×
×

Search in Mata Mata Musik

Konser Madball Dipadati 2.000 Orang Dikecam, Promotor: Omong Kosong!

Posted on: 04/28/21 at 1:00 pm

Konser Madball Dipadati 2.000 Orang Dikecam, Promotor: Omong Kosong!
Madball. (Foto: Nuclear Blast Records).

Sekitar 2.000 orang berdesak-desakan sambil slam dance dan moshing saat menyaksikan mini festival musik hardcore yang dibintangi oleh Madball. Konser tersebut digelar di outdoor venue di Tompkins Square Park, New York City pada Sabtu, 24 April lalu. Peristiwa yang dinilai melanggar protokol pandemi itu hingga kini masih diselidiki oleh New York City Department of Parks & Recreation (NYC Parks).

Baca juga: Rage Against The Machine Ogah Konser Kalau Kapasitas Venue Dibatasi

Menurut stasiun TV lokal New York, PIX 11, promotor konser, Black ‘N’ Blue Productions telah mengantongi surat izin dewan kota terlebih dahulu. Dengan mendaftarkan acara tersebut sebagai “peringatan 11 September” alias “9/11” yang diperkirakan hanya akan menarik 100 penonton.

“Masalah ini secara aktif diselidiki karena permohonan izin yang diajukan dan tampaknya telah melanggar kesepakatan. Izin di masa mendatang dalam bahaya,” kata juru bicara NYC Parks kepada Gothamist, Senin, 26 April lalu.

Konser Madball dan kawan-kawan

Konser itu digelar sebagai ajang pengumpulan dana untuk New York Firefighters Burn Center Foundation alias Yayasan Pusat Pembakaran Pemadam Kebakaran New York. Tetapi seperti yang dibuktikan oleh rekaman video konsernya, promotor dinilai lalai membatasi jumlah penonton. Di sekeliling mosh pit yang sebagian besar tanpa mengenakan masker adalah legiun fans hardcore dan warga New York. Mereka tentu merasakan euforia karena haus hiburan sejak konser offline berhenti total selama setahun terakhir. Mereka berbondong-bondong datang untuk menyaksikan aksi Madball dan band-band pendukungnya; Murphy’s Law, Bloodclot (fitur vokalis lama Cro-Mags, John Joseph), dan The Capturers.

Konser Madball, Murphy's Law, Bloodclot, The Capturers

Respons Balik “Hardcore” Dari Band & Promotor

John Joseph kemudian menggunakan Facebook untuk membalas kritikan netizen karena acara tersebut tidak menjalankan protokol pandemi, terutama menjaga jarak. Doi membandingkan konser hardcore itu dengan aksi protes massal terhadap pembunuhan George Floyd dan pertemuan 4/20 di Washington Square Park:

Kemarin di Tompkins Square Park, lebih dari 2.000 orang mengintip keluar. Konser gratis untuk Rakyat oleh Rakyat. Itu adalah suatu ledakan! Kami mengumpulkan $$$ untuk New York Firefighters Burn Center Foundation, dan memberi makan orang-orang dengan makanan organik nabati.

Dan izinkan gue menyampaikan hal ini kepada semua omong kosong itu. Selama setahun terakhir di NYC ada protes – puluhan dan ribuan orang di jalan – beberapa kerusuhan dan penjarahan terlibat dalam serangan bias. Pada 4/20 hari ganja, ribuan orang memenuhi Washington Square Park, berbagi rokok dan pipa ganja. Enggak ada yang mengatakan omong kosong. Ini adalah PROTES kami – RALLY KAMI. Orang yang enggak ingin datang – menjauhlah. Bagus, toh enggak ada yang merindukan mereka juga.

Adapun promotor konser, Black ’N’ Blue Productions membantah laporan tentang pengajuan izin sebagai acara peringatan 9/11 dalam pernyataannya:

Gue yakin kebanyakan orang tahu kebohongan media hampir sepanjang waktu. Tetapi hanya untuk omong kosong dan cekikikan, izin (acara itu) tuh enggak menyebut apa-apa soal peringatan 9/11!! Gue memiliki izin itu di tangan gue. Bangsat. (Gue) sudah melihatnya lagi untuk memastikan tetapi enggak ada yang bertuliskan Peringatan 9/11. Dapat pemberitaan dari Pix 11 langsung mereka posting, cukup jelas bahwa orang-orang telah mengisap kontol media akhir-akhir ini. Izin yang kami terima tidak mengatakan apa-apa. Ayolah, bego… kalian tuh terlalu cepat menelan berita itu mentah-mentah. Sayangnya, enggak heran. Kami melihat kalian.

Penonton Tidak Bisa Dipaksa Jaga Jarak

Promotor kemudian mengatakan bahwa mereka mematuhi daftar persyaratan 3 halaman yang ditetapkan oleh NYC Parks. Mereka juga enggak bisa memaksakan jarak sosial fisik kepada para penonton.

“Kami diminta untuk menyediakan sarung tangan, masker, pembersih dan clipboard jika seseorang ingin secara sukarela memberikan pelacakan kontak,” kata promotor. “Dan kami menyediakan dua meja dengan semua perlengkapan yang diperlukan. Kami enggak bisa menegakkan aturan, kami enggak bisa, kami bukan polisi. Bahkan polisi bilang mereka enggak bisa memaksa”.

Baca juga: John Joseph Klarifikasi T-shirt Cro-Mags Yang Tidak Akurat Di Wonder Women 1984

Saksikan cuplikan video performa Madball membawakan lagu ‘Lockdown’ dan aksi Bloodclot di bawah ini.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Avenged Sevenfold

    Avenged Sevenfold Ungkap Alasan Sebenarnya Album Baru Dirilis 2022

    A7X circa 2017. (Foto: dok. A7X). Avenged Sevenfold (A7X) mengembuskan angin segar kepada semua Deathbat Nation di mana pun berada. Pasalnya, sang vokalis,

    on Jul 8, 2021
    Fingerprint

    Fingerprint Unit Hardcore Medan Lepas Single Total Mosh 'Dongan Sahuta...

    (Foto: dok. Fingerprint). Fingerprint, satu lagi band berbahaya yang patut diperhitungkan secara lebih luas dalam kancah musik cadas Tanah Air. Gerombolan h

    on Jul 7, 2021
    Section H8 hardcore band

    Section H8 Dijuluki Hardcore Terbaik 2021, Rilis Single Fitur Tim Arms...

    Section H8 (Foto: Ruben Preciado). Section H8. Baru dengar ya? Ngaku saja, iya. Kalau sudah, berarti lo memang HC Kid. Bulan Juni lalu, band hardcore kelahi

    on Jul 5, 2021
    Averments

    Averments, Buktikan Taring Scene Hardcore Malang Via Single 'Betrayal'

    Averments, mungkin nama ini sudah enggak asing lagi bagi teman-teman mereka (ya iyalah, hehe). Namun nama band post-hardcore ini terdengar baru di scene mu

    on May 17, 2021