×
×

Search in Mata Mata Musik

KAPITAL “Mantra”: Memoar Pengobar Api Perlawanan Dari Belantara

Posted on: 07/6/20 at 11:00 am

KAPITAL "Mantra": Memoar Pengobar Api Perlawanan Dari Belantara
Cover album KAPITAL Mantra. (Gambar: Armstretch Records).

KAPITAL
Mantra
(2020, Armstretch)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Album ketujuh KAPITAL ini nampaknya sukses melampaui ekspektasi Peluru Tajam Indonesia (sebutan fanbase militan band metalcore kelahiran Tenggarong, Kukar ini) karena gue sendiri pun merasakan hal yang sama. Perubahan formasi yang cukup dramatis di akhir tahun lalu justru melahirkan potensi kekuatan terbaik dari sektor performa panggung dan aransemen musik KAPITAL. Banyak gagasan berspektrum liar dan marah Akbar Haka (vokal) dan Ari Wardhana (gitar) yang masih mendominasi dalam Mantra. Formasi teranyar KAPITAL memiliki energi berlipat ganda sejak diperkuat oleh gitaris Baken Nainggolan (eks-Hellcrust/Siksakubur/Betrayer), dramer Ewien Saputra (best drummer Festival Rock Indonesia-Log Zhelebour 2004) dan bassis Ariz Pratama (Biang Kerok).

Baca juga: KAPITAL – Mantra Q & A (MMM Artist Of The Month)

Kelebihan: Album Mantra diproduksi seperti film action. Sang frontman, Akbar Haka bertindak sebagai produser, sutradara, penulis skrip narasi sekaligus aktor pemeran utamanya bersama gitaris Arie Wardhana sebagai co-produser dan ketiga rekan bandnya sebagai tokoh penting lainnya. Selain mereka, banyak aktor dan aktris pemeran pembantu yang terlibat selama prosesnya. Terutama para seniman tradisional Dayak yang turut memainkan beberapa jenis instrumen lawas di sepanjang album ini. Trek pembuka, ‘Mantra’ diawali oleh petikan gitar mencekam yang ditingkahi oleh bunyian belian, suling dewa dan rapalan mantra-mantra kuno yang menyihir kita untuk hanyut ke dalam moshpit alam bawah sadar akibat hantaman riff downstroke cepat bertempo sedang nan groovy di verse 1 yang mengiringi repetan scream Akbar sebelum dihajar blast beat sebagai bridge menuju chorus reffrain yang catchy as fuck dengan Akbar bernyanyi merdu nan lirih: “Kita yang bekerja, mereka yang menikmatinya! Apa yang kita dapatkan? Hanya limbah racun udara! Cukup sudah menghancurkan. Mengeruk harta belantara. Kita di sini menanak nasi bercampur koreng rawa!”. Bait lirik emosional dan bermakna dalam tersebut sangat anthemic untuk ber-sing along terutama bagi para Peluru Tajam di tanah Borneo yang merasakan kegelisahan, kekecewaan dan kemarahan yang sama dengan KAPITAL terhadap kerusakan ekosistem alam berdampak kemerosotan sosial-ekonomi rakyat akibat eksploitasi hutan dan sumber daya alam lainnya oleh pengusaha serakah yang kebal hukum.

Trek kedua masih bertema sama, ‘Memoar Sang Pembungkam’ kembali memprovokasi non-stop headbanging dan menginfeksi dengan reffrain yang melodic as fuck berlirik: “Hunus parang kibarkan perang. Mata memerah terbakar oleh amarah yang tak kunjung reda. Kutuliskan memoar pembungkam. Seperti buku sejarah yang telah usang. Apakah akan tiba? Saat mengasah parang!”.

Trek ketiga, ‘Alam Menggugat’ pun memiliki daya eksplosif dan persuasif yang sama. Dari mulai sampai selesai sukses meninggalkan impresi.

Trek keempat, ‘Pekat Hitam’ yang diawali oleh instrumen sampek, dari mulai sampai habis hanya bermain di tempo lambat namun tetap menonjok dan headbanging-able, menampilkan vokal clean Akbar di depan dengan latar scream-growl sesekali dan jelang akhir lagu diperkuat oleh choir campuran cowok-cewek yang bersinergi secara epik, asli bikin merinding.

