×
×

Search in Mata Mata Musik

Little Richard, Sang Pionir Rock & Roll, Gurunya The Beatles Tutup Usia

Posted on: 05/10/20 at 6:00 am

Richard Wayne Penniman a.k.a Little Richard
Richard Wayne Penniman a.k.a Little Richard circa 1950an. (Foto: Photofest).

Pionir musik Rock and Roll, Little Richard, telah meninggal dunia di usia 87 tahun. Little Richard tutup usia pada Sabtu, 9 Mei 2020, setelah berjuang melawan penyakit kanker, menurut laporan putranya, Danny Penniman, kepada Rolling Stone.

Lahir pada tahun 1932 di Macon, Georgia, Amerika Serikat (AS), musisi bernama asli Richard Wayne Penniman ini adalah anak dari Charles “Bud” Penniman dan Leva Mae yang ketiga dari 12 bersaudara. Ayahnya adalah seorang diaken, dan di gereja itulah Little Richard pertama kali menemukan cintanya untuk bernyanyi. Dia menjadi sangat terpesona oleh para penyanyi Gospel seperti Brother Joe May dan Sister Rosetta Tharpe. Setelah mendengar dia bernyanyi selama sebuah konser, Sister Rosetta Tharpe mengundang Little Richard, yang saat itu berusia 14 tahun, untuk membuka salah satu konsernya, dan karier profesionalnya pun dimulai.

Di awal masa remajanya, Little Richard mulai memperlihatkan perbedaan secara orientasi seksualnya dan sering memakai riasan wajah dan pakaian ibunya. Karena hal ini, ayahnya menendangnya keluar dari rumah pada usia 15 tahun. Dia akhirnya menetap di Atlanta, AS dan mulai mendengarkan musik R&B, tenggelam dalam dunia musik para penyanyi kota, dan bergabung dengan band Buster Brown’s Orchestra, di mana dia diberi nama “Little Richard”.

Setelah menarik perhatian beberapa label rekaman dan merilis lagu-lagu yang lumayan sukses, Little Richard meraih lagu hit pertamanya dengan ‘Tutti Frutti’ pada tahun 1955. Kesuksesan lagu itu memulai periode tiga tahun yang produktif di mana Little Richard mendapatkan 17 single berperingkat Top 40, termasuk ‘Long Tail Sally’, ‘Slippin’ and Slidin’’, ‘Rip It Up’, ‘Ready Teddy’, ‘The Girl Can’t It Help It’, ‘Lucille’, ‘Jenny, Jenny’, dan ‘Keep A-Knockin’’.

Little Richard waktu muda. (Foto: CoS).

Di luar karya musiknya, Little Richard dikenal secara luas karena aksi penampilan live yang sangat teatrikal. Dia mengenakan kostum yang flamboyan dan menghabiskan sebagian besar konsernya menari dan berlari di luar panggung. Tontonan itu menarik perhatian penonton kulit putih dan hitam ke konsernya, membuat contoh dari pertemuan kelompok terpadu selama tahun 1950-an.

Pada akhir tahun 1957, setelah pengalaman hampir mati di atas pesawat terbang, Little Richard mengumumkan bahwa dia akan berhenti merekam musik dan menjalani kehidupan yang lebih religius. Namun, lima tahun kemudian, pada tahun 1962, Little Richard dibujuk untuk melakukan tur Eropa dengan seorang artis pembuka bernama Sam Cooke. Meskipun dia awalnya memilih untuk menampilkan musik gospel, setelah melihat reaksi penggemar terhadap Sam Cooke, Little Richard mulai menyanyikan lagu hit masa lalunya demi memeriahkan suasana. Keberhasilan tur itu menyebabkan Little Richard menerima tawaran untuk bermain konser dengan band rock pemula bernama The Beatles. Little Richard menjalin persahabatan dengan band itu, menasihati The Beatles tentang cara menampilkan lagu live dan mengajarkan Paul McCartney teknik vokalisasi yang berbeda.

Pada tahun 1964, Little Richard menjadi artis utama untuk tur yang menampilkan The Everly Brothers, Bo Diddley, dan The Rolling Stones. Tahun berikutnya, seorang gitaris muda bernama Jimi Hendrix bergabung dengan band live Little Richard. Meskipun rekamannya pada saat itu gagal menangkap kesuksesan yang sama dengan karyanya di tahun 1950-an, Little Richard tetap menjadi daya tarik populer di dunia musik live, dia tampil di berbagai konser dan festival bersama dengan artis legendaris seperti Janis Joplin dan John Lennon. Pada 1979, setelah bertahun-tahun kecanduan alkohol dan narkoba, Little Richard kembali pensiun dari musik sekuler demi sekali lagi menekuni imannya.

Namun semuanya terulang kembali saat masa pensiun itu ternyata berjalan hanya sementara, Little Richard segera kembali melakukan tur pada pertengahan 1980-an. Selama masa ini, dia juga muncul dalam beberapa film dan acara TV, termasuk Down and Out in Las Vegas (1986), Purple People Eater (1988), dan Bill & Ted’s Excellent Adventure (tahun 1990-an).

Pada tahun 1986, Little Richard dilantik ke Rock and Roll Hall of Fame dan diabadikan bersama Chuck Berry, James Brown, Elvis Presley, Buddy Holly, dan Jerry Lee Lewis. Pada tahun 1993, dia menerima penghargaan Grammy untuk Lifetime Achievement Award, dan pada tahun 2003, dia dilantik ke dalam Songwriters Hall of Fame. Pada tahun 2010, ‘Tutti Frutti’ oleh Little Richard disimpan dan dihormati di National Recording Registry of the Library of Congress.

Secara keseluruhan, Little Richard adalah tokoh besar dalam perkembangan musik Rock and Roll, dengan karya musik dan aksi teatrikalnya yang telah menginspirasi seluruh genre musik dari beragam artis. Semua artis legendaris dari James Brown hingga The Beatles hingga Elton John dan Prince mengutip Little Richard sebagai inspirasi utama dalam karier mereka sendiri.

Silakan kunjungi kembali beberapa lagu paling ikonik Little Richard dan konser live paling berkesannya di bawah ini:

https://youtu.be/LVIttmFAzek

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Brandals

    The Brandals Setia Dengan Nuansa Punk Rock Via Single 'Belum Padam'

    The Brandals. (Foto: Ade Branuza). Gerombolan rocker sejati The Brandals merilis single terbaru bertajuk 'Belum Padam'. Sejak 21 Maret, lagu ini resmi diril

    on Mar 22, 2021
    IGMO

    Jelang Album, Rocker Kediri IGMO Luncurkan Single 'Head On Fire' Yang ...

    IGMO. (Foto: Manaditara). Setelah Surabaya, kota Kediri layak juga mendapat julukan kota rock. Bahkan enggak hanya rock, scene musik extreme metal di sana p

    on Mar 1, 2021
    The Beach Boys

    Demi Warisan Yang Teratur, The Beach Boys Menjual Hak Kekayaan Intelek...

    The Beach Boys. Entah itu untuk menopang warisan mereka atau untuk memberi kompensasi hilangnya pendapatan tur konser selama pandemi, tahun lalu kita telah

    on Feb 20, 2021
    FLEUR!

    Dengan Single Ketiga, 'Merona', FLEUR! Membuka Langkahnya Di Tahun 202...

    FLEUR! (Foto: Yogi Kusuma). FLEUR! kembali memberi hadiah penggemarnya dan pecinta musik Indonesia dengan lagu baru berjudul 'Merona', yang merupakan single

    on Jan 30, 2021