×
×

Search in Mata Mata Musik

Kematian Goo Hara Jadi Bukti Timpangnya Sistem Peradilan Korea

Posted on: 11/28/19 at 6:18 pm

Di Korea Selatan, kematian Goo Hara memicu amarah publik seputar kejahatan seksual terhadap perempuan dan persepsi luas bahwa penegak hukum telah gagal mengatasi masalah ini dengan efektif.

Pasca kematiannya, dua nama yang kurang dikenal sebelumnya: Choi Jong-bum dan Oh Duk-shik mulai trending di media sosial Korea. Choi Jong-bum adalah mantan pacar Goo Hara, yang dijatuhi beberapa tuduhan termasuk merekam hubungan seks mereka tanpa persetujuan Goo Hara dan mengancam akan merilis video tersebut. 

Nama lainnya, Oh Duk-shik, adalah hakim pria yang membebaskan Choi dari tuduhan tersebut pada bulan Agustus ini, namun memberikannya hukuman atas tuduhan lain, termasuk penyerangan.

Baca juga: Kondisi IU Dikhawatirkan Pasca Kematian Goo Hara & Sulli

Kamera mata-mata, atau yang disebut “molka,” belakangan ini menjadi isu panas di Korea Selatan. Demonstransi anti-molka tahun lalu, yang mendorong banyak kaum wanita turun ke jalanan kota Seoul, diikuti oleh hype di media yang berlangsung selama berbulan-bulan. Berbagai sektor pemerintah menyatakan “perang melawan molka,” salah satunya dengan melakukan pencarian besar-besaran kamera tersembunyi di toilet umum.

Tetapi realita terbukti lebih serius daripada yang diberitakan. Sebagian besar rancangan undang-undang terkait molka, termasuk beberapa yang bertujuan untuk mendenda atau memenjarakan penyedia layanan yang tidak menghapus rekaman dari situs web mereka, terus mandek di Majelis Nasional, membuat para korban kejahatan ini terus berusaha mencari keadilan di sistem yang cacat.

Menurut perkiraan polisi, jumlah kasus molka di Korea Selatan setiap tahunnya melonjak sekitar 6.000 kasus antara tahun 2013 dan 2017. Mayoritas korbannya adalah perempuan, dan sebagian besar pelaku adalah laki-laki. Pelaku dapat dijatuhkan hukuman lima tahun penjara, meskipun itu jarang terjadi bahkan dalam kasus yang paling parah sekalipun. Kebanyakan pelaku hanya diminta membayar denda sebagai hukuman.

Selama bertahun-tahun, para kritikus mengecam hukuman ringan tersebut. Mereka percaya, hukuman itu justru memotivasi pria untuk mengulangi kejahatan yang sama. Kejahatan semacam ini tidak sulit dilakukan di negara dengan internet berkecepatan tinggi seperti Korea, yang penuh dengan hub yang tidak diawasi untuk bertukar konten ilegal. Video yang direkam dengan molka sering dikonsumsi sebagai tontonan porno “natural” dan “dipandang sebagai masalah selera,” kata Ha Yena, aktivis anti-molka.

Setelah skandal Burning Sun meledak awal tahun ini, yang melibatkan beberapa artis pria terkenal di ranah K-pop karena merekam dan mendistribusikan konten molka, isu ini kembali menjadi sorotan. 

“Ayo ketemu mereka online, pergi ke klub telanjang dan memperkosa mereka di mobil,” tulis Jung Joon-young—yang mungkin akan menghadapi hukuman tujuh tahun penjara karena tuduhan molka dan pemerkosaan massal—di group chat. Kontroversi ini mengingatkan banyak wanita Korea—bahkan bintang besar seperti Goo Hara—akan kejadian buruk yang menimpa mereka.

