×
×

Search in Mata Mata Musik

Jelang Rilis Album, IQIF Sebarkan Pesan Positif Lewat Single ‘Burn Me Down’

Posted on: 04/19/20 at 9:00 am

IQIF.
IQIF.

IQIF, sebelumnya sudah dikenal sebagai dramer band Stereocase. Berkecimpung di industri musik sejak tahun 2008 bersama sang kakak dan membentuk band tersebut, Iqif juga aktif sebagai penulis lagu dan menjadi dramer untuk beberapa band lainnya.

Lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang musik, IQIF sejak kecil sudah diperkenalkan genre musik Classic Rock oleh sang ayah, yang memberinya influence terbesar dalam bermusik. Terbiasa melihat ayahnya yang juga seorang dramer tampil di panggung, IQIF tumbuh menjadi seorang yang sangat mencintai musik dan memilih berkarier di jalur musik.

Di tahun 2020 ini, IQIF mengeluarkan proyek solo pertamanya dengan merilis album yang diberi judul No.1. Tak tanggung-tanggung, dua single dirilisnya secara berturut-turut yaitu ‘Before It’s Too Late’ dan ‘Burn Me Down’.

Dalam penggarapan album No.1 ini, IQIF dibantu oleh seorang musisi berbakat, Adityar Andra, yang pernah memproduseri Neonomora, Kenny Gabriel, Sita Marino dan lain-lain. “Di proyek solo gue ini, rencananya akan berisi 10 lagu dan gue dibantu oleh Neonomora sebagai Art Director di album ini secara keseluruhan, baik dari logo, look gue, video klip dan lain-lain,” ucap IQIF.

Lagu yang pertama dirilis yaitu ‘Before It’s Too Late’, sebuah lagu pendek tanpa lirik yang dirilis IQIF dengan format video narasi/Short Movie di akun YouTube-nya sejak 23 Maret 2020 lalu. Video ini semacam Track Intro untuk album perdananya tersebut, di mana lagu ini disampaikannya sebagai terapi diri dan juga pengingat bagi semua pendengar, untuk tidak pernah berhenti mengejar impian mereka bahkan ketika menemui titik atau kegagalan yang paling sulit sekalipun.

“Dari awal gue sudah kepikiran buat lagu ini sebagai penanda dimulainya album gue. Di mana secara musik cukup mempresentasikan album gue secara keseluruhan baik dari sisi karakter musik, sound, mood dan lain-lain. Lagu ini memang dibikin tanpa lirik yang bisa dinyanyikan, sebenarnya bukan tanpa lirik juga sih karena gue mengajak ShotgunDre, seorang rapper Indonesia yang keren banget untuk membantu gue menyampaikan pesan dari lagu ini, melalui kata-kata yang diucapkan secara emosional. Di mana lagu ini membahas tentang setiap orang pasti punya masa di mana dia pikir hidupnya berakhir di situ, ketika mengalami kesulitan hidup. Namun sebenarnya dia masih bisa mencoba segala sesuatunya sebelum semuanya benar-benar terlambat. Ini semacam Reminder untuk selalu optimis dalam mengejar mimpi loe,” ujar IQIF menjelaskan.

‘Burn Me Down’ dipilih menjadi single utama di album solo perdananya ini. Lagu yang dibuat oleh IQIF pada tahun 2019 ini terinspirasi dari sebuah film yang pernah ditontonnya. Bersama sahabatnya yang adalah seorang Copywriter, Reisha Sinulingga, IQIF menuangkan ide di kepalanya dan mempercayakan sahabatnya sebagai penulis lirik di lagu ini.

Hadir dengan nuansa Indie Rock dengan ritem yang kencang dan distorsi gitar yang memompa adrenalin, lagu ini bercerita tentang pertempuran pribadi IQIF beberapa tahun terakhir di mana ia menggunakan kata-kata dan musik sebagai terapi diri bagi dirinya ataupun bagi penikmat musiknya untuk selalu memiliki energi positif dalam hidup.

