan Satu Tanpa Alat Bantu Mainkan Dram Lagu Slipknot

Posted on: 08/16/20 at 7:30 am

Jack Thomas, Dramer Bertangan Satu Tanpa Alat Bantu Mainkan Dram Lagu Slipknot
Jack Thomas. (Foto: via YouTube).

Seorang dramer muda yang cukup berbakat, Jack Thomas harus kehilangan lengan kanannya dalam kecelakaan saat bekerja ketika dia berusia 17 tahun. Kerennya, doi sama sekali nggak mau membiarkan hal itu menghentikan ambisinya dalam bermain musik. Lima tahun kemudian, aksi dram cover lagu ‘Duality’-nya Slipknot menjadi bukti bahwa bertangan satu bukan lagi halangan.

Baca Juga: Foo Fighters Rilis Ulang T-shirt Tur 1995 Mereka Untuk Bantu Venue Musik Indie

Dari semua aksi dram cover-nya, lagu ‘Duality’ yang metal banget mungkin menjadi salah satu permainan dram yang paling kompleks dan benar-benar sulit bagi pemain perkusi mana pun. Namun, saat Thomas tampil di klinik dram, membuktikan keterampilan main dramnya melalui video di kanal YouTube Drumeo. Di situ kita bisa lihat bahwa Thomas hanya menggunakan tangan yang tersisa, yaitu tangan kirinya untuk memukul semua bagian dram, dari snare, simbal hi-hat, dan lain-lain.

Sosok Thomas, mengingatkan kita kepada dramer legenda hard rock Inggris Def Leppard, yaitu Rick Allen yang juga seorang dramer bertangan buntung. Namun ada sedikit perbedaan dengan Thomas. Allen hanya menyisakan tangan kanannya, dan Allen menggunakan dram khusus buatan Yamaha yang dilengkapi oleh alat bantu berupa empat pedal elektronik untuk memainkan bagian dram yang biasa dia gunakan oleh tangan kiri maupun tangan kanannya, yakni simbal hi-hat, snare, tom, dan bass dram. Tapi hal ini sangat wajar mengingat jadwal tur Def Leppard yang padat di tengah era kejayaan band ini selama dekade 1980-an, sehingga diciptakan lah alat bantu dram tersebut untuk Allen.

“Kita semua mengalami kesulitan,” kata Thomas dalam video yang bisa lo tonton di ujung artikel ini. “Kita semua mengalami hal terburuk yang pernah terjadi pada kita. Bagi gue ya pada saat kehilangan anggota tubuh. Namun terlepas dari itu, setiap orang memiliki perjuangan mereka sendiri. Baik itu finansial atau bahkan suatu hubungan, di mana pun itu berada. Kita semua mengalami frustrasi dan perjuangan itu”.

Selain dram, Thomas juga seorang bassis yang cukup terampil, namun di tengah usahanya untuk menjadi musisi profesional, lengannya putus karena kecelakaan di pabrik tempat doi kerja pada usia 17 tahun. Tragedi itu lantas mendorongnya untuk tidak pernah menyerah pada mimpinya untuk menjadi musisi profesional.

“Tantangan gue buat lo, adalah membuang frustrasi dan perjuangan itu dan melakukan yang terbaik yang lo bisa, dan mengubahnya menjadi tantangan,” ujar Thomas, berbicara kepada pemirsa. “Sesuatu yang bisa lo atasi. Jika gue bisa memainkan ‘Duality’ oleh Slipknot hanya dengan satu tangan, apa alasan lo?”

Dan kalau lo ingin melihat lebih banyak video aksi Thomas yang menghantam perangkat dramnya dengan berbagai lagu, silakan mampir ke kanal YouTube pribadinya yang penuh dengan aksi cover dram dan bass dari lagu-lagu Rancid, The Used, Alexisonfire, dan banyak lagi.

Terima kasih Thomas karena telah berbagi kisah yang inspirasional.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Powerslaves 1

    Powerslaves Rilis Versi Orisinil Lagu 'Bayang' Yang Berbahasa Inggris

    Kereta rock and roll kebanggaan kota Semarang Powerslaves belum kehabisan bahan bakar. Terus melaju, menembus batas, ruang dan waktu. Kali ini, Heydi Ibrah

    on Apr 11, 2021
    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Mom Called Killer

    Mom Called Killer Kenalkan Formasi Baru Via MV 'The Crow and The Serpe...

    Mom Called Killer. (Foto: dok. MCK). Kuartet metal kelahiran kota Denpasar, Bali, Mom Called Killer (MCK) sepakat untuk bekerja sama dengan Rumah Suci Produ

    on Mar 5, 2021
    Sang Juara Turnamen Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Akhirnya kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik setelah selama sebula

    on Mar 2, 2021