Jung Joon Young
Jung Joon Young mengaku menyebarkan rekaman intim di chatroom. (Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)

“Saat saya melaporkan kasus chatroom Jung [Joon-young], Goo Hara sendiri menelepon saya setelah itu,” kata reporter SBS Kang Kyung-yoon dalam wawancara di TV sehari setelah kematian Goo. “Dia bilang dia ingin bantu. … Dia menderita karena [mantan pacarnya] dibebaskan dari tuduhan molka itu.”

Demonstrasi anti-molka tahun lalu dipicu oleh apa yang disebut para demonstran sebagai kurangnya sensitivitas gender dalam penegakan hukum. Penegak hukum di Korea Selatan didominasi oleh kaum pria. Sebagian besar polisi Korea adalah pria. Wanita tidak pernah menjadi hakim agung di Mahkamah Agung, kepala Badan Kepolisian Nasional ataupun jaksa penuntut umum. Hakim wanita hanya mengisi 30 persen dari jumlah keseluruhan hakim di Korea.

Setelah kematian Goo Hara, perhatian baru pada kasusnya menimbulkan frustrasi serupa. Surat kabar Busan bahkan mengatakan tim hakim Oh sama sekali tidak memiliki sensitivitas gender. 

Beberapa alasan hakim membebaskan Choi dari tuduhan molka dilaporkan mencakup: Setelah Choi dan Goo bertemu di sebuah program televisi, Goo terlebih dulu menghubungi Choi melalui Instagram. Mereka juga sering melakukan hubungan seks. Goo sendiri sering mengambil foto intim Choi. Namun tidak satu pun dari alasan ini yang berhubungan dengan tuduhan Choi atau menunjukkan pemahaman tentang konsensus dan pengalaman perempuan. 

Goo Hara
Goo Hara menderita karena mantan pacarnya dibebaskan dari tuduhan molka. (Foto: Chung Sung Jun/Getty Images)

Masalah sistem peradilan ini lebih dalam dari sekadar kejahatan molka.  Beberapa bulan lalu, seorang mahasiswa hanya diberikan hukuman percobaan setelah menghabisi pacarnya sampai mati karena menunjukkan minat pada pria lain. Menurut laporan media, hakim mengatakan pembunuhan tersebut tampak “tidak sengaja,” dan “mereka tampaknya sangat jatuh cinta.”

Baca juga: Goo Hara Sempat Bantu Reporter Ungkap Skandal Jung Joon Young

Kematian Goo Hara terjadi hanya 41 hari setelah kematian teman dekatnya, Sulli, bintang K-pop yang bunuh diri karena menjadi korban cyberbullying.

Kematian keduanya, yang terjadi dalam waktu yang begitu dekat, menjadi pengingat akan kenyataan pahit bahwa semua wanita Korea Selatan—bukan hanya bintang K-pop—sangat rentan menghadapi pelecehan dan kekerasan.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Genius Tuntut Ganti Rugi Rp 700 M ke Google atas Penjiplakan Lirik Lag...

Bulan Juni lalu, Genius - perusahaan media digital yang terkenal menyediakan lirik lagu - menuding Google menjiplak basis data liriknya. Sekarang, Genius menja

on Dec 11, 2019
Katy Perry

Katy Perry Geret Musikolog dalam Kasus Hak Cipta "Dark Horse"...

Katy Perry dan tim hukumnya resmi melakukan serangan balik terhadap gugatan pelanggaran hak cipta senilai $2,78 juta yang dilayangkan belum lama ini terkait la

on Dec 11, 2019
Chris Cornell

Istri Chris Cornell Gugat Soundgarden Atas Royalti & Hak Cipta

Senin kemarin (9/12), istri mendiang Chris Cornell, Vicky Cornell, melayangkan gugatan bernilai ratusan ribu dolar terhadap rekan-rekan Chris di Soundgarden. D

on Dec 10, 2019
IU

Kondisi IU Dikhawatirkan Pasca Kematian Goo Hara & Sulli

Berita tentang kematian bintang K-pop lainnya akibat bunuh diri tiba hari Minggu kemarin setelah Goo Hara ditemukan tidak sadarkan diri di lantai apartemennya

on Nov 27, 2019