×
×

Search in Mata Mata Musik

Jaga Jarak Penonton Dalam Konser Merugikan Promotor, Inggris Kasih Solusinya!

Posted on: 06/25/20 at 6:30 am

Acungan 'Devil Horn Sign' di konser musik cadas.
Acungan ‘Devil Horn Sign’ di konser musik cadas. (Foto: via Unsplash/Luuk-Wouters).

Karena semakin banyak konser musik live yang dibatalkan atau ditunda hingga tahun 2021 di tengah pandemi virus Corona yang tidak jelas ini, para penggemar musik benar-benar sudah tidak sabar untuk kembali merasakan serunya membentuk moshpit. Sementara moshing dan crowdsurfing mungkin tidak diizinkan sejak awal, promotor konser sedang mempertimbangkan opsi lain untuk mengembalikan sensasi musik live secara lebih layak, alias kembali normal, bukan “New Normal”.

Baca juga: Kostum APD Covid-19 Baru Didesain Spesifik Untuk Konser dan Festival Musik

Salah satu opsi yang sedang dibahas di kalangan eksekutif musik Inggris adalah kabut disinfektan yang harus dilewati oleh penonton untuk menghadiri konser.

Segera setelah berbagai konser mulai dibatalkan pada bulan Maret dan metode social distancing mulai berlaku, para musisi beralih ke Twitch, Instagram Live, dan lainnya untuk menggelar konser virtual mereka sendiri. Aksi livestream adalah cara yang baik untuk menghabiskan waktu dan mempertahankan sensasi normal dari musik live, penggemar mengantisipasi momen ketika mereka dapat kembali merasakan pengalaman konser musik secara live.

Pada bulan April, para ahli kesehatan mengatakan kepada New York Times bahwa para penggemar musik sebaiknya jangan berharap untuk mendapatkan pengalaman khas itu kembali sampai akhir tahun 2021 dengan banyak yang menjelaskan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan. Laporan kedua pada bulan Mei mencakup berbagai operator venue dan organisasi hiburan yang mengatakan bahwa mereka pada dasarnya telah menyerah pada kembalinya acara musik live normal pada tahun 2020. Bahkan dengan kembalinya konser musik live pada tahun 2021, para musisi diharapkan untuk mendapatkan penghasilan mereka dipotong secara besar-besaran dengan adanya rencana baru dari promotor musik Live Nation.

Pada bulan Mei lalu, musisi Travis McCready memainkan konser ala social distancing pertama di Arkansas, Amerika Serikat (AS) dalam ruangan yang hanya berkapasitas 20% penonton. Tempat itu disanitasi dengan penyemprotan kabut disinfektan sebelum pembukaannya, dan penonton diharuskan memakai masker dan diperiksa suhunya. Stasiun pembersih tangan tersebar di seluruh lokasi bersama dengan jalan setapak satu arah sesuai pedoman CDC (Center for Disease Control). Para peserta juga dimasukkan ke dalam “wadah penggemar” yang menjaga jarak 2 meter antara setiap kelompoknya.

Sementara ini belum ada yang dikonfirmasi, namun ada diskusi di industri musik tentang kemungkinan diharuskannya kita untuk membuktikan bahwa kita sudah divaksinasi pada saat masuk dengan kartu ID medis. Berbagai perusahaan bahkan juga telah berinovasi dengan membuat semacam kostum pelindung mirip astronot yang bisa kita pakai untuk menghadiri konser.

Sekarang, berbagai venue di Inggris sedang mempertimbangkan metode penggunaan kabut disinfektan untuk mengembalikan konser musik live pada musim gugur tahun 2020 ini. National Arena Association, yang mewakili 23 dari beberapa venue konser terbesar di Irlandia dan Inggris, menjelaskan kepada Mirror bahwa pembatasan kapasitas saat ini tidak layak secara finansial.

Menurut Mirror, Craig Hassall, sang kepala eksekutif venue Royal Albert Hall di London, mengutip Korea Selatan sebagai contoh sempurna dari pemanfaatan metode kabut disinfektan.

