×
×

Search in Mata Mata Musik

Lars Ulrich Nggak Nyesal Sound Snare Dram “Kaleng” Album ‘St. Anger’ Metallica

Posted on: 07/31/20 at 9:00 am

Lars Ulrich Nggak Nyesal Sound Snare Dram "Kaleng" Album ‘St. Anger’ Metallica
Lars Urlich (Metallica).

Selama penampilannya pada hari Rabu, 29 Juli lalu di acara Trunk Nation With Eddie Trunk dari SiriusXM, dramer legendaris Metallica, Lars Ulrich membela album kontroversial tahun 2003 raksasa metal itu, St. Anger, yang dikritik oleh banyak penggemar karena kurangnya solo gitar, riff tambahan, produksinya yang mentah dan suara dram yang tipis. Saat ditanya apakah dia tetap mendukung suara snare dram aneh yang mirip suara kaleng dalam album itu yang sering diejek, Lars Ulrich meresponsnya dengan mengatakan: “Gue mendukung penuh seratus persen, karena pada saat itu, itulah bentuk yang sebenarnya”.

Baca juga: Produser Bob Rock Ungkap Alasan Sound Snare Dram Aneh Di ‘St. Anger’ Metallica

“Itu hanyalah kepribadian gue, gue selalu hanya ingin melihat ke depan, selalu memikirkan hal berikutnya. Itulah yang gue lakukan,” lanjutnya. “Mau itu dalam Metallica, atau dalam kehidupan pribadi gue, atau dalam hubungan cinta, apa pun yang gue lakukan, gue selalu berpikir ke depan. Kadang-kadang, bisa dibilang, gue menghabiskan terlalu banyak waktu di masa depan, tetapi gue jarang menghabiskan waktu di masa lalu. Jadi, satu-satunya waktu di mana hal ini benar-benar gue bahas adalah dalam wawancara”.

“(Saat) gue mendengar St. Anger. Itu adalah satu setengah pukulan, dan ada banyak energi mentah yang luar biasa, dan itu seperti, ‘Woah!’ Ini sudah mulai semangat nih. Tapi masalah snare dram itu, itu seperti sangat impulsif, hanya sesaat… Kami sedang mengerjakan sebuah riff. (James) Hetfield sedang memainkan riff di ruang kontrol. Dan gue langsung berlari. Gue seperti, ‘Wah gue harus tambahi beat di belakang itu’. Gue berlari ke ruang rekaman dan duduk dan memainkan beberapa beat di atas riff itu agar energinya nggak hilang pada saat itu, dan gue lupa untuk menyalakan snare-nya. Dan kemudian kami mendengarkan kembali hasilnya, dan gue seperti , ‘Wow! Kedengarannya cocok dengan riff itu, dan itu terdengar agak aneh dan agak keren’. Dan kemudian gue biarkan snare-nya mati selama sisa dari sesi rekaman itu, kurang lebih. Dan kemudian, gue seperti, ‘Ok, itu keren. Itu berbeda. Itu akan bikin kaget beberapa orang. Kedengarannya seperti itu adalah bagian dari pukulannya’, atau apa pun. Dan kemudian itu menjadi hal besar yang diperdebatkan. Dan kadang-kadang kita suka memperhatikan dan merasa seperti, ‘Sialan! Kita nggak nyangka bakal seperti ini’, dalam hal bagaimana itu menjadi masalah bagi orang-orang”.

Lars Ulrich melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak menyesal tentang salah satu pilihan produksi yang dibuat Metallica selama hampir empat dekade telah berlalu sepanjang karier band itu. “Gue bangga dengan semua keputusan itu, karena gue tahu pada waktu itu, itu adalah sesuatu yang asli dan itu adalah naluri dan hal yang tepat untuk dilakukan,” ungkap sang dramer. “Dan berlalulah, 20 tahun kemudian, itu seperti, ‘Ok, bagaimana jadinya jika snare-nya waktu itu menyala?’ Atau, ‘Bagaimana itu akan terdengar jika kita melakukan dua bukannya empat?’. Maksud gue, ya gue nggak tahu ya, tapi gue nggak benar-benar terlalu memikirikan hal itu, jujur saja, selain ketika gue berhadapan dengan hal itu dalam wawancara. Dan gue nggak akan mengubah apa pun tentang masa lalu. Inti dari apa yang gue katakan adalah gue hanya nggak menghabiskan banyak waktu untuk duduk di sana, dan bilang, ‘Yah, coba kita nggak melakukan itu’, dan, ‘Kita seharusnya melakukan ini…’. Gue selalu terlalu sibuk dengan apa yang kita lakukan selanjutnya, dan itu hanya kebiasaan gue saja. Dan gue rasa kami semua di Metallica pada umumnya beroperasi seperti itu, jadi kami selalu bersemangat tentang hal berikutnya, hal berikutnya, album berikutnya”.

Baca juga: Lars Ulrich Kasih Kejutan Seorang Petugas Medis Dengan Box Set Metallica

“Gue sering mengatakan ini, tetapi orang selalu bertanya, ‘Apa album Metallica favorit lo?'” cerita Lars Ulrich. “Jawaban standar gue adalah, ‘Album Metallica favorit gue adalah yang berikutnya, dan lagu berikutnya yang akan kami tulis dan album berikutnya yang akan datang’, karena jika lo nggak berpikir bahwa karya terbaik lo masih menunggu di depan lo, mengapa melakukannya? Dan kami selalu bersemangat tentang peluang yang ada di depan kami”. Keren nih mindset mereka!

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Sang Juara Turnamen Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Akhirnya kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik setelah selama sebula

    on Mar 2, 2021
    Jamrud vs Power Metal

    Turnamen Babak Final – Side A: Jamrud Vs Side B: Power Metal. Yuk Vo...

    Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter lo atau bikin akun sebentar di Disqus.

    on Feb 28, 2021
    Turnamen Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik Babak Final

    Babak Final: Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Selamat mendarat di Babak Final Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik! Setelah tiga hari

    on Feb 28, 2021
    Tom Morello

    Tom Morello Jadi Produser "Metal Lords", Film Netflix Tentang Remaja M...

    Tom Morello. (Foto: Paul R. Giunta Getty Images Entertainment). Sepertinya agenda gitaris Rage Against The Machine Tom Morello bakal lebih padat di tahun in

    on Feb 26, 2021