×
×

Search in Mata Mata Musik

Ketakutan Masa Lalu Penyesalan Masa Kini Hantui Single Debut Beijing Connection

Posted on: 02/11/21 at 10:00 am

Ketakutan Masa Lalu Penyesalan Masa Kini Hantui Single Debut Beijing Connection
Beijing Connection. (Foto: dok. band).

Mengusung alternative rock dengan gaya midwest emo, Beijing Connection memantapkan diri mereka dengan merilis single perdana yang berjudul ‘We Should’ve Left Our Hearts In The South Where They First Met’ pada awal Februari 2021. Single ini telah tersedia di berbagai platform musik digital bersamaan dengan MV (Music Video) yang bisa disaksikan di kanal YouTube Beijing Connection.

Baca juga: Lewat ‘Deny, Denial’, Unit Noise Emo Milledenials Beri Output Buat Nangis Bareng

Band asal Makassar yang formasinya terdiri dari Rudy Rubiandini (bass/vokal), Adhewans (gitar) dan Joy Silitonga (dram) ini adalah asli produk WFH (Work From Home) yang mana saat itu mereka aktif bertemu dan menjalin silaturahmi yang cukup erat selama masa pandemi Covid-19. Proyekan yang awalnya hanya untuk bernostalgia dengan lagu-lagu emo awal 2000-an mendadak menjadi serius di mana ajang “nongkrong virtual“ mereka menjadi sesi workshop kecil yang menghasilkan beberapa lagu.

Jika ditilik dari proses kreatif, notasi musik dibuat oleh Adhewans dengan sentuhan gaya math pop serta pengaruh emo pada notasi vokal sedangkan penulisan lirik dilakukan oleh Rudy, karena ide lagu ini berdasarkan kisah nyata, dan walhasil melahirkan lirik yang cukup sentimental tentang ketakutan–ketakutan yang terjadi di masa lampau berangsur menjelma menjadi penyesalan–penyesalan di masa kini, apabila dianalogikan lagu ini seperti gabungan film 500 Days of Summer dan You are the Apple of My Eye.

Beijing Connection banyak dipengaruhi oleh Empire! Empire! (If I Was A Lonely State), Tiny Moving Parts, Mew dan beberapa nama lain yang akhirnya mengarahkan band ini menyelami emo generasi kedua yang biasa disebut midwest emo.

Untuk artwork, ini adalah potret pemandangan kuburan dengan notebook biru yang mengandung pesan khusus kepada orang tertentu kemudian diwarnai dengan nuansa city pop oleh Yhuza, komikus lokal Makassar.

Dalam penggarapan video klip pun dibuat dengan tangkapan gambar yang cukup sederhana menggunakan teknik semiotika. Sang director, Yoga Pratama berhasil memaksimalkan hal tersebut yang membuat lagu dan video terasa begitu padu. Meski sederhana, Yoga seakan-akan menangkap inti dari single ini, oleh karena itu doi menyematkan beberapa adegan multitafsir bahkan terkesan subliminal.

Baca juga: Jawara Emo Majesty Bangkit Dari Hiatus Rilis EP Debut “DELUSI” Bareng MV Single

Ok, langsung saja, mari kita simak video klip single perdana Beijing Connection.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Pop-Punk

    Pop-Punk Kembali Berjaya Berkat 'Crossover' Hip Hop & Aksi Viral TikTo...

    Pop-punk sepak terjangnya mengalami lonjakan selama setahun terakhir dan kemungkinan seterusnya. Terbukti subgenre punk rock ini kembali merayap ke banyak

    on May 10, 2021
    Beijing Connection

    Beijing Connection Kembali Lampiaskan Patah Hati Via Single Kedua

    Hanya berselang satu bulan dari single pertama, Beijing Connection kembali mengeluarkan single keduanya. Judulnya panjang, 'Nowadays, Burger is Not My Favo

    on Mar 28, 2021
    For Revenge & Stereo Wall

    For Revenge & Stereo Wall Lebur Energi Emo Via Collab Single 'Jakarta ...

    Dua band yang dikenal sebagai pengusung gaya emo/modern rock, For Revenge dan Stereo Wall berkolaborasi dalam sebuah lagu yang menyatukan energi dan karakt

    on Mar 1, 2021
    Milledenials

    Lewat 'Deny, Denial', Unit Noise Emo Milledenials Beri Output Buat Nan...

    Milledenials. (Foto: dok. Milledenials). Secara klise sering kali disebut pengusung gaya musik Midwest Noise Emo, Milledenials terbentuk dari hubungan asmar

    on Jan 30, 2021