×
×

Search in Mata Mata Musik

Kisah Lagu ‘Bad Boys’ Inner Circle Yang Membuat Reggae “Great Again”

Posted on: 06/13/20 at 7:00 am

Inner Circle.
Inner Circle. (Foto: Larry Marano/Shutterstock).

Lagu ‘Bad Boys’ ciptaan Inner Circle – lagu tema yang sangat khas untuk acara TV Cops, yang baru-baru ini dicabut dari Paramount Network setelah siaran selama lebih dari 30 tahun – merupakan lagu hit sangat besar dengan sejarah panjang yang menarik di baliknya. Ketenaran dan popularitasnya adalah hasil dari serangkaian peristiwa dan keadaan aneh yang menyebabkannya menjadi salah satu lagu reggae yang paling dicintai oleh orang-orang non-Jamaika.

Meskipun berbasis di Miami, Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1980-an, Inner Circle memulai karier di Jamaika pada akhir tahun 1960-an sebagai sekelompok musisi muda kelas menengah yang kemudian terpecah menjadi dua grup yang berbeda, yang satunya lagi adalah grup reggae sukses bernama Third World. Band-band independen alias indie seperti Inner Circle dan Third World sebagai artis rekaman kasusnya jarang terjadi di Jamaika, di mana normanya adalah kelompok vokal atau penyanyi solo diiringi dengan band pendukung untuk keperluan rekaman dan tur.

Tetapi Inner Circle kemudian semakin berkembang saat mereka bekerja sama dengan vokalis muda yang karismatik bernama Jacob Miller. Bersama Jacob, band ini mendapatkan banyak lagu hit – sampai saat kematian tragis Jacob Miller akibat kecelakaan mobil pada bulan Maret 1980 memaksa band untuk mengambil cuti beberapa tahun untuk berkumpul kembali.

Ketika Inner Circle berkumpul kembali pada tahun 1986, para anggotanya memindahkan markas mereka ke Miami, AS dan mulai jalan bersama seorang vokalis baru, yaitu Calton Coffie. Mereka lantas membangun kembali diri mereka sendiri di pasar musik reggae internasional yang masih belum pulih dari kematian Bob Marley pada tahun 1981, dan telah berhasil ikut serta dalam berbagai tur bergengsi dengan membuka konser untuk artis-artis seperti The Police dan Talking Heads. Itu semua sepenuhnya terjadi secara terpisah dari scene musik Jamaika, di mana genre dancehall sedang tenar-tenarnya, tetapi Ian dan Roger Lewis, dua bersaudara yang merupakan anggota inti Inner Circle, telah mengidentifikasi pasar musik mereka dan mengejarnya dengan sikap profesionalisme yang sama dengan yang mereka tunjukkan sejak awal.

Album kedua pasca reuni mereka, One Way (1987), menampilkan lagu ciptaan Ian Tulis yang sangat catchy berjudul ‘Bad Boys’ yang muncul di sisi ke-2 album tersebut. RAS Records, label reggae asal Washington DC, AS yang merilis album itu, tidak memiliki pengaruh pemasaran atau distribusi untuk membuat dampak secara mainstream dengan lagu tersebut, tetapi band ini merasakan potensinya dan merekam ulang lagu itu untuk album mereka selanjutnya, Identified (1989). Ini adalah tahun yang sama ketika acara TV baru dari perusahaan Fox berjudul Cops memulai debutnya, yang menggunakan lagu ‘Bad Boys’ sebagai lagu tema pembukaannya, yang tampaknya dipilih oleh salah satu produser acara itu yang kebetulan adalah seorang penggemar Inner Circle.

Popularitas acara itu dengan cepat meningkat, begitu pula lagunya – bagian reffBad boys, bad boys / Watcha gonna do when they come for you” dampaknya sangat krusial terhadap pop culture bersama dengan video buramnya yang menampilkan polisi sedang mengejar pelaku kriminal. Versi rekaman ulangnya secara sukses dirilis sebagai single di Eropa sekitar periode waktu yang sama – mencapai peringkat No. 1 di chart/tangga lagu Norwegia – tetapi pada tahun 1992, keakraban lagu itu dengan acara Cops saking eratnya sampai dimasukkan ke dalam sebuah album Inner Circle (Bad to the Bone) untuk ketiga kalinya, dan dipilih untuk perilisan single di AS oleh Big Beat Records, label yang didirikan pada 1980-an oleh CEO Atlantic Records saat ini, Craig Kallman. Album itu dikoreksi judulnya menjadi Bad Boys dan lagu itu menjadi lagu Top 10 yang laris manis di AS

Keberhasilannya selama di Big Beat Records juga memungkinkan perusahaan induknya, Atlantic Records untuk membangun cabang label lainnya pada tahun 1990-an. Keunikan lagu itu semakin terkenal pada tahun 1995 ketika namanya dipinjamkan untuk – dan juga berfungsi sebagai lagu temanya – seri film action komedi Bad Boys yang perankan oleh aktor Will Smith dan Martin Lawrence.

Hasil dari jalan panjang yang lika-liku menuju level kesuksesan global ini adalah sebuah lagu yang telah melampaui zamannya dan bahkan genre-nya sendiri. Di antara acara TV, seri film dan penggunaannya dalam video game seperti Grand Theft Auto (GTA), lagu ‘Bad Boys’ dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia, meskipun kamu lebih mungkin mendengarnya di pesta-pesta kampus atau acara olahraga dibanding klub reggae atau pada tingkat sound system yang bertabrakan. Bukan berarti duo Lewis bersaudara di Inner Circle keberatan dengan itu. Mereka terus memimpin band-nya sampai hari ini dari studio dan markas mereka di Miami serta melakukan tur secara ekstensif sambil tetap mengetahui lagu mana dalam katalog musik mereka yang paling disukai audiensnya zaman sekarang.

Dengarkan ‘Bad Boys’ persembahan Inner Circle di bawah ini:

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Glorious Friends

Pandemi Nggak Hentikan Glorious Friends Tampil Di Dua Festival Ska Int...

Glorious Friends. Mengusung musik ska dan reggae dengan khas anak muda Indonesia, Glorious Friends kembali mengejutkan pencinta musik Indonesia. Setelah di

on Nov 22, 2020
Jamessteady ska

Sixtet Ska Asal Cirebon Jamessteady Kembali Dengan EP "Riot City Rocke...

Jamessteady. Jamessteady, nama yang nggak asing bagi penggemar musik ska, reggae maupun rock steady. Tumbuh dari scene musik reggae di kota Cirebon, Jamesst

on Nov 21, 2020
Ayuenstar

Mantan Idol 2018, Ayuenstar Jadi Diri Sendiri Via 'Swagger', Single Hi...

Ayuenstar. Banyak penyanyi hebat Indonesia lahir dari berbagai ajang pencarian bakat di televisi. Mereka hadir dengan talenta dan ciri khas mereka masing-ma

on Nov 18, 2020
Saykoji

Lewat 'SideHustle', Saykoji Gaet Iwa K & Ras Muhamad Sebarkan Spirit O...

Persatuan hip-hop dan reggae (ki-ka): Iwan K, Saykoji, Ras Muhamad. Pandemi mengubah jalan pikiran semua orang, mau nggak mau survival adalah hal utama yang

on Oct 11, 2020