<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Corvus Corvidae – Kausa

Posted on: 07/29/19 at 11:06 am

Sang Gagak datang untuk membakar semangat mereka yang lemah.

Baca Juga: Synchronize Umumkan Daftar Line Up Gelombang Pertama

Oleh: Amien.

Beberapa bulan lalu ketika saya sedang berselancar di YouTube, saya menemukan sebuah wawancara menarik yang membahas kembalinya Lukman Laksmana atau yang lebih dikenal dengan panggilan Buluk.

Menarik bagi saya untuk sekedar mengetahui kemana saja selama ini seorang Buluk dan apa yang dia alami sehingga memutuskan menghilang selama itu dari dunia musik. Ternyata Buluk sudah kembali ke dunia musik sekitar awal tahun 2019 ini, dengan menjadi MC di sebuah tour band besar Indonesia, yaitu Slank.

Di obrolan tersebut yang menarik bagi saya adalah, seorang Buluk kembali ke dunia musik dengan membentuk band baru yang bernama Kausa. Tenang, dia tidak meninggalkan Superglad.

Kausa datang dengan formasi Buluk mengisi vokal dan gitar, Danar pada bass dan vokal, Fafa pada gitar, dan Ivan sebagai penabuh drum. Sekitar Maret lalu, mereka sudah mendaratkan album studio pertamanya berjudul Corvus Corvidae.

Memiliki makna burung Gagak, Corvus Corvidae bermuatan 10 lagu berkecepatan tinggi dan seluruhnya menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Sebagian besar bagian lirik ditangani oleh Buluk.

Jangan samakan Kausa dengan Superglad, dari segi musik atau pun lirik. Kausa memang masih kental dengan riff-riff Punk, malah lebih kental dibandingkan Superglad. Lirik nya pun lebih terdengar gelap, membahas situasi politik, dan ajakan untuk melawan keadaan.

Trek pertama di album ini adalah “Knarki,” trek ini bisa menjadi sebuah anthem apabila Kausa perform. Berikutnya kalian akan disuguhkan dengan “Serbu Serang,” yang merupakan single pertama dari album ini. Cukup membuat kalian ingin kebut-kebutan mengendarai kendaraan dengan lirik yang straight to the point.

Satu trek lainnya yang menarik adalah “Wacana Dan Rencana,” menyinggung tentang penolakan RUU permusikan yang sempat menyita perhatian semua musisi di Indonesia. Eet Sjahranie dari Edane didaulat untuk mengisi part gitar di lagu tersebut, yang membuat lagu tersebut terdengar cukup melodius. Kemudian ada “Pucuk Di Cinta Ulam Tiada,” lagu yang paling terasa punk-nya di album ini.

Baca Juga: Panasnya RUU Permusikan

Mungkin “Padamu Ngeri,” lagu penutup di album ini yang secara langsung dapat mewakili aliran musik Kausa. Mengaku berjalan di ranah stoner punk, muatan 10 lagu di Corvus Corvidae banyak beririsan dengan thrash metal dan heavy rock.

Verdict: 7/10.
Kausa masih harus banyak mengasah materi musik yang mereka usung untuk menjadi semakin ciamik ke depannya. Album penuh pertama mereka ini sederhana, membakar semangat dengan lirik yang langsung mengena intinya.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL

Ulasan BABYMETAL - Metal Galaxy, Penjelajahan Dunia Sonik Baru

Menggabungkan berbagai gaya musik, band asal Jepang ini menyajikan karya paling kreatifnya hingga saat ini, Metal Galaxy. Baca juga: Bagaimana Babymetal Uba

on Oct 11, 2019
Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019
Keterangan Foto Utama: Superglad (kredit foto: Superglad Facebook Page)

Surprise, Superglad Kembali Dengan Single Baru

Kembalinya Superglad dari mati suri juga hadir bersama kabar kurang menyenangkan dengan mundurnya Dadi sang gitaris Sempat menghilang tanpa kabar selama

on Aug 28, 2019