Trek kelima, ‘Bumi dan Plastik Kita’, yang diawali oleh senandung lagu tradisional Dayak Bahau dengan instrumen gendang dan sampe karaang dan ditutup oleh lagu yang sama namun disinergi dengan hentakan poli-ritmik sarat chugga-chugga riffing. Lagi-lagi bikin merinding.

Selain beratmosfer lebih gelap, komposisi musik metalcore KAPITAL di album ini terinjeksi elemen death metal berdosis lebih tinggi sehingga di beberapa bagian terdengar deathcore dan di lain bagian terkadang kental riffing bergaya melodic death metal. Kualitas sound-nya juga lebih baik daripada semua album terdahulu. Apalagi ketika heavy breakdown terasa menampar banget downtuned sound-nya yang abrasif nan lebar seperti di bagian tengah lagu ‘Obyektum Sexuality’.

Sebenarnya semua lagu di album ini ‘stand-out’ karena masing-masing memiliki kematangan kreatif dalam struktur aransemennya mencakup perkawinan harmonis antara metal yang massif-agresif dan alunan melodi yang easy listening.

Kekurangan: Secara konten album sih nggak ada. Tapi sebagai penyuka dan pelestari album rekaman fisik, hasil cetakan cover CD-nya yang warnanya turun turut menurunkan nilai estetikanya walau nggak berpengaruh terhadap penilaian konten album ini. Padahal foto wanita Dayak di cover depannya ikonik banget. Tapi ini album yang esensial dimiliki, suka atau nggak suka menurut selera pribadi lo.

Kesimpulan: Mantra adalah pencapaian musikal tertinggi KAPITAL, band dari kota kecil yang sangat jauh dari kota metropolitan sebagai sentra industri hiburan. Mereka konsisten membawa kesenian etnik Kalimantan Timur bersama raungan metal galaknya untuk menunjukkan identitas tanah kelahiran mereka di mata dunia. Materi album ini memperlihatkan geraman dan teriakan murka yang lebih provokatif terutama masalah kerusakan alam dan lingkungan. Jargon “Teror Dari Belantara” yang terus diusung KAPITAL telah memberi ruang ekspresi yang sangat luas bagi mereka. Meski sempat nyaris bubar karena ditinggal pergi oleh tiga personil lawasnya, kebangkitan KAPITAL bersama formasi barunya ini bagaikan ditransfusi darah segar yang membuat mereka lebih kuat secara mental dan fisik dalam bergerilya.

Verdict: 9

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

DUSX

Trio Death/Grind DUSX Muntahkan EP Debut "Toxicious Anthropoid" Yang G...

DUSX. Pasukan death/grind yang berbasis di Bandung, DUSX memuntahkan album mini (EP) perdana mereka bertajuk Toxicious Anthropoid via Disaster Records sejak

on Oct 27, 2020
Arsebreed

Rilis Album Baru, Arsebreed Memilih Label Indonesia Ketimbang Label To...

Arsebreed. (Foto: Brutal Mind). Bendera IDDM (Indonesian Death Metal) telah berkibar di Belanda, negara yang memiliki ikatan kuat secara historis dengan Ind

on Oct 13, 2020
Vox Mortis

Vox Mortis Paparkan Kekejaman Manusia Terhadap Hewan Via MV ‘Primata...

Vox Mortis. (Foto: Bastart Photography). Manusia sebagai makhluk yang dibekali akal pikiran, nggak lantas membuatnya lebih tinggi derajatnya dibanding makhl

on Oct 11, 2020
Deeds Of Flesh

Ikon Brutal Death Deeds Of Flesh Bangkit Dengan Album Baru Yang Penuh ...

Formasi anyar Deeds Of Flesh plus alm. Erik Lindmark. Jawara brutal death metal kelahiran Los Osos, California, Amerika Serikat (AS), Deeds Of Flesh akhirny

on Sep 29, 2020