×
×

Search in Mata Mata Musik

Kuartet Hardcore Enemy Of Judas Bangkit Dan Muntahkan ‘Mati’, Single Barunya

Posted on: 08/12/20 at 9:30 am

Kuartet Hardcore Enemy Of Judas Bangkit Dan Muntahkan 'Mati', Single Barunya
Enemy Of Judas.

Di tahun 2020 ini, Enemy Of Judas (EOJ) kembali menunjukkan taringnya kepada para fans hardcore dengan single berjudul ‘Mati. Musik EOJ kini dipengaruhi oleh band-band hardcore metalik internasional seperti Code Orange, Sworn Enemy, Bury Your Dead dan Gideon. Masih mengusung nuansa hardcore OG Los Angeles yang kental dengan balutan metal yang membuat musik EOJ jauh lebih fresh dan variatif.

Menurut Coki, sang dramer, single ‘Mati’ bercerita tentang orang yang punya keinginan bunuh diri, tetapi kemudian tersadar bahwa keinginannya itu terlalu egois buat dia dan orang-orang terdekatnya. Lewat single ‘Mati’ ini, EOJ mencoba ‘berteriak’ kepada orang-orang yang mengatasnamakan anxiety dan bipolar sebagai alasan untuk mengakhiri hidup. “Kami sih berharap dengan hadirnya kembali musik kami, bisa menjadi variasi baru untuk scene musik hardcore saat ini, “Just be a real deal, hardcore still lives”.

Untuk lebih mengenal EOJ, mari kita sedikit flashback. Lahirnya EOJ berawal dari kisah empat anak SMP yang ingin terlihat keren dengan bermain band. Tapi nggak seperti band-band SMP tahun 2007 lain yang lazim berkiblat pada genre punk rock, melodic punk atau emo, EOJ memilih genre hardcore. Genre ini, menurut EOJ lebih mewakili jiwa muda mereka yang haus terhadap musik dan lirik yang lebih powerful. EOJ lantas menjadikan band-band seperti Terror, Madball, Hatebreed dan First Blood sebagai bahan-bahan untuk meracik musik hardcore mereka sendiri.

Langkah mereka nggak salah, dalam tempo singkat EOJ menjadi band hardcore yang melahirkan single-single cadas seperti ‘Hardlife’, ‘We are Enemy’, ‘Popularitas Kelewat Batas’, dan tentu saja, ‘Timur Jakarta’. Seakan tanpa rem, EOJ injak pedal ‘gas terus’ berkarya lewat kompilasi Corner Street (2008/2009) bareng band-band hardcore punk lawas seantero Bekasi dan Jakarta Timur, serta merilis mini album bertajuk Batas Waktu (2010), dan split album (2014) dengan Grilled (band hardcore Bekasi) yang meluncurkan single ‘Timur Jakarta’.

Bukan cuma gahar di rilisan lagu, EOJ pun rajin menggetarkan banyak gigs dan pensi. Dimulai dari stage legendaris Parkit De Javu Club (RIP), hingga menjadi opening dari band idola mereka, Terror (Los Angeles HC Band) dan FC Five (Japan HC Band) pada tahun 2011.

Konflik hingga pergantian personil nggak bisa mematikan semangat EOJ untuk bermusik, namun di akhir tahun 2014 mereka memutuskan untuk vakum. Bukan karena persaingan panggung, tapi realita kehidupan dan keluarga yang memang harus lebih diprioritaskan. Siapa sangka di balik kegaharan personil-personil EOJ, ada sosok pengusaha, pegawai BUMN bahkan pilot pesawat udara.

Tapi tenang saja, ini bukan kisah sedih dan nggak ada kata ‘perpisahan’ di kamus EOJ. Dan mereka sekarang telah kembali dan stonger than before nampaknya. Yuk ah langsung saja didengarkan single ‘Mati’ di bawah ini.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

A Day To Remember

A Day To Remember Umumkan Album Baru Seraya Rilis Single 'Brick Wall'

A Day to Remember. (Foto: Jimmy Fontaine). A Day To Remember (ADTR) akan merilis album pertama mereka dalam hampir lima tahun. Berjudul You’re Welcome, al

on Nov 19, 2020
Bring Me The Horizon

Oli Sykes (Bring Me The Horizon) Bahas Seputar EP "Post Human: Surviva...

Bring Me The Horizon. Bring Me the Horizon (BMTH) baru-baru ini merilis mini album alias EP barunya yang berjudul Post Human: Survival Horror pada 30 Oktobe

on Nov 2, 2020
Excrowded

Berkonsep Sporty-Teatrikal, Unit Hardcore Excrowded Rilis MV 'Under Th...

Excrowded. Excrowded, band hardcore yang terbentuk di tahun 2015 ini membuktikan bahwa mereka adalah napas baru yang patut diperhitungkan di scene musik cad

on Sep 24, 2020
Afterlife

Comeback Via 'Wasting Time', Kuartet Metalcore AFTERLIFE Menerjang Ger...

Afterlife. (Foto: Hopeless Records). Mungkin lo pernah dengar beberapa band bernama Afterlife sebelumnya dengan genre dan geografis asal yang berbeda-beda.

on Sep 18, 2020