×
×

Search in Mata Mata Musik

Lady A (Lady Antebellum) Tuntut Balik Penyanyi Kulit Hitam Yang Bernama Sama

Posted on: 07/12/20 at 7:30 am

Lady Antebellum (a.k.a Lady ). (Foto: Dove Shore) / Lady A penyanyi lawas.

Nah, inilah cerita yang semakin memburuk. Lady A, sebelumnya dikenal sebagai Lady Antebellum, sekarang telah menggugat Anita “Lady A” White, penyanyi blues berkulit hitam yang telah menggunakan nama panggung “Lady A” itu selama lebih dari 20 tahun.

Singkatnya, trio country Lady A menghapus kata “ntebellum” dari nama mereka pada bulan Juni lalu sebagai hasil dari respons terhadap kultur rasisme yang dilembagakan dan tertanam di Amerika Serikat (AS). Namun, di luar kenyataannya, “Antebellum” pada dasarnya masih merupakan simbol dari era pra-Perang saudara Amerika, peralihan tersebut menuai kritik ketika terungkap bahwa Anita “Lady A” White telah menggunakan moniker itu selama bertahun-tahun. “Bagi mereka untuk tidak menjangkau (aku) adalah hak istimewa yang murni,” ujar sang artis berusia 61 tahun tersebut menjelaskan pada saat itu.

Beberapa hari kemudian, band Lady A mengunggah gambar dari obrolan video mereka dengan penyanyi Lady A di Twitter. “Kami sangat senang untuk mengumumkan bahwa (perbincangan) kami telah bergerak maju dengan solusi positif dan pengertian yang sama,” baca keterangan itu. Pengumuman ini terbukti prematur, karena pembicaraan antara kedua belah pihak, alih-alih membaik malah semakin memburuk. Dalam sebuah pernyataan kepada Newsday, Anita White mengatakan bahwa dia “tidak senang” dengan rancangan perjanjian yang telah dikirim grup country tersebut. “Manajemen mereka berusaha menghapusku… Kepercayaan itu penting dan aku tidak lagi mempercayai mereka,” tambahnya.

Yang kemudian menghasilkan gugatan yang diajukan oleh band Lady A pada Rabu, 8 Juli di pengadilan Nashville, AS. Gugatan tersebut berargumen bahwa Anita White berusaha “untuk menegakkan hak merek dagang yang diakui dalam suatu nama yang telah dimiliki Penggugat selama lebih dari satu dekade”. Dalam dokumen paten yang diulas oleh Billboard, tampaknya band ini memang mendaftarkan nama “Lady A” untuk tujuan hiburan, rekaman musik, dan pakaian pada Mei 2010, dengan persetujuan yang tidak diperebutkan pada Juli 2011. Band ini lebih lanjut menyebutkan contoh-contoh pada awal 2008 ketika mereka menggunakan nama Lady A secara bergantian dengan nama Lady Antebellum.

Di bagian lain gugatan itu, ada yang menyebutkan bahwa penasihat baru Anita White mengajukan rancangan revisi dari kesepakatan yang diusulkan antara penyanyi dan band. Kali ini, ada “permintaan moneter (dengan harga) selangit,” yang diklaim oleh Lady A (ntebellum) dalam sebuah pernyataan, yakni US$ 10 juta (Rp 143 miliar). Tuntutan itu, ditambah dengan “pernyataan publik Anita White”, menyebabkan tindakan hukum baru dari band country tersebut.

Kesepakatan awal antara kedua pihak membolehkan sang penyanyi Lady A untuk terus beroperasi dengan nama itu, bahkan merekam lagu kolaborasi dengan band Lady A. Dalam pernyataan mereka, band ini mengatakan bahwa mereka “bahkan tidak pernah menyuguhkan gagasan bahwa dia (Anita White) seharusnya tidak dapat menggunakan nama Lady A, dan tidak akan pernah”. Dengan demikian, mereka tidak mencari ganti rugi moneter atau perintah, hanya bahwa mereka diizinkan untuk menggunakan merek dagang Lady A secara hukum tanpa melanggar hak-hak Anita White.

Sekarang, Anita White telah membahas gugatan itu dalam sebuah wawancara baru dengan Vulture. “Aku diam selama dua minggu karena aku mencoba untuk percaya bahwa itu akan baik-baik saja dan bahwa mereka akan menyadari bahwa akan lebih mudah untuk hanya mengubah nama mereka, atau membayar aku atas namaku,” ujar Anita White.

Penyanyi senior itu kemudian menjelaskan bahwa dia awalnya memberi mereka ide untuk menggunakan nama “the Band Lady A, atau Lady A the Band, dan aku bisa menjadi Lady A the Artist, tetapi mereka tidak ingin melakukan itu”. Ketika mereka menolak, dia menjawab dengan meminta ganti rugi senilai US$ 10 juta. Dia berencana menggunakan setengah dari uangnya untuk mengubah citra dirinya sendiri dan kemudian menyumbangkan US$ 5 juta (Rp 71,9 miliar) lainnya untuk organisasi yang mendukung artis-artis berkulit hitam yang independen.