“Lagu ini sebenarnya adalah potongan cerita dari curhatan hidup gue. Bahwa di setiap fase kehidupan manusia akan selalu ada tantangan dan dinamikanya. Gue pengen meng-encourage orang untuk jangan pernah menyerah, there’s nothing that can burn you down. Mungkin masalah itu datang dari eksternal atau mungkin sebenarnya datang dari diri loe sendiri, atau jangan-jangan semua itu hanya ada di kepala loe doang. Makanya gue mengajak untuk selalu memiliki energi positif namun gue sampaikan dengan cara eksplosif makanya musik di lagu ini kencang. Dan di liriknya ada teriakan ‘Come, Burn Me Down’, seperti seruan untuk men-challenge diri loe balik untuk bisa lewatin semua masalah itu,” ucap IQIF.

IQIF mengatakan bahwa dalam pengerjaan album ini dirinya mengekplorasi berbagai genre musik. Berusaha membuat karya yang mengalir dari hati dan kreatifitasnya, tanpa batasan dan tanpa paksaan. “Mayoritas lagu gue di album ini berbahasa Inggris. Dan sekarang ini gue lagi suka untuk menggabungkan beberapa genre musik. Yang menurut gue nyaman, itu yang gue lakuin. Baik itu pemilihan liriknya, sound, notasi ataupun lainnya. Gue memasukkan sesuatu yang apa adanya aja, yang gue banget. Gue juga pengen yang mendengarkan album gue ini juga seperti itu, merasa nyaman dan punya interpretasi sendiri akan album ini,” tutur IQIF tentang albumnya.

Album No. 1 sendiri akan dirilis pada pertengahan tahun 2020 ini dan berada di bawah naungan label rekaman VURPLAY. Lagu ‘Before It’s Too Late’ dan ‘Burn Me Down’ pun sudah bisa diakses di semua digital music platform sejak 27 Maret 2020.

Untuk perilisan lagu ‘Burn Me Down’ akan diikuti dengan rilisnya Video Lirik dan Video Klip. IQIF juga mengungkapkan bahwa video klip lagu ini akan berkolaborasi dengan TED’s SQUAD, yaitu rumah produksi milik penyanyi/penulis lagu, Teddy Adhitya. Video ini akan menggunakan konsep Rock & Roll dengan sentuhan artistik yang kuat dan video ini rencananya akan ada di saluran Youtube IQIF di bulan Mei 2020.

“Gue ingin agar pesan di album ini tersampaikan kepada siapapun yang nanti akan mendengarkannya. Bahwa there’s so many negativity in this world, dan gue akan sangat happy bisa jadi bagian yang ‘Spread the positivity’ karena gue pernah mengalami sendiri, kadang-kadang hal seperti itu mesti diingatkan. Jadi gue berharap lewat lagu-lagu gue, semoga semua orang menjadi teringat kembali. Gue juga berharap banyak yang suka lagu gue dan mungkin bisa menjadi anthem buat kehidupan mereka”, tutup IQIF.

Silakan didengarkan lagu ‘Burn Me Down’ di video liriknya di bawah ini.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Matter Halo

    Matter Halo Gandeng 7 Artis Di Versi Akustik Lagu ‘Million’ Buat K...

    Matter Halo, band pengusung indie rock asal Jakarta, yang beranggotakan Ibnu Dian dan Ganidra Rai, baru saja merilis sebuah versi akustik dan kolaboratif d

    on Dec 10, 2020
    Jirapah

    Fitur Cholil 'ERK', Jirapah Maknai Ulang Lagunya Menjadi 'Re: Planetar...

    Jirapah. Membuka 2020 dengan melepas sebuah video musik epik 'Planetarium' yang disutradarai Edwin pada Januari lalu, kini band indie rock eksperimental asa

    on Nov 25, 2020
    Lou Belle Sessions

    Mainkan 'Waking Up', SUAR Tampil Keren Di Virtual Show Debut Lou Belle...

    "LOU BELLE SESSIONS Waking up" adalah sebuah karya audio-visual hasil kolaborasi dari Lou belle Collective, seperti: Convert textured, Infis

    on Oct 12, 2020
    Suasanasabtupagi

    EP 'Mammals' Kolektif Indie Pop Suasanasabtupagi Direissue Oleh Anoa R...

    SSP alias Suasanasabtupagi. (Foto: dok. Anoa Records). Anoa Records berbagi cerita tentang awal perkenalannya dengan Suasanasabtupagi. Apaan tuh? Nama yang

    on Sep 18, 2020