×
×

Search in Mata Mata Musik

Keluarga Aretha Franklin Kecewa dengan Eulogi yang ‘Tidak Sopan dan Tidak Menyenangkan’ dari Sang Pastor

Posted on: 09/5/18 at 10:56 am

Keluarga Aretha Franklin buka suara tentang komentar yang dilontarkan dalam eulogi sang penyanyi dan menyebutnya “tidak sopan dan tidak menyenangkan.”

Oleh: Rhian Daly (NME)

Penyanyi soul ini dikuburkan pada hari Jumat (31/8), dengan pemakaman yang diselenggarakan di Detroit Greater Grace Temple. Beliau meninggal pada tanggal 16 Agustus setelah berjuang melawan kanker pankreas di usianya yang ke-76 tahun.

Pendeta Jasper Williams Jr. menyampaikan eulogi di pemakaman tersebut, di mana dia membahas kondisi masyarakat kulit hitam di Amerika, termasuk kejahatan dan pembunuhan antar sesama orang kulit hitam. “Kalau Anda memutuskan untuk bertanya kepada saya hari ini ‘apakah nyawa orang kulit hitam berarti?’, izinkan saya menjawabnya seperti ini: Tidak, nyawa orang kulit hitam tidak berarti.

“Nyawa orang kulit hitam tidak akan berarti. Nyawa orang kulit hitam tidak berarti. Nyawa orang kulit hitam seharusnya tidak berarti, nyawa orang kulit hitam tidak berarti sampai orang kulit hitam mulai menghormati nyawa orang kulit hitam dan berhenti saling membunuh. Nyawa orang kulit hitam tidak akan pernah berarti.”

Dia juga berkomentar tentang orang tua tunggal, dengan mengatakan: “Seorang wanita kulit hitam tidak bisa membesarkan anak laki-lakinya menjadi seorang pria. Tepat di lingkungan Anda sendiri, di mana gerejamu berdiri, ada ibu tunggal yang berjuang dan tidak tahu harus berbuat apa.”

Dia menambahkan: “Setiap rumah membutuhkan seorang pria. Melalui program pembinaan dan menjadi orang tua bagi anak-anak kita, kita bisa mengubah orang kulit hitam Amerika. Sang ‘Queen of Soul’ telah berbicara, inilah saatnya bagi orang kulit hitam Amerika untuk kembali ke rumah.”

Dalam sebuah pernyataan, keponakan Franklin, Vaughn Franklin, mengkritik komentar Williams. “Pendeta Jasper Williams menghabiskan lebih dari 50 menit berbicara dan tidak sekalipun dia benar-benar memberikan pujian bagi [Aretha Franklin],” ucapnya. “Kami merasa bahwa Pendeta Jasper Williams Jr. memanfaatkan platform ini untuk mendorong agenda negatifnya, yang, sebagai pihak keluarga, kami tidak setujui.”

Pendeta tersebut dipilih, menurut Vaughn, karena dia pernah memberikan eulogi bagi ayah, saudara laki-laki, dan saudara perempuan Franklin. “Bibi saya tidak meminta Pendeta Jasper Williams Jr. untuk memberikan eulogi sebelum dia meninggal dunia karena kematian bukanlah topik yang dia bahas dengan semua orang.

“Namun, ada beberapa orang yang bibi saya kagumi yang merupakan individu yang luar biasa untuk membawakan euloginya termasuk Dr. William J. Barber, Pendeta Al Sharpton, Dr. Michael Eric Dyson, Pendeta James Holley, dan Pastor E.L. Branch.”

Dalam konferensi pers yang diberikan sebelum pernyataan dari keluarga dirilis, Williams berbicara tentang kritik atas euloginya dan mengatakan Franklin mempercayainya dan telah memilihnya untuk berbicara di acara pemakamannya. Dia mencoba mengklarifikasi komentarnya tentang ibu tunggal dengan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud mengatakan mereka tidak mampu membesarkan anak-anak mereka.

“Saya berbicara tentang banyak wanita lajang yang kesulitan membesarkan anak-anaknya dan di komunitas kulit hitam tidak ada pembinaan bagi anak-anak,” ujarnya. “Dan saat ada anak laki-laki, contohnya, dan 70 persen lebih dari rumah tangga kita dikepalai oleh para wanita kami yang berharga dan seberapa berharga, cantik, dan bangganya mereka, mereka tidak bisa mengajarkan anak laki-laki untuk menjadi seorang pria.”

Terkait komentarnya tentang Black Lives Matter, dia mengatakan: “Saya mengatakan bahwa saat kami, sebagai suatu ras, hanya duduk dan marah apabila seorang polisi membunuh salah satu dari kami, dan kami tidak mengatakan apa pun saat 100 orang kami dibunuh oleh kami sendiri, maka ada yang salah dengan itu. Saya tidak mengatakan nyawa orang kulit hitam tidak berarti dalam hal nilai nyawa orang hitam, tapi apa yang saya katakan, pada dasarnya, adalah bahwa nyawa itu tidak berarti, tidak harus berarti, tidak dapat berarti sampai orang hitam mulai – Aretha – R-E-S-P-E-C-T, menghormati nyawa orang kulit hitam. Hanya dengan begitu hidup orang kulit hitam berarti.”

Saat ditanya apakah dia pikir Franklin akan menyetujui euloginya, dia membalas: “Mengingat dia adalah kontributor yang luar biasa bagi gerakan hak-hak sipil dan semuanya yang dia berikan, saya rasa apabila saya melakukan sesuatu untuk mengubah orang kulit hitam Amerika, dia akan senang.”

Pemakaman Franklin disiarkan live secara online, dengan beberapa bagian disiarkan di TV di Amerika. Acara tersebut menampilkan penampilan dan penghormatan dari Stevie Wonder, Ariana Grande, Chaka Khan, Jennifer Hudson, Gladys Knight, dan banyak lainnya.

Keterangan foto utama: Aretha Franklin. (Foto: Getty Images)

Sumber: https://www.nme.com/news/music/aretha-franklin-eulogy-offensive-distasteful-2373909

Posted on September 4, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Dokumenter Aretha Franklin Akan Buka Festival Film Roger Ebert 2019

Dokumenter Aretha Franklin Akan Buka Festival Film Roger Ebert 2019

Belum lama ditemukan kembali, Amazing Grace adalah film konser yang mengisahkan kembalinya Aretha Franklin ke musik gospel di tahun 1972. Oleh: Tim Peacock.

on Mar 19, 2019
Aretha Franklin Akan Muncul di Seri 'Genius' NatGeo

Aretha Franklin Akan Muncul di Seri 'Genius' NatGeo

Aretha Franklin menjadi tokoh ketiga yang dibahas setelah Albert Einstein dan Pablo Picasso Oleh Associated Press (Billboard) Kumpulan berita hari Minggu

on Feb 13, 2019
Album Gospel Aretha Franklin Akan Dirilis Ulang

Album Gospel Aretha Franklin Dirilis Ulang

Songs of Faith: Aretha Gospel direkam di tahun 1956, saat Aretha Franklin berusia 14 tahun. Oleh: Noah Yoo (Pitchfork) Album Aretha Franklin dari tahun 1

on Feb 9, 2019
Sederet Artis Ini Akan Tampil di Konser Penghormatan Aretha Franklin

Sederet Artis Ini Akan Tampil di Konser Penghormatan Aretha Franklin

Aretha! A Grammy Celebration for the Queen of Soul akan menghadirkan di antaranya Common, Celine Dion dan John Legend. Oleh: Madison Bloom (Pitchfork) Se

on Dec 29, 2018