×
×

Search in Mata Mata Musik

Jelang LP ‘Torn Arteries’, Carcass Muntahkan EP ‘Despicable’ Oktober Mendatang

Posted on: 08/22/20 at 7:30 am

Jelang LP 'Torn Arteries', Carcass Muntahkan EP 'Despicable' Oktober Mendatang
Carcass saat tampil di House of Metal Festival. (Foto: via Facebook Carcass).

Salah satu dedengkot death metal dan pionir metal ekstrim kebangsaan Inggris Carcass akan merilis EP baru yang dikasih judul Despicable, pada tanggal 30 Oktober 2020 melalui Nuclear Blast Records.

Bassis/vokalis Carcass Jeff Walker berkomentar: “Ya, situasi Covid-19 telah membuat jadwal rilis album baru Carcass diundur untuk saat ini. Mengingat yang kami pernah bilang bahwa bakal ada musik baru di bulan Agustus, kami berpikir itu bakal keren merilis sebuah karya alternatif dan mengasih dengar lo beberapa lagu yang benar-benar belum pernah dirilis. Jangan bilang kami nggak pernah kasih kalian apa pun yah. Selamat menikmati, men”.

Artwork cover EP Despicable oleh Carcass.
Artwork cover EP Despicable oleh Carcass.

Tracklit EP Carcass Despicable:

01. The Living Dead At The Manchester Morgue
02. The Long And Winding Bier Road
03. Under The Scalpel Blade (album version)
04. Slaughtered In Soho

Single dari EP ini, ‘The Living Dead at the Manchester Morgue’ bisa lo stream di bawah artikel ini, bray.

Album baru Carcass yang diberi judul Torn Arteries, awalnya dijadwalkan untuk dirilis pada 7 Agustus tetapi ditunda karena pandemi virus Corona yang melanda dunia. Petimbangannya mungkin karena kendala distribusi album fisik dan tur promosi yang nggak memunginkan untuk digelar.

Judul dari album lanjutan dari album Surgical Steel (2013) tersebut diungkapkan oleh gitaris Bill Steer dalam sebuah wawancara dengan majalah Heavy dari Australia.

Baca juga: Carcass Tunda Perilisan Album Terbaru Mereka Karena Pandemi Covid-19

Menurut Bill Steer, judul album baru Carcass berasal dari demo tape yang direkam oleh dramer sekaligus salah satu pendiri band Ken Owen saat doi masih remaja. “Doi punya band fiktif bernama Torn Arteries dan doi merekam semuanya sendiri di kamar tidurnya, gitar, dan doi benar-benar menggebrak-gebrak kotak kardus dan berteriak-teriak ke mikrofon,” ujar Bill. “Dan semuanya sangat berdistorsi, terdengar super cadas, meskipun pada dasarnya lo mendengarkan seorang bocah dengan gitar Spanyol dan sepasang kotak kardus. Gue rasa Jeff (Walker) menghargai hubungan masa lalunya dan (merupakan) fakta bahwa itu adalah (karya) klasik Ken Owen lainnya. Jadi itu benar-benar pilihan doi, dan pilihan itu (begitu) melekat”.

Bill Steer melanjutkan dengan mengatakan bahwa judul Torn Arteries adalah semacam “tribute” kepada Ken Owen, yang menderita pendarahan otak pada tahun 1999 dan sejak itu nggak aktif bermain dengan Carcass selama lebih dari dua dekade.

“Gue nggak ingat kapan (ide) ini muncul, tapi kami mengadakan konferensi pers di sebuah festival, dan gue rasa kami semua setuju bahwa meskipun Ken nggak main lagi di band seperti sekarang, doi seperti terlibat. dalam segala hal yang kami lakukan, secara gaya, karena ketika doi (tampil) sangat unik, ketika doi bermain dram, pendekatannya sangat berbeda,” ungkap Bill Steer. “Juga, riff yang doi hasilkan, sangat nggak konvensional. Sangat menyenangkan untuk dipelajari. Gue masih berpikir, sebagai pemain gitar, beberapa hal itu sangat nggak ortodoks dan itu cukup menantang. Itu jenis pengaruh yang masih mengalir melalui apa yang kami mainkan hari ini. Sama seperti persahabatan, kami semua masih berhubungan secara teratur, dan sangat menyenangkan melihat kehidupan Ken stabil. Pada dasarnya, doi memiliki standar hidup yang baik dan doi orang yang cukup bahagia”.

Ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merekam album baru, Bill menjelaskan: “Gue benar-benar nggak bisa ngasih tahu lo, karena itu dilakukan dalam beberapa bagian, dan ini adalah pertama kalinya kami benar-benar melakukannya. Dulu, hanya akan ada satu sesi, atau mungkin beberapa sesi yang panjang, sedangkan album ini, seminggu di sini dan seminggu di sana. Jadi rasanya seperti waktu yang lama. Gue nggak bisa ngasih tahu lo berapa hari atau minggu itu. Tentunya, kontrol kualitas adalah faktor yang sangat besar bagi kami, karena lo menginginkan hal itu sebaik mungkin. Dan fakta bahwa kami nggak merekam dengan cara “click track”, semuanya nggak berada dalam satu kerangka susunan, jadi lo nggak bisa “copas” alias menyalin dan menempel satu bait atau bagian refrain, seperti yang dilakukan beberapa band. Dan itu hal yang baik, tetapi itu juga berarti lo harus menghabiskan waktu lebih lama (merekam semuanya)”. Maklum orang-orang “old school” lebih suka cara yang manual.