Agar venue Bluesquare InterPark Hall di Korea Selatan bisa terus menggelar acara Broadway The Phantom Of The Opera, Korean Centers for Disease Control and Prevention memberlakukan serangkaian persyaratan. Selain kabut, suhu peserta juga diuji, dan mereka mengisi kuesioner tentang berbagai gejala dan tempat yang baru-baru ini mereka kunjungi. Tempat-tempat itu kemudian dilacak pada aplikasi penelusuran kontrak milik negara.

Dengan segala pembatasan kapasitas penonton saat ini yang mencegah berbagai venue dari kebangkrutan total, Craig Hassall telah meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pengujian suhu yang sama, survei kesehatan dan kabut disinfektan di pintu masuk selain hanya menggunakan masker untuk acara-acara live di Inggris.

“Kami telah meminta pemerintah untuk melihat bagaimana berbagai venue di negara-negara lain telah mulai beroperasi serta segala segi finansial yang telah mereka mulai rapihkan dibanding panduan social distancing yang tidak jelas,” ujar Craig Hassall kepada Mirror. “Metodi pengujian di Seoul — di mana acara Phantom Of The Opera terus berjalan — telah membuat para anggota audiens berjalan melalui kabut disinfektan yang tipis, mengukur suhu tubuh mereka, dan mengisi kuesioner tentang gejala dan tempat-tempat yang baru mereka kunjungi. Jika kami menemukan solusi, itu akan menjadi kombinasi dari berbagai pertimbangan, dari peningkatan titik akses hingga pembersih tangan, layar (berbahan) Perspex, dan PPE (Personal Protective Equipment) untuk staf”.

Lucy Noble dari National Arena Association menambahkan bahwa pembatasan saat ini dapat sangat merugikan bisnis venue.

“Bahkan dengan jarak social distancing satu meter kita akan hanya mendapatkan kapasitas 30% yang tidak bisa diterapkan untuk sebagian besar acara kami yang merupakan tur rock dan pop berskala besar. Kami sedang melihat kegiatan apa saja yang dapat kami lakukan dalam beberapa bulan mendatang, tetapi itu tidak akan menjadi acara live, ini tidak menguntungkan secara finansial jika menggunakan model social distancing sejarak dua meter”.

Baca juga: The Flaming Lips Konser Pakai Gelembung Pelindung Anti Corona, Penonton Juga

“Kami percaya bahwa tahun 2021 bisa jadi sangat sibuk untuk semua arena karena banyak tur yang sedang ditunda, tetapi ini tidak membantu situasi kami sekarang di mana kami sama sekali tidak ada pendapatan untuk venue kami. Kami benar-benar dalam bahaya”.

Apa pendapat kalian tentang gagasan berjalan melalui kabut disinfektan? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Kanye West

Kanye West Sebut Vaksin Covid-19 Mendatang Sebagai “Mark Of The Beas...

Kanye West. (Foto: Michael Loccisano/Getty Images). Dalam sebuah wawancara baru yang diterbitkan pada 8 Juli, Kanye West telah mengungkapkan bahwa dia sempa

on Jul 9, 2020
Industri Hiburan

Pemerintah Inggris Suntik Dana Bantuan Rp 28 Triliun Untuk Industri Hi...

Konser duo elektronik Justice di O2, Brixton Academy, London, Inggris, 29 September 2017. (Foto: Luke Dyson). Pemerintah Britania Raya telah mengungkapkan p

on Jul 7, 2020
Destruction konser social distancing.

Beginilah Suasana Konser Social Distancing Pertama Thrashers Jerman De...

Destruction akhirnya menggebrak panggung setelah 3 bulan nganggur. Thrashers asal Jerman Destruction memainkan konser pertama mereka setelah lockdown pandem

on Jul 6, 2020
Virgin Money Unity Arena.

Venue Musik Berkonsep Social Distancing Pertama di Dunia Siap Hadir di...

Virgin Money Unity Arena. Penggemar musik di Inggris mungkin akan lebih cepat merasakan musik live daripada yang diperkirakan beberapa pakar kesehatan. Venu

on Jul 5, 2020