×
×

Search in Mata Mata Musik

Jimmy Cobb, Dramer Jazz di Album ‘Kind of Blue’ Miles Davis, Tutup Usia

Posted on: 05/28/20 at 6:00 am

Jimmy Cobb.
Jimmy Cobb saat tampil bersama Miles Davis Quintet circa 1960. (Foto: Popperfoto/Getty Images).

Jimmy Cobb, seorang dramer jazz yang kemampuan bermain simbal ride-nya telah menginspirasi banyak album klasik yang tidak terhitung jumlahnya secara intens, termasuk album influential dari pemain trompet jazz legendaris Miles Davis, Kind of Blue. Jimmy Cobb dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu di Harlem, New York, Amerika Serikat (AS).

Jimmy Cobb meninggal di usia 91 tahun akibat kanker paru-paru, menurut putrinya, Serena Cobb. Sebagai satu-satunya anggota yang sebelumnya masih hidup dari sextet (grup musik 6 orang) album Kind of Blue, Jimmy Cobb telah lama dipuji sebagai tokoh penting terakhir dari momen yang mendefinisikan kultur musik AS.

Bakatnya yang luar biasa adalah kemampuannya untuk bermain dram dengan rileks dan sangat santai, tanpa membiarkan irama atau momentum musiknya turun. Jimmy Cobb jarang mengambil bagian solo. “Aku hanya berusaha menyelesaikan itu (lagu),” ujarnya dalam sesi wawancara pada tahun 2010 dengan The National Endowment for the Arts, serta menambahkan, “Kamu harus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dengan aksi yang tepat, dan kemudian kamu baru mendapat kesempatannya”.

Dalam berbagai performa penuh semangat yang dipimpin oleh pemain saksofon Cannonball Adderley, membawakan lagu-lagu jazz yang dinyanyikan oleh Sarah Vaughan, kolaborasi akhir kariernya dengan pianis Geri Allen, dan ribuan album dan konser di antara semua itu, Jimmy Cobb memikat teman-teman bandnya dengan stabilitas tempo musiknya. Di tangannya, kegigihan tidak berarti bersikeras, dan bahkan permainan yang santai pun tidak terasa membosankan.

Dirilis pada tahun 1959, Kind of Blue – dengan aksi permainan trompet Miles Davis didukung oleh Cannonball Adderley dan John Coltrane pada bagian saksofon, Paul Chambers pada bass, Bill Evans dan Wynton Kelly pada piano, dan Jimmy Cobb pada dram – menerima banyak ulasan yang menyentuh, tetapi keabadian album itu hanya bertambah seiring zaman. Melalui perubahan fesyen dan hal lainnya dalam popularitas musik jazz, aura album itu yang murung dan tembus pandang tidak pernah ketinggalan zaman. Kind of Blue secara luas dikenal sebagai album terlaris dalam sejarah jazz, dan tahun lalu Recording Industry Association of America mengumumkan bahwa album itu telah melampaui lima juta kopi yang terjual di seluruh dunia.

Miles Davis - kind of blue.
Gambar: Colombia Records.

Untuk sebagian besar lagunya, Miles Davis hanya membawakan sketsa-sketsa mentah dalam melodinya; semua kecuali satu dari lima lagunya direkam dalam hanya satu kali. Saran Miles Davis untuk dramernya di sesi-sesi itu sederhana. “Dia (Miles Davis) mengatakan, ‘Jimmy, kamu tahu apa yang harus dilakukan ‘kan. Buat itu terdengar seperti mengambang saja,'” kenang Jimmy Cobb. Dia tetap berada di band Miles Davis selama lebih dari empat tahun dan berkontribusi pada berbagai album lainnya: Porgy and Bess, Sketches of Spain, Someday My Prince Will Come, dan banyak lagi.

Pada tahun 2003, saat mendengarkan satu set rekaman live dari tahun 1961, Ben Ratliff dari The New York Times merayakan tim seksi ritemnya Miles Davis yang terdiri dari Wynton Kelly, Paul Chambers dan Jimmy Cobb – sebagai “standar emas untuk ritem jazz yang apa adanya pasca zaman perang”.

Bahkan setelah mereka semua meninggalkan band Miles Davis, trio musisi jazz itu terus bermain bersama sampai kematian Paul Chambers pada tahun 1969.

Jimmy Cobb tahu apa yang menggerakkannya, dan apa yang tidak. Ketika musik jazz menjadi semakin avant-garde (eksperimental) pada 1960-an, dia tetap berada pada jalurnya, mengandalkan status bergengsinya untuk mencari pekerjaan dengan berbagai musisi besar dari era hard-bop (sub-genre musik jazz), sering kali di Eropa dan Jepang, setelah scene klub malam di New York, AS telah memudar.

Meskipun dia tidak pernah haus akan sorotan, Jimmy Cobb juga sempat merangkul peran sebagai pemimpin grup dalam beberapa dekade terakhirnya, sering kali memimpin berbagai band dengan nama Cobb’s Mob. Dalam ulasan dari Times tentang album tahun 2014 Jimmy Cobb, The Original Mob, sang penulis Nate Chinen membahas mengenai “tarikan yang tidak dapat ditentukan namun jelas dalam permainan simbal sang dramer jazz Jimmy Cobb, yang sekarang berusia 85 tahun dan terdengar tidak lagi seperti saat dia berusia 30 tahun”.

