×
×

Search in Mata Mata Musik

Lewat Single ‘Anak Garuda’, COKELAT Gugah Semangat Pantang Menyerah

Posted on: 08/19/20 at 7:30 am

Lewat Single 'Anak Garuda', COKELAT Gugah Semangat Pantang Menyerah
COKELAT formasi paling gres.

Deraan pandemi Covid-19 yang telah meluluh-lantakkan perekonomian banyak negara menjadi salah satu inspirasi bagi COKELAT untuk kembali bergerak. Tapi tentunya bukan untuk ikut meratapi nasib, melainkan sebaliknya, untuk menggaris-bawahi dan menyadarkan kita semua, bahwa Indonesia benar-benar selalu menjadi bangsa yang kuat bertahan dan pantang menyerah. 

Baca juga: Cokelat Beri Dukungan Tim Medis Corona Lewat Lagu ‘Bagimu Negeri’

Terhitung mulai 12 Agustus 2020, formasi terbaik COKELAT yang kini diperkuat EDWIN MARSHAL SJARIF (gitar), RONNY REBRY NUGROHO (bass), ERNEST FARDIYAN SYARIF (gitar), AXEL ANDAVIAR (dram) bersama vokalis AIU RATNA merilis single ‘Anak Garuda’ versi baru secara independen (tanpa label), yang sudah bisa didengarkan di berbagai platform jasa dengar musik secara digital (streaming).

Inilah single perkenalan bersama vokalis baru salah satu band rock kebanggaan Tanah Air ini, AIU RATNA.

Bagi COKELAT, ‘Anak Garuda’ adalah anthem, yang dirilis sebagai ungkapan rasa salut terhadap semangat orang-orang Indonesia yang pantang menyerah di kala pandemi.

Lihat saja berbagai contoh sederhana di sekeliling kita. Kejadian sehari-hari. Ketika penyebaran covid-19 terus berlangsung, banyak pihak saling menyemangati dan mencari jalan keluar. Di saat harga masker kesehatan meninggi, orang-orang Indonesia berinisiatif memproduksi sendiri, meramu hand sanitizer sendiri, dan bahkan tidak sedikit yang tergerak membagi-bagikannya secara gratis. Sementara di sisi lain, di saat banyak perusahaan ritel raksasa yang goyah, justru banyak juga usaha kecil dan menengah (UKM) yang tetap berjalan. Kehadiran mereka sangat membantu menyokong perekonomian negara kita.

“Terlihat bahwa orang Indonesia itu pantang menyerah, dalam keadaan apa pun bisa tetap kuat, bisa survive. Di era pandemi ini terlihat sekali orang-orang Indonesia punya kekuatan untuk menjadi pemenang. Orang Indonesia selalu punya cara untuk mengatasi masalahnya. Akhirnya kami berinisiatif merilis anthem ‘Anak Garuda’ ini. ‘Anak Garuda’ adalah simbol spirit seluruh manusia Indonesia, adalah jati diri kita yang benar-benar pantang menyerah. Seperti yang ada di liriknya, ‘…kami bukan pecundang, Merah Putih tetap di dada kita.…” Itu menunjukkan bahwa lagu ini sangat mewakili orang Indonesia yang bisa survive di era pandemi seperti sekarang,” tutur Ronny Febry Nugroho, semangat.

Aiu Ratna sendiri mengaku pengalaman pertamanya rekaman bersama COKELAT ini sebagai pengalaman yang seru. Karakter lagunya yang sangat memicu semangat membuat dirinya terbawa dan bisa mengeksekusi lini vokalnya secara maksimal. Meskipun ia mengakui, selama ini belum pernah menyanyikan lagu yang berkarakter enerjik seperti itu.

“Yang aku rasakan saat rekaman lagu ‘Anak Garuda’, selama ini aku belum pernah menyanyikan lagu yang butuh semangat menggebu-gebu. Biasanya ‘kan kebanyakan yang sedih atau yang ‘marah’. Waktu menyanyikannya aku juga harus menyemangati diri sendiri, mengeluarkan suara yang lantang, dan sebenarnya itu bukan hal mudah buat aku. Sebenarnya, aku tuh tadinya kesulitan menyanyikan lagu yang bersemangat karena aku merasa (karakter) suaraku nggak lantang, mungkin karena selama ini belum pernah menyanyikan lagu-lagu seperti itu. Jadi waktu menyanyikannya aku berusaha lantang. Untungnya, aransemen yang dibuat COKELAT sangat memudahkan aku untuk menyanyikannya. Aku juga suka banget lagu ‘Anak Garuda’ ini karena selain liriknya bagus, nada dan musiknya juga enak dan ‘menggemparkan’… ya ini pengalaman yang seru!”

