×
×

Search in Mata Mata Musik

Lana Del Rey Umumkan Judul Album Baru dan Tanggapi Tuduhan Rasis

Posted on: 05/26/20 at 8:30 am

Lana Del Rey.
Lana Del Rey. (Foto: Rolling Stone).

Lana Del Rey secara heboh muncul ke Instagram pada hari Jum’at lalu untuk mengumumkan album dan koleksi puisi terbarunya – tetapi pesannya itu sebagian besar salah diartikan oleh netizen karena topik di sisa postingannya.

Penyanyi/penulis lagu cantik bergaya klasik itu kena kritik pedas netizen karena membahas penolakan terhadap bias dari para kritikus dengan membandingkan dirinya dengan penyanyi perempuan lain, kebanyakan menyebut artis perempuan berkulit hitam seperti Doja Cat, Nicki Minaj dan Beyoncé, “yang telah memiliki sejumlah karya hit No. 1 dengan lagu-lagu tentang merasa seksi, bertelanjang, seks, berselingkuh, dll”. Sementara itu, Lana Del Rey berdebat bahwa dia diserang dengan tuduhan atas mengglamorisasi (konsep) pelecehan “ketika pada kenyataannya aku hanyalah orang yang glamor yang menyanyikan tentang kenyataan yang kita semua (bisa) lihat sekarang betapa sangat lazimnya hubungan yang penuh pelecehan di seluruh dunia”.

Baca juga: Lana Del Rey Serang Balik Haters-nya Sambil Umumkan Album Baru

Popstar itu bersikeras bahwa feminisme modern harus mengerti sudut pandangnya juga: “Harus ada tempat dalam feminisme untuk perempuan yang terlihat dan bertingkah sepertiku – tipe perempuan yang mengatakan ‘tidak’ tetapi pria mendengar ‘iya’ – jenis perempuan yang dikritik tanpa ampun sebagai diri mereka sendiri yang otentik dan lembut, tipe perempuan yang memiliki cerita dan hak bersuaranya sendiri direnggut oleh perempuan yang lebih kuat atau oleh pria yang membenci perempuan”.

Lana Del Rey sudah membuat tidak hanya satu, tetapi dua upaya untuk membersihkan komentarnya dan menolak sindiran apa pun yang mengacu bahwa dia membawa masalah ini jadi tentang persoalan ras. Sekarang, Lana Del Rey telah memposting video berdurasi enam menit yang semakin memperjelas maksud dari postingan awalnya. Dalam videonya, Lana Del Rey juga mengungkapkan judul album barunya, Chemtrails Over the Country Club, dan menyebut nama seorang penulis serta mantan kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Marianne Williamson (via Stereogum).

“Hei, jadi aku tidak ingin bertele-tele dan aku tidak ingin terus-menerus membahas postingan ini,” ujar Lana Del Rey, “tapi aku hanya ingin mengingatkan kamu bahwa di postingan itu, satu-satunya deklarasi pribadiku yang pernah aku buat – terima kasih telah bersikap begitu hangat dan ramah – adalah tentang betapa diperlukannya kerapuhan dalam gerakan feminis. Ini akan menjadi penting”. Kemudian dia melanjutkan:

“Dan kemudian aku menyebutkan perempuan yang mirip denganku. Maksudku jenis perempuan yang mungkin tidak akan dipercayai oleh orang lain karena mereka berpikir, ‘Oh, lihat dia, dia pantas diperlakukan seperti itu’, atau apa lah. Kalian tahu ‘kan ada banyak orang seperti itu? Dan aku pikir itu sedih bahwa para perempuan yang aku sebutkan, mau mereka bernyanyi tentang mendapatkan uang atau apa pun, (itu adalah) hal sama yang telah aku nyanyikan selama 13 tahun. Itu sebabnya aku berada di posisi semacam itu. Ya, mereka adalah teman-teman seumuranku. Perbedaannya adalah ketika aku naik ke atas tiang (striptis), orang-orang memanggilku pelacur, tetapi ketika FKA Twigs yang naik di tiang, itu dianggap seni. Jadi, aku diingatkan terus-menerus oleh teman-temanku bahwa dalam segi lirik, ada faktor psikologis rumit yang berperan dalam beberapa penulisan laguku”.

“Tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa budaya kita sedang sangat sakit sekarang. Dan fakta bahwa mereka ingin mengubah kutipanku, nasihatku mengenai kerapuhan menjadi sebuah perang antar ras? Itu sangat buruk. Itu benar-benar sangat buruk. Terutama ketika dalam deklarasi yang sama aku kembali berbicara mengenai betapa pentingnya itu untuk membuat reparasi bagiku terhadap komunitas Navajo (suku Indian di AS) karena mereka telah sangat membuatku tersentuh di masa mudaku, dan bahwa aku percaya pada reparasi pribadi karena itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Dan aku pikir apa yang benar-benar menyedihkan adalah sebagai penasihat pribadi, sebagai seorang perempuan yang menghargai sesama perempuan lainnya, sebagai seseorang yang menginginkan yang terbaik untuk setiap budaya – kamu tahulah, apa yang dulu dibicarakan Marianne Williamson – reparasi terhadap komunitas kulit hitam yang tidak pernah dilakukan selama periode emansipasi. Itu sebabnya aku menyukainya karena aku selalu merasa seperti itu”.

“Jadi aku hanya ingin mengatakan kepada semua perempuan lain di luar sana yang sama sepertiku, gadis-gadis baik dan berniat baik yang terus-menerus dikritik oleh budaya hanya karena kalian mengatakan apa yang sebenarnya kalian maksudkan, aku bersama kalian dan aku bisa merasakan kalian dan aku tahu bahwa kalian juga merasakanku. Dan aku orang yang sangat kuat. Kalian bisa memanggil aku apa pun. Aku minta maaf tidak menambahkan satu orang dengan ras kaukasia, orang 100% kaukasia ke dalam campuran perempuan yang aku kagumi. Tapi tahukah kalian, hal itu benar-benar mengatakan lebih banyak tentang kalian daripada tentang aku. Dan aku pikir itu bagian yang menarik, ini pertama kalinya aku memutuskan untuk memberi tahu kalian apa pun tentang hidupku atau fakta bahwa aku menulis berbagai buku yang membahas kerapuhan itu, bahwa telah masuk 200.000 komentar penuh kebencian dan dengki, dan nomor telepon HP-ku dibocorkan, dan – komentar seperti ‘Dasar kamu perempuan putih brengsek’. Ini kebalikan dari semangat nasihatku. Inilah yang menghalangi kerapuhan. Tapi itu tidak akan menghentikanku, titik”.

Lana Del Rey berencana untuk menyalurkan wawasan ini ke dalam koleksi puisi terbarunya, serta albumnya yang akan datang, Chemtrails Over the Country Club. Lana Del Rey kembali menjelaskan:

“Jadi aku hanya ingin mengatakan, tidak ada yang bisa menceritakan kisahmu kecuali kamu. Dan jika itu berarti akan agak berantakan seperti ini di sepanjang prosesnya, itu karena sayangnya, ketika kamu memiliki hati yang baik itu tidak selalu bersinar. Dan kalian tetap berjuang bagaimanapun. Kita membuat reparasi pribadi untuk menyembuhkan garis keturunan karma keluarga kita sendiri dan penyakit di negara ini – kekerasan rumah tangga, masalah kesehatan mental adalah epidemi kedua yang muncul dari pandemi ini. Itu hal yang nyata. Itulah yang aku bicarakan. Jadi, seperti biasa aku bersyukur bahwa renunganku masih ada di sini dan bahwa selama tiga tahun terakhir, aku telah diberkati dengan wawasan dan kemampuan untuk menyalurkan puisi indah yang senilai dua buku. Dan aku pikir album terbaruku Chemtrails Over the Country Club juga akan istimewa”.