The National Endowment menamakan Jimmy Cobb sebagai seorang master Jazz pada tahun 2009, saat dia berusia 80 tahun.

Selain putrinya, Serena, Jimmy Cobb meninggalkan seorang istri bernama Eleana Tee Cobb, dan seorang putri lainnya, Jaime Cobb.

Sekilas Jimmy Cobb

Jimmy Cobb, 2019.
Jimmy Cobb, 2019. (Foto: Smoke Sessions Records/Associated Press).

Musisi jazz senior ini bernama asli James Wilbur Cobb itu lahir pada 20 Januari 1929, di rumahnya di Washington, AS. Orang tuanya, Wilbur dan Katherine (Bivens) Cobb, tinggal hanya beberapa blok dari U Street, yang baru-baru ini menjadi pusat perkotaan warga kulit hitam kelas menengah paling kuat di negara itu, serta salah satu scene musik terbesarnya. Ibunya adalah seorang pekerja rumah tangga, ayahnya adalah seorang penjaga keamanan dan supir taksi.

Pasangan itu berpisah ketika anak mereka masih muda, dan untuk membantu menghidupi ibunya, Jimmy Cobb bekerja sejak usia dini: menyemir sepatu, mengantarkan koran, membawa karung es tebal dengan upah US$ 5 sehari. Dia menghabiskan musim panas bekerja di pertanian tembakau kakeknya di Maryland, AS.

Dia jatuh cinta dengan instrumen dram saat beranjak remaja, mendengarkan album jazz modern dengan seorang teman dan menggunakan buku-buku jarinya untuk mempragakan iramanya. Sebelum ulang tahunnya yang ke-20, dia bekerja di klub-klub di U Street, kadang-kadang menemani bintang-bintang musik yang melewati kota, seperti Billie Holiday dan Charlie Parker.

Jimmy Cobb pertama kali melakukan tur dengan pemain saksofon Earl Bostic, kemudian bergabung dengan band milik vokalis Dinah Washington, yang penuh dengan instrumentalis muda berbakat seperti Earl Bostic dulu. Dinah Washington dan Jimmy Cobb memulai hubungan romantis dan hidup bersama untuk sementara waktu.

Segera setelah mereka berpisah, dia mulai serabutan mengisi peran dramer utama Miles Davis, Philly Joe Jones. Kemudian suatu hari di tahun 1958, Miles Davis menelepon Jimmy Cobb di rumahnya di Queens, AS sekitar pukul 6 malam dan bertanya apakah dia bisa melakukan konser malam itu.

“Aku bilang, ‘Ya, di mana?'” tanya Jimmy Cobb sambil mengingat. “Dia jawab, ‘Boston'”.

Jimmy Cobb langsung mengemas peralatan dramnya dan bergegas ke bandara La Guardia. Dia naik pesawat dan tiba di klub tepat ketika band mulai memainkan lagu ‘Round Midnight’.

Aransemen klasik Miles Davis dari nada lagu itu memiliki serangkaian dentuman ritmis di bagian tengahnya, meningkatkan ketegangan sebelum semuanya terbuka menjadi irama yang kompak. Saat band sedang melalui bagian pertama dari lagu itu, Jimmy Cobb mengatur dramnya tepat waktu pada saat dia harus memainkan bagiannya.

“Ketika mereka sampai di bagian tertentu ini,” kenang Jimmy Cobb, “Aku bermain bagian jeda ini dengan mereka, dan aku langsung masuk band. Tanpa latihan atau apa pun”.

Selamat jalan, Om Jimmy. Rest in peace.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Satmore

Ungkapan Ikhlas Melalui Single Ketiga Satmore, 'I Will Be Fine' Yang P...

Satmore (sebelumnya bernama Blackpepper) adalah band Pop Jazz kelahiran Bandung yang dibentuk pada 1 November 2014, dari aktivitas ekstra kulikuler musik d

on Oct 14, 2020
Bangkutaman

Bangkutaman Perkenalkan 'Dinamika', Single Baru Instrumental Jazz Psyc...

Bangkutaman (Foto: Palm House Records). Bangkutaman resmi memperkenalkan single terbarunya bertajuk 'Dinamika', yang dirilis secara resmi di layanan streami

on Sep 19, 2020
The Saxo Brothers

The Saxo Brothers, Debutkan Single 'Getaway' Yang Goyang Dengan Lintas...

The Saxo Brothers. Trio pemain saksofon yang tergabung dalam grup The Saxo Brothers secara resmi menelurkan single debut mereka bertajuk 'Getaway' di berbag

on Jun 18, 2020
Jorja Smith

Jorja Smith Rilis Lagu Baru ‘Kiss Me in the Morning’ Dengan Sentuh...

Jorja Smith. (Foto: Julia Drummond). Jorja Smith secara fleksibel kerap bermesraan dengan berbagai genre di luar R&B selama bertahun-tahun, termasuk mus

on May 5, 2020