×
×

Search in Mata Mata Musik

Linkin Park Menentang Donald Trump Karena Pakai Lagu ‘In The End’ Tanpa Izin

Posted on: 07/21/20 at 6:30 am

Linkin Park Menentang Donald Trump Setelah Pakai Lagu ‘In The End’ Tanpa Izin
Linkin Park. (Foto: James Minchin).

Linkin Park berbicara menentang Donald Trump setelah tim Presiden Amerika Serikat (AS) itu mengunggah iklan kampanye yang menampilkan musik band alternative rock/nu-metal itu tanpa izin.

Baca juga: 266 Musisi dari 35 Negara Cover Lagu ‘In The End’ Linkin Park Sebagai Tribute

Pada hari Sabtu (18 Juli) lalu, setelah terima keluhan hak cipta, Twitter menghapus video iklan kampanye yang menampilkan cover lagu hit tahun 2002 Linkin Park, ‘In the End’. Iklan video tersebut, yang awalnya diposting oleh direktur media sosial Gedung Putih Dan Scavino, telah di-retweet oleh Donald Trump.

“Linkin Park tidak pernah dan tidak akan mendukung Trump, atau memberi wewenang kepada organisasinya untuk menggunakan musik kami. Sebuah perintah gencatan dan penghentian telah dikeluarkan,” tulis Linkin Park di Twitter pada hari Sabtu lalu.

Twitter menghapus video kampanye itu setelah menerima sebuah pemberitahuan Digital Millennium Copyright Act dari perusahaan Machine Shop Entertainment milik Linkin Park, menurut laporan dari Reuters. Video ini dilaporkan mencakup versi cover lagu ‘In the End’ oleh Tommee Profitt yang menampilkan Jung Youth dan Fleurie.

Jung Youth, yang vokalnya muncul di versi cover lagu tersebut, juga menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kampanye Donald Trump menggunakan lagu itu tanpa izin.

“Sebelumnya hari ini aku mengetahui bahwa Trump secara ilegal menggunakan lagu cover yang menampilkan aku dalam sebuah video propaganda yang dia unggah di Twitter… siapa pun yang mengenal aku tahu bahwa aku menentang keras fanatisme dan rasisme. Banyak cinta untuk semua orang di komunitas twitter yang membantu menurunkan videonya,” tulis Jung Youth hari Sabtu lalu di Twitter.

Baca juga: Linkin Park Masih Punya Lagu Bersama Chester Bennington Yang Belum Dirilis

Vokalis Linkin Park Chester Bennington, yang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2017, adalah seorang kritikus yang terbuka mengenai Donald Trump. Sekitar enam bulan sebelum kematiannya, musisi itu menulis di Twitter, “Gue ulangi… Trump adalah ancaman yang lebih besar terhadap AS daripada terorisme!! Kita harus mengambil kembali suara kita dan membela apa yang kita yakini”.

Ini bukan pertama kalinya Trump diancam dengan tindakan hukum karena menggunakan musik seorang artis tanpa persetujuan. Selama bertahun-tahun, puluhan artis lainnya telah mengeluarkan perintah gencatan dan penghentian atas penggunaan lagu yang tidak sah, termasuk Tom Petty, Neil Young, R.E.M., Rihanna, Pharrell Williams, Guns N’ Roses, dan Steven Tyler. Oh iya, hampir lupa, The Rolling Stones.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    For Revenge & Stereo Wall

    For Revenge & Stereo Wall Lebur Energi Emo Via Collab Single 'Jakarta ...

    Dua band yang dikenal sebagai pengusung gaya emo/modern rock, For Revenge dan Stereo Wall berkolaborasi dalam sebuah lagu yang menyatukan energi dan karakt

    on Mar 1, 2021
    Grrrl Gang

    Grrrl Gang Bagikan Kisahnya Di Amerika Dalam MV 'Honey, Baby', Single ...

    Grrrl Gang. (Foto: Carkultera). Setelah lama enggak merilis musik baru, akhirnya trio alternative pop rock asal Yogyakarta, Grrrl Gang kembali menyuguhkan s

    on Feb 17, 2021
    Kobe

    Jawara Nu-Metal KOBE Telah Bangkit Via Single ‘Tangguh’ Yang Mengo...

    Kobe. (Foto: dok. Logis Music). Para pecinta musik rock Indonesia tentu masih ingat Kobe. Band pengusung genre nu-metal yang namanya sangat berkibar pada aw

    on Feb 9, 2021
    BIAS

    Alt-Rocker Bias Angkat Kesetaraan Gender Via Single 'Selir Pemberontak...

    Bias. (Foto: dok. Bias). Semua orang enggak wajib jadi Feminis, tapi semua orang wajib jadi Humanis. Kesetaraan, keharmonisan, dan simbiosis mutualisme anta

    on Feb 1, 2021