Baca juga: Lana Del Rey Telah Merilis Judul dan Cover Art Untuk Album Puisinya

“Dan aku minta maaf bahwa beberapa perempuan yang aku ajak bicara yang disebutkan dalam postingan itu memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang wawasanku, terutama karena kami sudah sangat dekat untuk waktu yang lama, tetapi itu benar-benar, sekali lagi, membuatmu memasuki kedalaman hatimu sendiri dan berkata, ‘Apakah aku berniat baik?’, dan tentu saja bagiku jawabannya selalu iya. Aku jarang berbagi sesuatu, dan inilah sebabnya. Dan alasan mengapa aku membuat postingan ini – dan aku tahu ini agak terlalu banyak, ‘kan? – tetapi ada perempuan lain di luar sana seperti aku yang memiliki begitu banyak hal untuk diberikan tetapi tidak cukup sampai ke posisi di mana mereka seharusnya berada secara spiritual atau secara karma karena ada perempuan lain yang membenci mereka dan mencoba untuk menjatuhkan mereka. Baik dalam kasusku itu adalah penyanyi alternatif tertentu mau pun jurnalis yang tidak memiliki niat baik atau pria yang membenci perempuan. Tapi aku bukan seorang musuh, dan aku jelas bukan orang yang rasis, jadi jangan dipelintir. Tidak ada yang bisa menceritakan kisahmu kecuali kamu. Dan itulah yang akan kulakukan di beberapa buku selanjutnya. Jadi Tuhan memberkatimu dan ya, persetan ok jika kamu tidak suka postingan ini”.

Tonton pernyataan lengkap Lana Del Rey di bawah ini.

Dan mengenai koleksi puisinya yang akan datang, Lana Del Rey telah membagikan karya puisi baru yang berjudul ‘patent leather do-over’. Karya itu berasal dari buku puisi Lana Del Rey yang baru diumumkan, behind the iron gates – insights from an institution, yang akan dirilis pada bulan Maret 2021. Sambil diiringi dengan musik oleh produser terkenal Jack Antonoff, Lana Del Rey membaca puisi ‘patent leather do-over’, yang dibuka dengan referensi ke The Bell Jar karya Sylvia Plath: “Sylvia – I knew what you meant when you talked about swimming in the ocean and leaving your patent leather black shoes pointing towards it while you swam“.

Behind the iron gates – insights from an institution sebenarnya adalah koleksi puisi kedua yang akan dirilis Lana Del Rey; yang pertama, Violet Bent Backwards Over the Grass, akan dirilis pada 5 September 2020.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Maltha

    Maltha, Mantan Dramer Metal Lepas Single Ballad Solonya, 'But Why'

    Perkenalkan penyanyi pendatang baru dari kota Jember, Jawa Timur. Nama Maltha Hilda atau cukup dipanggil Maltha saja. Belum lama ini, doi merilis single te

    on Apr 9, 2021
    Sindy Amani

    Sindy Amani Rilis EP "Never Good Enough" Setelah Sukses Di Spotify

    Setelah single 'Is It Wrong to Loving You' yang baru-baru ini meraih 1 juta streams di Spotify, Sindy Amani akhirnya melepas mini album alias EP perdananya

    on Apr 3, 2021
    Rio Febrian

    Rio Febrian Lepas Single 'Sudah Happy' Tentang "CLBK" Tak Terduga

    Rio Febrian adalah seorang penyanyi kebanggaan Indonesia yang sudah dikenal dengan lagu-lagu bertemakan romantisme. Di balik lirik yang menawan serta aluna

    on Mar 31, 2021
    Khifnu

    Khifnu Rilis 'Dengan Yang Aku Punya', Single Penyemangat Pejuang Cinta

    Setelah sukses merilis single 'Katakan Saja' dan 'Tak Sama Lagi', Khifnu kembali merilis single terbaru yang berjudul 'Dengan Yang Aku Punya' melalui

    on Mar 31, 2021