Lagu ‘Anak Garuda’ sendiri diciptakan oleh Julianto Eka Putra, pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (YSPI) yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Pada akhir 2019 lalu sempat direkam oleh COKELAT untuk kebutuhan theme song film layar lebar berjudul sama, ‘Anak Garuda’, produksi Butterfly Pictures. Nah di versi terbaru ini, terdapat penyesuaian aransemen serta sound yang lebih menonjolkan karakter COKELAT yang sesungguhnya.

“Lagu ini berkarakter rock alternatif, menyajikan aransemen yang variatif, memperdengarkan berbagai bentuk bagan per bagan lagu khas ala COKELAT. Sebuah lagu enerjik bertema nasionalisme. Khusus untuk gitar, sound, fills dan riff sangat mewarnai lagu ini. Bagian solo gitar diisi dengan hal yang berbeda. Kesatuan musik dan vokal lagu ini bertujuan untuk membuatnya menjadi dinamis, agar pendengar bisa tumbuh rasa semangat dan bangga terhadap Indonesia,” papar Edwin Marshal Sjarif menegaskan.

Keterlibatan Aiu Ratna sendiri di lagu ‘Anak Garuda’ ini bisa dikatakan sebagai teaser, sebuah jembatan menuju karya-karya lagu terbaru COKELAT yang saat ini sudah mulai digodok. Rencananya, tahun ini juga para Bintang Cokelat – sebutan untuk para penggemar COKELAT – bakal mendengarkan lagu terbaru yang melibatkan kolaborasi maksimal COKELAT dengan AIU RATNA.

Baca juga: Jackline Rossy Resmi Mengundurkan Diri Dari Cokelat

Sekilas tentang COKELAT:

Dua dekade bukan waktu yang sebentar, dan bukan pula perjalanan waktu yang gampang untuk mempertahankan eksistensi, terutama untuk ukuran sebuah grup band. Tapi COKELAT, adalah satu dari sedikit band dari era pertengahan 1990-an yang sampai saat ini masih bisa berdiri tegak. Bergeming kokoh walau diterpa badai kegalauan industri musik Tanah Air, perpecahan formasi dalam tubuh band hingga riuhnya kelahiran band-band generasi berikutnya yang sewaktu-waktu mengancam eksistensi mereka.

Sejak terbentuk di Bandung, pada 25 Juni 1996 silam, COKELAT telah melahirkan 8 album studio, dan berhasil melejitkan sejumlah hits seperti ‘Karma’, ‘Segitiga’, ‘Pergi’, ‘Jauh’, ‘Luka Lama’, ‘Saat Jarak Memisahkan’ dan ‘Bendera’.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Terbaik

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 memang penuh tragedi dan menyebalkan tentunya, terutama sejak dimulainya pandemi Covid-19 alias Kopad-Kopid Kagak Jelas ini, di mana seluruh sek

on Nov 23, 2020
Saturia

Terinspirasi Dari Mimpi, Saturia Lepas Single 'Lucid' Yang Lebih Melan...

Saturia. Bagi pembaca lama MataMata Musik, pasti belum lupa ingatan dengan Saturia, band rock asal Yogyakarta yang menjadi juara Turnamen 32 Lagu Rock Indon

on Nov 23, 2020
Tirant

Unit Rock Malang Tirant Berbagi Sudut Pandang Lewat Album Perdana “A...

Band rock kelahiran kota Malang, Tirant, berhasil merilis album perdana mereka pada 13 November 2020. Selama lebih dari setahun eksis di scene musik kota M

on Nov 17, 2020
Paraya band

Duo Arek Malang Paraya Bahas Soal 'Tahu Diri' Di Single Slow Rock 'MUN...

Tahun 2020 merupakan tahun yang kelam bagi seluruh orang yang ada di Indonesia. Namun dengan sedikit sisi kreatif, kelamnya tahun 2020 dapat dijadikan unit

on Nov 15, 2020