Bill Steer juga mengonfirmasi bahwa lagu baru Carcass, ‘Under The Scalpel Blade’, yang dirilis Desember lalu sebagai single digital, akan muncul di album full length ke-7 band mendatang, Torn Arteries.

“Menurut gue itu salah satu lagu yang lebih konservatif dari album,” kata gitaris itu. “Nggak banyak elemen dalam lagu itu yang benar-benar baru di Carcass. Jika lo akan memilihnya dan menganalisisnya, pasti ada hal-hal yang mengingatkan pendengar tentang hal-hal yang mungkin telah kami mainkan di masa lalu. Untuk berbagai alasan, tampaknya itu adalah lagu terbaik untuk ditampilkan lebih dulu. Itu juga salah satu nomor yang lebih aman di album, menurut gue sih”.

Bill Steer juga berbicara tentang penambahan gitaris baru, Tom Draper (Pounder, eks-Angel Witch, Primitai), yang melaksanakan debut konser live dengan Carcass pada Maret 2018 di Netherlands Deathfest di Tilburg, Belanda.

“Tom berasal dari Inggris Selatan, tetapi selama beberapa tahun terakhir, doi tinggal di California,” kata Bill. “Ya, doi baru saja menjadi tambahan yang sangat bagus untuk band. Doi sangat terorganisir dan metodis. Perhatiannya terhadap detail sangat mengesankan, karena butuh banyak kesabaran dan rentang perhatian yang panjang untuk mempelajari hal-hal seperti ini dan benar-benar menguasai nuansanya. Tapi, ya, itu benar-benar minatnya, doi telah menekuni hal itu. Doi cukup hebat untuk diajak kerja bareng”.

Ketika ditanya apakah Tom telah berkontribusi pada penulisan lagu di Torn Arteries, Bill menjelaskan: “Nggak. Sejujurnya, sebagian besar materi sudah ditulis sejak lama sekali. Setelah kami aktif dan berjalan, kami merekrutnya. Mengingat sejarah band ini, fakta bahwa band ini kembali sejauh ini, ke tahun 1980-an, itu agak sulit untuk membawa pemain gitar baru dan mengharapkan doi menjadi kontributor. Karena konser adalah satu hal yang biasa, tetapi lain halnya dengan studio, ini seperti situasi mikroskop di mana segala sesuatu, secara gaya, menjadi sangat, sangat terlihat. Itu adalah hal yang sama yang terjadi dengan Surgical Steel. Beberapa orang mungkin nggak melihat catatan di lembaran cover atau membaca lembaran cover albumnya, tetapi mereka mendapat kesan bahwa ada dua gitaris dalam rekaman, padahal kenyataannya nggak. Proses rekaman jenis musik ini sangat panjang, atau senggaknya dengan band ini, gue berasumsi mungkin sama untuk band lain dalam genre kami, tapi itu hanya satu hal yang membuat segalanya bergerak sedikit lebih cepat, jika lo punya satu pemain gitar melakukan sebanyak mungkin”.

Surgical Steel terjual sekitar 8.500 kopi di Amerika Serikat pada minggu pertama perilisannya dan debut di posisi No. 41 di chart Billboard 200.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Extreme Moshpit Awards

Daftar Pemenang Penghargaan Spesial Musik Cadas: Extreme Moshpit Award...

Extreme Moshpit adalah media musik cadas Indonesia yang bergerak sejak 2007. Selain mewujudkan gerakan baru tradisi fanzine dan media di ranah musik ekstri

on Dec 3, 2020
Carnivored

Single ‘Rintih Mengemis’ Beri Gambaran Musik Album Baru Carnivored...

Carnivored. Bagi scene IDDM (Indonesian Death Metal), Carnivored adalah salah satu nama yang nggak perlu diperkenalkan lagi. Bendera band ini sudah lama ber

on Nov 25, 2020
12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Terbaik

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 memang penuh tragedi dan menyebalkan tentunya, terutama sejak dimulainya pandemi Covid-19 alias Kopad-Kopid Kagak Jelas ini, di mana seluruh sek

on Nov 23, 2020
Dave Grohl

Dave Grohl (Foo Fighters): "Kami Bisa Saja Berubah Menjadi Death Metal...

Dave Grohl. (Foto: Amy Harris). Pada akhir pekan lalu, Foo Fighters mengumumkan album baru mereka, Medicine at Midnight, yang akan dirilis pada Februari 202

on Nov 11, 2020