“Lima juta dolar bukanlah apa-apa, dan aku sebenarnya bernilai lebih dari itu, terlepas dari apa yang mereka pikirkan,” cetus Anita White. “Tapi di sini kita lagi-lagi mendapati orang kulit putih lainnya yang mencoba mengambil sesuatu dari orang kulit hitam, meskipun mereka mengatakan bahwa mereka berusaha membantu. Jika kamu ingin menjadi advokat atau sekutu, kamu membantu mereka yang kamu tindas. Dan itu mungkin mengharuskan kamu untuk menyerahkan sesuatu karena aku tidak akan mau dihapus”.

Baca pernyataan trio country Lady A di bawah ini.

“Hari ini kami sedih karena harus mengumumkan bahwa harapan tulus kami untuk bergabung bersama Anita White dalam persatuan dan tujuan bersama telah berakhir. Dia dan timnya telah menuntut pembayaran senilai US$ 10 juta, jadi dengan enggan kami sampai pada kesimpulan bahwa kami perlu meminta pengadilan untuk menegaskan hak kami untuk terus menggunakan nama Lady A, merek dagang yang kami miliki selama bertahun-tahun.

Ada kegemparan di hati kami dan refleksi pada pandangan kami yang terhalang sendiri yang membuat kami mengumumkan beberapa minggu yang lalu bahwa kami menghapus kata ‘Antebellum’ dari nama kami dan bergerak maju dengan hanya menggunakan nama yang sudah diketahui oleh banyak penggemar kami. Ketika kami mengetahui bahwa Nyonya White juga tampil dengan nama Lady A, kami berdiskusi sepenuh hati dengannya tentang bagaimana kami semua dapat berkumpul dan membuat sesuatu yang istimewa dan indah dari momen ini.

Kami bahkan tidak pernah menerima gagasan bahwa dia juga seharusnya tidak dapat menggunakan nama Lady A, dan tidak akan pernah – tindakan hari ini tidak mengubah itu. Sebaliknya, kami berbagi cerita, mendengarkan satu sama lain, berdoa dan berbicara berjam-jam di telepon dan menulis lagu tentang pengalaman ini bersama. Kami merasa kami telah disatukan karena suatu alasan dan melihat ini sebagai penghayatan terhadap panggilan yang menuntun kami untuk melakukan perubahan ini sejak awal.

Kami kecewa bahwa kami tidak akan dapat bekerja sama dengan Anita untuk tujuan yang lebih besar itu. Kami masih berkomitmen untuk mendidik diri sendiri, anak-anak kami dan melakukan bagian kami untuk memperjuangkan keadilan rasial yang sangat dibutuhkan di negara kami dan di seluruh dunia. Kami hanya mengambil langkah-langkah kecil pertama dan akan memprioritaskan kesetaraan ras sebagai pilar utama karya LadyAID, khususnya untuk mendukung dan memberdayakan kaum muda kita.

Kami berharap Anita dan para penasihat yang dia dengarkan sekarang akan mengubah pikiran mereka tentang pendekatan mereka. Kita bisa melakukan lebih banyak hal bersama daripada berselisih seperti ini”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Rey Putra Fitur Olive Ruth

Bersama Olive Ruth, Rey Putra Rilis 'Banana Toast', Single Penuh Cinta...

Rey Putra fitur Olive Ruth. Rey Putra, seorang produser musik asal Surabaya yang pernah menjadi Top Finalist EMPC (Electronic Music Producer Contest) pada t

on Aug 8, 2020
Mikha Tambayong

Mikha Tambayong Persembahkan Lagu 'Tak Tergantikan' Untuk Sang Bunda

Mikha Tambayong. Kehilangan sosok yang paling berarti dalam hidup tentunya merupakan pukulan berat bagi siapapun, begitu juga dengan Mikha Tambayong saat ha

on Aug 8, 2020
Juicy Luicy

Gempita Konser Virtual Juicy Luicy “Jaga Dulu Jarak Kita” Sukses H...

Konser virtual Juicy Luicy “Jaga Dulu Jarak Kita”. Selama masa PSBB bahkan setelah PSBB kita diwajibkan untuk menjaga jarak fisik (Physical Distancing)

on Aug 8, 2020
Duara

Single Baru Duara 'Sarariman's Dream', Ode Untuk Kaum Pekerja Kantoran

Duo Duara. Duara, duo asal Jakarta yang terdiri dari Renita Martadinata dan Robert Mulyarahardja, kembali single baru lanjutan dari dua buah single di

on Aug 6, 2020