×
×

Search in Mata Mata Musik

Joey Jordison: 15 Momentum Terbaik Selama Di Slipknot & Band Lainnya

Posted on: 07/28/21 at 2:00 pm

Joey Jordison: 15 Momentum Terbaik Selama Di Slipknot & Band Lainnya
JJ (Foto: via Facebook).

Joey Jordison meninggalkan dunia ini secara mendadak. Tanpa ada indikasi atau peringatan sebelumnya. Berpulang dirinya untuk menghadap Sang Pencipta di usia 46 tahun pada minggu ini terasa sangat menyentak kancah metal dunia. Semua metalhead begitu kehilangan salah satu dramer metal modern terhebat sepanjang sejarah. Selama menjadi anggota Slipknot, Joey telah memengaruhi banyak musisi muda dengan keterampilannya di balik perangkat dram dan penulisan lagunya yang cerdas dan produktif.

Baca juga: Joey Jordison, Mantan Dramer dan Pendiri Slipknot Tutup Usia

Slipknot adalah raksasa metal terbesar kedua di planet ini (yang pertama Metallica). Jordison menjadi dramer Slipknot dari 1995 hingga 2013, dan tampil di rekaman self-titled (1999), Iowa (2001), Vol. 3: The Subliminal Verses (2004), dan All Hope Is Gone (2008). Masing-masing disertifikasi setidaknya platinum oleh RIAA. Doi juga muncul di demo album Slipknot Mate.Feed.Kill.Repeat tahun 1996 yang menampilkan Anders Colsefni, vokalis sebelum Corey Taylor bergabung dengan band.

Setelah kematiannya, sudah tidak terhitung musisi top dunia menghormatinya melalui postingan di media sosial. Hari itu, 26 Juli 2021 beranda media sosial di seluruh dunia didominasi oleh wajah Jordison, bahkan hingga artikel ini pertama kali dipublikasikan. Termasuk postingan dari dua dramer metal terbaik sepanjang masa, Mike Portnoy (eks-Dream Theater) dan Dave Lombardo (eks-Slayer) yang memuji Jordison sebagai musisi yang “luar biasa”.

Untuk menghormati kontribusi besar Joey Jordison untuk kemajuan musik heavy metal selama kariernya, kami telah merangkum 15 momentum terbaik versi HEAVY dan MataMata Musik. Daftar ini bukan urutan peringkat, melainkan random.

::: Momentum Joey Jordison di Slipknot

Disasterpeace

Angle kamera video konser Slipknot di Download Festival, Inggris tahun 2009 ini sering kali memperlihatkan betapa skillful dan krusialnya peran Jordison di balik drum kit selama penampilan band yang brutal. Jordison merupakan salah satu co-penulis lagu ini.

Eyeless

‘Eyeless’ adalah lagu dari album debut Slipknot yang mengekshibisi permainan dram Jordison yang banyak dipengaruhi death metal dan progressive metal. Dibawakan monster metal ini saat konser di Dynamo Open Air Festival, Belanda tahun 2000. Jordison merupakan penulis utama lagu ini.

The Blister Exists

Ketukan hiperaktif Jordison di lagu ‘The Blister Exists’ menjadi salah satu drumming highlight-nya. Lagu dari album Vol. 3: The Subliminal Verses ini menampilkan ketukan perkusif yang ikonik. Dimainkan bersama duo perkusionis Shawn “Clown” Crahan dan Chris “Pinokio” Fehn. Jordison merupakan salah satu co-penulis lagu ini.

People = Shit

Salah satu lagu paling brutal di album Iowa. Diawali oleh blast beat, dan dilanjutkan oleh groove maut pemicu beat-beat headbanging akut. Benar-benar anthem untuk mengeluarkan semua energi negatif kita. Jordison merupakan salah satu co-penulis lagu ini.

Duality

‘Duality’ adalah salah satu lagu Slipknot yang paling populer dan untuk alasan yang bagus. Jordison meminimalkan permainannya supaya menjadi lebih efektif bagi kebutuhan lagu. Tidak terlalu brutal, namun lebih menonjolkan chorus yang asyik buat sing along sekaligus headbanging. Tentu saja Jordison menjadi salah satu co-penulis lagu ini.

Wait and Bleed

Jordison dan rekan-rekannya menciptakan hibrida musik yang brilian pada ‘Wait and Bleed’. Lagu dari album selft titled ini memadukan vokal melodius Corey Taylor dengan hantaman extreme metal yang chaos namun terkendali. Komposisi musik lagu ini diciptakan oleh Jordison.

The Heretic Anthem

Intro lagu ini benar-benar memancing penonton di mosh pit untuk menciptakan ‘wall of death’ setelah Corey teriak. Sesuai judulnya, lagu ini memang anthem dengan seruan kalimat “if you 555, then I’m 666”. Jordison merupakan penulis utama lagu ini.

Sulfur

‘Sulfur’, lagu yang terdapat di album All Hope is Gone ini lagi-lagi diciptakan oleh Jordison dengan asistensi dari gitaris Jim Root. Kecerdasan Jordison meracik lagu ekstrem metal dengan sisipan melodius nan catchy terpapar jelas di sini.

