×
×

Search in Mata Mata Musik

Kanye West Bahas Rencana Album Baru Dan Bisnis Dalam Wawancara Terbaru

Posted on: 03/31/20 at 10:30 am

Kanye West dalam video klip 'Follow God'.
Kanye West dalam video klip ‘Follow God’ (Foto: CoS).

Empat tahun setelah Taylor Swift dicap sebagai “ular” oleh netizen dan Kim Kardashian West mendapat perhatian karena lagi-lagi membocorkan sebuah video pribadi, konflik mendalam antara Kanye West dan Taylor Swift (dengan putus asa) kembali meramaikan internet. Dan tampaknya, selama momen krisis global seperti ini, Kanye West sudah tidak punya waktu untuk melibatkan diri lagi. Seperti yang diungkapkan oleh sang maestro hip-hop asal Chicago itu dalam sebuah wawancara baru dengan WSJ Magazine, dia saat ini sedang terlalu sibuk fokus membuat album barunya dan membuat “hoodie yang sempurna”.

Baca juga: Taylor Swift Merasa Telah “Dijebak” Oleh Kanye West dan Kim Kardashian

Wawancara baru yang mendalam itu membahas berbagai proyek musik Kanye West. Secara sangat singkat, wawancara itu membahas rencana Kanye West untuk membuat album baru, yang akan melanjutkan album tahun 2018-nya, ye, dan album rohaninya tahun lalu, Jesus Is King. Dan ternyata, Kanye West berencana menghabiskan musim semi di Meksiko untuk menulis dan merekam album terbarunya. Dia melakukan sedikit proses rekaman di Cabo San Lucas sebelum krisis virus Corona memaksanya untuk pulang ke rumah keluarganya di California, Amerika Serikat (AS). Dengan banyaknya agenda industri musik yang tertunda dan bahkan terbatalkan selama pandemi Covid-19, tidak ada yang tahu kapan Kanye West akan dapat kembali fokus merekam materi baru untuk album tersebut.

Namun, yang menjadi pusat pembahasan dalam wawancara Kanye West bersama WSJ adalah kelanjutan dari acara fesyen Yeezy Season 8 miliknya yang diadakan di Paris awal bulan ini. Konsep utama dari kreativitas Kanye West untuk acara itu pada awalnya terinspirasi oleh hoodie oranye cerah yang dikenakannya dalam video musik ‘Follow God’. Hoodie itu rupanya merupakan versi terbaru dari apa yang dijulukinya sebagai “hoodie yang sempurna”.

Dalam visi Kanye West, hoodie itu konsepnya akan dibuat dalam warna-warna yang sederhana seperti kain lenan atau warna batu berdebu yang serba nyaman namun tetap terlihat “futuristik dalam jangkauannya”. Kanye West ingin mereka dihargai sekitar US$ 60 (Rp 981 ribu) untuk konsumen rata-rata, dan dipresentasikan “seperti roti” di toko retailer demokratis seperti Costco dan Walmart. Tujuannya adalah untuk mengubah merek Yeezy menjadi seperti “McDonald’s dan Apple-nya pakaian”.

“Untuk membuat merek pakaian yang sebesar Apple dan menjadi seperti merek baju Gap yang berikutnya, itu harus dimulai dengan penemuan yang baru,” ujar Kanye West. “Untuk menciptakan sesuatu yang saking luar biasanya sehingga Anda bahkan tidak mendapatkan kredit untuk itu karena itu telah menjadi suatu norma”.

Awalnya, Kanye West bekerja sama dengan seorang desainer bernama Rochambeau Laurence Chandler untuk mulai merealisasikan desain hoodie yang sempurna. Ketika tiba saatnya untuk membuat sampel produknya, mereka meminta bantuan ke Dov Charney, pendiri merek American Apparel yang dipermalukan pada tahun 2014 karena kasus pelecehan seksual dan tuduhan pelanggaran finansial. Setelah pemecatannya, Dov Charney memulai Los Angeles Apparel – yang digunakan Kanye West untuk membuat seragam kru Sunday Service-nya. “Semua orang pantas mendapatkan pengampunan,” kata Kanye West.

Dov Charney sekarang sering menghadiri pertunjukan Sunday Service dan Laurence Chandler sekarang adalah general manajer untuk Yeezy. Dan sementara Chandler berusaha untuk menyelesaikan hoodie yang sempurna, Kanye West mulai terganggu oleh ide baru: dia akhirnya mengadakan acara runway yang sukses di kota yang dijuluki sebagai kiblat fesyen dunia. Untuk koleksi Yeezy itu, Kanye West menemukan inspirasi dari rompi putih bengkak yang dia kenakan di atas hoodie dalam video ‘Follow God’.

Baca juga: Justin Bieber Tampil Di Konser Sunday Service Milik Kanye West

“Anda tidak bisa mengambil cuti tiga tahun dan kemudian merilis sebuah hoodie,” ujar Kanye West mengenai perubahan idenya, menurut Chandler.

