×
×

Search in Mata Mata Musik

Laleilmanino Bantu Emil Dardak Beri Lagu Romantis Untuk Arumi Bachsin

Posted on: 10/9/21 at 12:00 pm

Laleilmanino Bantu Emil Dardak Beri Kado Lagu Bidadariku

Laleilmanino, bendera nama ini memang kian berkibar di industri musik Tanah Air. Mereka tidak lain adalah orang-orang di balik lagu-lagu hit Indonesia saat ini. Laleilmanino terdiri dari Lale dan Ilman (Maliq & D’Essentials) dan Nino (RAN) yang merupakan trio pencipta lagu dan produser musik. Di antara karyanya adalah ‘Tak Ingin Pisah Lagi’ (Marion Jola ft. Rizky Febian), ‘Gemintang Hatiku’ (Indonesian Idol), ‘C.H.R.I.S.Y.E’ (Diskoria feat Eva Celia), ‘Rayu’ (Marion Jola), dan masih banyak lagi.

Baca juga: Mirriam Eka Mengeksplorasi ‘Jodoh Orang’ Jadi Musikalitas Yang Catchy

Kado Ultah Pernikahan Emil Dardak Untuk Arumi Bachsin

Nah, yang terbaru, trio yang mulai bekerja sama pada 2014 itu berkolaborasi bersama Emil Dardak. Wakil Gubernur Jawa Timur yang sebelum terjun ke dunia politik lebih dulu dikenal sebagai penyanyi. Hasilnya, sebuah lagu catchy berjudul ‘Bidadariku’ diluncurkan sebagai persembahan Emil untuk sang istri, Arumi Bachsin, di ulang tahun pernikahan mereka yang ke-8. Ada cerita tentang perjalanan cinta Emil dan Arumi di masa masih berpacaran.

‘Bidadariku’ yang memiliki lirik super romantis itu dihadirkan dengan irama cheerful dan upbeat memberikan nuansa ceria bagi siapa saja yang mendengarkan. ”Karena setiap saya lelah, pusing karena bekerja, bertemu Arumi yang ceria selalu membuat saya tersenyum lagi. Itulah kenapa saya maunya lagu yang uptempo,” kata Emil.

Kolaborasi Emil Dardak X Laleilmanino

Lagu tersebut merupakan hasil kreativitas dan kerja keras Emil bersama Laleilmanino dalam waktu yang singkat dan nyaris tanpa ada hambatan. Chemistry di antara mereka memang terbentuk kuat. Kecocokan itu didasari pada kekaguman Emil pada karya-karya Laleilmanino yang dianggapnya sangat sesuai dengan genre musik favoritnya.

Begitu pun dengan Laleilmanino yang juga telah mengenal karakter vokal Emil. Pada 2011 Emil dan Nino pernah menjadi pasangan duet di album jazz Rendezvous Rieka Roeslan. Album itu juga menampilkan sejumlah musisi Tanah Air seperti mendiang Glenn Fredy dan Angga Maliq & D’Essentials. ”Mereka adalah para musisi yang saya lihat sedang sangat luar biasa karya-karyanya dan genre musiknya juga cocok dengan saya,” kata Emil.

Nino menambahkan jika Emil termasuk orang yang paling sering memberikan apresiasi atas karya-karya Laleilmanino. Hingga satu hari bukan hanya sekedar memberi apresiasi Emil juga mengajukan request dibuatkan lagu untuk sang istri.

Bidu dan Bida

Singkat cerita mereka bertemu dan melakukan diskusi serta workshop kecil untuk pembuatan lagu. Emil ingin lagu yang mengangkat kisahnya di awal-awal menjadi kekasih Arumi pada akhir 2011-an. Saat itu mereka dijodohkan oleh Nyong Adek yang merupakan manajer mereka berdua. Keduanya diberi nickname khusus. Bidu alias Biduan untuk Emil dan Bida alias Bidadari untuk Arumi. Nickname itu pun menjadi panggilan mereka berdua satu sama lain.

Sampai saat ini sebetulnya mereka masih menggunakan panggilan itu meski tidak seintens dulu. Arumi pun mengajukan complain, kenapa Emil sudah jarang menggunakan panggilan itu. Dari situlah ide Emil mengangkat kisah Bidu dan Bida itu muncul.

Secara garis besar lirik lagu bertutur tentang kekaguman seorang Biduan kepada Bidadari yang telah merebut hatinya. Ada beberapa twist dalam lirik yang menurut Emil merupakan hasil kerja tim produksi yang begitu cerdas.

Biduan ini tidak akan pernah berhenti bernyanyi. Yang artinya Emil tidak akan berhenti menghibur dan mencintai Arumi. Dia berharap lagu itu akan abadi seabadi cinta dan hubungannya dengan perempuan yang memberinya dua buah hati itu. “HArumi Milikmu Tak Pudar Semenjak Kita Bertemu” merupakan bagian lirik yang dibuat khusus untuk memuat nama Arumi.

Proses Penciptaan Lagu Laleilmanino Yang Diam-Diam

Nino mengatakan jika lagu itu dibuat dari hasil ngobrol dengan Emil dalam waktu tidak sampai dua puluh menit. Penekanannya adalah membuat lagu yang bisa dinikmati umum namun tetap memiliki kesan kuat personal karena itu kado anniversary. ”Proses penciptaan lagunya hanya butuh beberapa jam,” tutur Nino.

Proses produksi berlangsung cepat. Tidak sampai setengah hari rekaman diselesaikan. ”Chemistry tim dapat, music editing-nya hasilnya juga luar biasa,” jelas Emil.

Yang menjadi tantangan bukan pada proses produksi, namun lebih pada bagaimana membuat Arumi tidak mengetahuinya sampai hari H datang. ”Jangan sampai ketahuan. Kerjanya jadi repot karena ngumpet-ngumpet. Tapi Alhamdulillah asyik banget timnya,” jelas Emil.

Video musik ‘Bidadariku’ dan proses pembuatan lagunya saat ini sudah bisa dilihat di YouTube. Mulai 8 Oktober 2021 Bidadari juga bisa didengar di platform layanan streaming musik Spotify, Joox, Apple Music, dan Resso.

Emil dan Arumi menikah pada 30 Agustus 2013. Sebelum terjun menjadi politisi, Emil yang kelahiran 20 Mei 1984 ini menjalani karier sebagai penyanyi. Sosok yang pada usia 22 tahun sudah menyelesaikan pendidikan doktoral itu pernah mengeluarkan album bertajuk Sesaat Kau Hadir yang berisi delapan lagu ciptaannya sendiri. Di ulang tahun pernikahannya yang ketujuh, Emil juga menghadiahi Arumi sebuah lagu yang berjudul ‘Dialah’.

Baca juga: Rafi Sudirman Curhat Via Single Debut Major Labelnya, ‘Collide’

Selamat mendengarkan lagu ‘Bidadariku’, gengs…

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Diskoria

    Video Musik "Balada Insan Muda" dari Diskoria

    Debut single duo DJ selector Merdi dan Aat ini dirilis dalam format video musik. Baca Juga: Tur ke Jepang, Diskoria Mainkan Lagu-Lagu Tanah Air Setelah pad

    on Aug 14, 2019