Psychosocial

Di lagu dari album All Hope is Gone, isian dram Jordison diminimalisir sebagai varian lagu Slipknot yang terbilang enteng di kuping. Jordison menulis lagu ini bersama almarhum Paul Gray dan vokalis Corey Taylor.

(Sic)

Lagu ‘(Sic)’ adalah trek pertama dari album debut Slipknot tahun 1999, pertama kalinya dunia diterjang oleh badai ekstrem metal dari 9 monster bertopeng dari Des Moines, Iowa, Amerika Serikat. Here comes the pain! Di lagu ini isian dram Jordison benar-benar padat dan liar, doi hampir seperti mengeluarkan sepenuh energinya. Konser mereka di Roskilde Festival, Denmark tahun 2009 ini merupakan contoh kedahsyatan performa mereka membawakan lagu ini.

Baca juga: Mayhem: 7 Album Punk Favorit Legenda Black Metal Norwegia Ini

::: Band dan Proyek Lain Joey Jordison

Murderdolls

Band ini dibentuk pada tahun 2002 oleh Jordison bersama para anggota inti Wednesday 13. Di era Jordison masih bergabung dengan Slipknot. Di sini Jordison tidak bermain dram, melainkan bermain gitar. Murderdolls mengusung horror punk dan heavy metal. Kritikus menyebut musik mereka sebagai kombinasi Motley Crue dan Misfits. Murderdolls telah merilis dua album penuh, yakni Beyond the Valley of the Murderdolls (2002), dan Women and Children Last (2010).

Roadrunner United – The All Star Sessions

Jordison menjadi salah satu kapten dalam proyek album kompilasi peringatan 25 tahun Roadrunner Records. Monte Conner (A&R Roadrunner saat itu) merekrut kapten sebagai produser dan komposer utama yang memiliki tim terdiri dari para musisi dalam roster dan alumni Roadrunner. Lagu paling keren di bawah pimpinan Jordison adalah ‘Annhilation by the Hands of God’. Bergenre death metal, rekaman lagu ini diisi oleh Glen Benton (Deicide) pada vokal, James Murphy (Disincarnate, eks-Obituary/Death) pada gitar solo, Rob Barrett (Cannibal Corpse, eks-Malevolent Creation/Solstice) pada gitar ritem, Steve DiGiorgio (Testament, eks-Death) pada bass, dan Jordison tentu saja pada dram. Lo bisa dengar permainan dramnya yang ciamik, dari nge-groove banget sampai ngebut sarat blast beat.

Scar The Martyr

Band heavy metal yang terbentuk tahun 2013 ini berumur pendek, bubar pada tahun 2016. Band ini sempat merilis satu album penuh, self titled pada Oktober 2013 melalui Roadrunner Records.

VIMIC

Dibentuk pada 2016, VIMIC adalah nama baru dari Scar The Martyr setelah band ini menyatakan bubar. Formasi tetap sama kecuali Kalen Chase (vokal) yang menggantikan Derek Bonner. Band heavy metal ini telah merilis beberapa single dan berencana merilis album penuh berjudul Open Your Omen, namun belum terlaksana karena Jordison ‘pergi’ lebih dahulu.

Sinsaenum

Mengusung black/death metal, sebagai dramer di band ini, Jordison ditemani oleh pasangan gitaris Frédéric Leclercq (eks-DragonForce) dan Stéphane Buriez, vokalis Sean Zatorsky (dari Dååth) dan bassis Prancis Heimoth (dari Seth). Sinsaenum sudah mengantong dua album, yakni Echoes of the Tortured (2016) dan Repulsion for Humanity (2018).

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Vended

    Vended, Band Anaknya Corey Taylor & Clown (Slipknot) Debutkan Single

    Vended (ki-ka): Cole Espeland (gitar), Griffin Taylor (vokal), Connor Grodzicki (gitar), Simon Crahan (dram), Jeramiah Pugh (bass). (Foto: Michael Watson).

    on Sep 22, 2021
    Metallica the black album

    Metallica "The Black Album" Melonjak Kembali Ke 'Top Ten' Billboard 20...

    Metallica The Black Album (Gambar: via Metallica.com). Metallica "The Black Album" alias album self-titled nomor wahid rilisan tahun 1991 mereka melonjak ke

    on Sep 21, 2021
    John 5

    John 5 Rilis Single Baru Fitur Dave Mustaine Dari Album Solo Mendatang

    John 5 (Foto: Matt Wilson), Dave Mustaine (Foto: David Brendan Hall). John 5 baru saja mengumumkan album solo barunya, Sinner, yang jadwal rilisnya bertepat

    on Sep 19, 2021
    Gojira

    Gojira Dihormati Para Ilmuwan, Menamai Fosil Berdasarkan Anggota Band

    Foto: Gabrielle Duplantier. Gojira terkenal sebagai band yang selalu sadar lingkungan melalui pesan dalam karya-karyanya dan aksi nyatanya. Dan kini para il

    on Sep 18, 2021