Terinspirasi oleh ayat Leviticus 19:19 dan Deuteronomy 22:11 dari kitab Injil, semua koleksi Yeezy ini terbuat dari kain muslin (semacam kain katun lembut), tanpa campuran kain lainnya. “Ada ayat dari kitab Injil yang mengatakan bahwa Anda tidak harus memakai kain yang terbuat dari dua jenis bahan,” kata Kanye West. Dia juga membayangkan koleksi itu sebagai “bantuan untuk industri jasa”. Kanye West bahkan memiliki papan inspirasi dengan kata “Service Positions” di bagian atasnya beserta daftar pekerjaan seperti pengasuh, tukang kebun, koki, pembantu rumah tangga, keamanan, dan asisten.

Sementara Yeezy Season 8 memang sukses besar, koleksi itu tidak diarahkan kepada para konsumen rata-rata di dunia. “Kami sedang tidak fokus dengan harga sekarang,” kata Kanye West. “Kami hanya ingin fokus pada kreativitas”. Harga koleksi itu akhirnya menjadi sesuatu yang “kontemporer” dan digambarkan oleh WSJ sebagai “satu tingkat lebih murah daripada barang-barang mewah”.

Selama proses yang repot dalam membuat koleksi itu, wawancara itu juga membahas hubungan Kanye West dengan Presiden Donald Trump. Dengan keminatannya bersama sang istri Kim Kardashian West dalam hal reformasi peradilan pidana, Kanye West mengatakan bahwa dia berharap dapat mempekerjakan para mantan narapidana untuk bisnis manufaktur pakaiannya. Dia mencari dukungan pemerintah untuk mengerjakan rencana itu, serta membangun berbagai pabrik di Amerika Serikat (AS) dengan perusahaan Adidas, dan dia mengandalkan aksesnya ke sang Presiden untuk menyelesaikan rencananya. Kanye West bercerita tentang saat dia menelepon Jared Kushner dari kolam renang rumah Calabasas miliknya untuk berbicara tentang pembebasan A$AP Rocky setelah dia ditangkap karena kasus penyerangan di Swedia. Satu jam kemudian, Kanye West ditelepon oleh Trump langsung untuk membahas pembebasan sang rapper pentolan grup ASAP Mob itu.

Dan mengenai hal lainnya, WSJ juga diberi unjuk rencana yang dimiliki Kanye West untuk perkemahan barunya di Wyoming, AS. Tampaknya dirancang sesuai dengan bangunan kubah yang dibangun oleh Kanye West secara ilegal di California, cetakan biru untuk perkemahan itu dilaporkan mencakup tujuh kamar berbentuk kubah sebagai bagian dari sebuah “sistem ekologi tertutup untuk energi dan penangkapan air”. Proyek besar ini juga mencakup kebun sayur, taman bermain skateboard, kebun buah, kolam air, dan sesuatu yang disebut “kolam bio”. Pancuran air dalam kamar mandinya akan dijalankan oleh “pompa detonasi pendorong hidrogen,” menurut Kanye West. Ada juga fitur menarik lainnya yang dijuluki sebagai “taman urin”, sebuah sistem aquaponic yang dirancang untuk mengubah kotoran manusia menjadi makanan bagi tumbuhan.

Jika ini semua kedengarannya sangat aneh, jangan anggap Kanye West sebagai orang yang terlalu ambisius. “Saya tidak suka kata ambisius,” kata sang artis revolusioner itu. “Saya adalah Kanye West. Kata ambisius ada di bawah kemampuan saya. Saya hanya seorang pelaku… Anda dapat melihat di mata saya tidak ada sedikit pun rasa takut”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Sumber: Consequence of Sound (penulis: Ben Kaye)
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

George Floyd

Cardi B, Ice T, Snoop Dogg Dan Lainnya Tuntut Keadlian Atas Kematian G...

Aksi demonstrasi tuntut keadilan untuk George Floyd. Tragedi selama tahun 2020 sejauh ini semakin terasa tidak berujung. Kemarahan warga Amerika Serikat (AS

on May 29, 2020
Taylor Swift

Taylor Swift dan Adiknya Diduga Bikin Band Palsu Untuk Serang Scooter ...

Taylor Swift dan adiknya, Austin Swift. (Foto: Bruce Glikas/Bruce Glikas/Getty Images). Taylor Swift selalu dikenal sebagai pakar media sosial yang cerdas,

on May 28, 2020
Kanye West

Album Baru Kanye West Berjudul ‘God’s Country’, Menurut Sinemato...

Kanye West. (Foto: Robin Marchant/Getty Images). Album baru musisi hip hop Kanye West tampaknya akan segera hadir nih, menurut sinematografer terkenal yang

on May 25, 2020
Wisuda Virtual YouTube

Beyoncé, Taylor Swift dan Jennifer Lopez Akan Ikut Wisuda Virtual You...

Beyonce, Taylor Swift, J-Lo. (Foto: Richard Young/Shutterstock; Charles Sykes/Invision/AP/Shutterstock; Broadimage/Shutterstock). YouTube telah mengumumkan

on May 21, 2020