×
×

Search in Mata Mata Musik

Ulasan Album: LMNOPOP! – Jamie Aditya

Posted on: 09/2/19 at 7:30 pm

Do you have soul?

Oleh: Rio Tantomo.

Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sewaktu kecil, yang membuatnya menjadi murid paling bego di sekolah karena sulit berkonsentrasi. Saya bisa membayangkan satu berandalan cilik, peranakan Sunda-Irlandia yang tidak bisa berhenti berlarian di koridor kelas –- hobi mengganggu teman-temannya dan tidak ambil peduli meski diancam guru.

Baca Juga: Fender Hadirkan Stratocaster Favorit Jimi Hendrix!

Faktanya, ayahnya telah mengenalkannya terlebih dulu dengan gitar dan Jimi Hendrix, dasar-dasar blues negro yang mengakar sejak usia 13 tahun, jauh sebelum dia  drop out dari SMA. Lantas memutuskan untuk belajar gitar selama 1,5 tahun di Musician Institute, California. “Buat gue baca buku butuh waktu sebulan untuk mengerti isinya. Kalau musik, kan cuma tinggal didengarkan,” tukas Jamie.

Jamie Aditya Graham
Jamie Aditya meluncurkan LMNOPOP! pada Mei 2019. (Foto via jamieadityagraham(dot)com)

Perilaku ADHD; inatensi, hiperaktif, impulsif tersebut rupanya tidak bisa sembuh dan terbawa terus hingga memberi pengaruh besar terhadap masa depan karir seni yang dilakoninya kelak, Jamie meloncat kesana kemari bak kelinci lapar menjajal setiap kesempatan kenyang yang dihadirkan kepadanya. Untungnya dia punya bakat dan selera humor yang ngehek, jadi daftar portofolionya pun lumayan, untuk seorang seniman yang bermasalah mental statusnya internasional: bermain gitar di band Afrika bernama Rufaro yang kerap membuka konser The Wailers, mendalami kontemporer dengan serius mempelajari suling Sunda, kecapi, zither, didgeridoo yang membuatnya diundang membantu penampilan Rasambai di Jakarta, tur bersama Krakatau dan Iwa K (membuka konser Run DMC), main di Bangladesh dengan Danny McGill (hah, Danny siapa?), menjadi presenter MTV lalu juri Indonesian Idol dan sejumlah peran film dan iklan. Dibilang multitalenta iya, tapi sebenarnya Jamie tidak konsisten.

Andai saja Ia konsisten, mungkin kalian akan dengan mudah meninggalkan Glenn Fredly atau Bayu Risa dalam urusan memilih penyanyi lokal ‘kulit hitam’ bersuara falset ala Motown; Marvin Gaye, Smokey Robinson, Michael Jackson pra-oplas.          

Jamie banyak menulis lagu yang tidak direkamnya selama kurun waktu 1992-2011, dia baru merilis sebagian besarnya di tahun 2012 ketika melepas LMNOP (Love Me Now Or Perish). Itu debut album bagus yang membuat saya sampai harus mendatangi rumahnya demi menggali lagu-lagunya di sana. Sangat Amerika, RNB, soul, funk, gospel dan blues, tentu saja. Dia bernyanyi seperti seorang jemaat gereja baptisan Otis Reeding –- Sittin’ On The Dock of the Bay. Namun yang paling pantas dicermati dari album itu adalah Jamie melakukan semuanya sendiri, menulis lagu, merekam instrumen, melakukan overdub yang berakhir dengan hasil kualitas melebihi setiap solis lokal yang pernah bermimpi diproduseri Berry Gordy.

Bila merujuk pada judulnya, saya menebak LMNOPOP! ini pasti punya hubungan dengan album pertama tersebut. Benar saja, setelah ditelusuri ternyata kelima lagu di sini sudah pernah dikeluarkan beberapa lama silam via Souncloud pribadi Jamie Aditya Graham, bahkan single “Better With U” yang bernuansa synth-pop 80-an telah rilis sejak enam tahun lalu. Saya rada terbayang karya-karya awal Kool and the Gang. Apalagi seusai mendengarkan “Eastern Promise” (dulu berjudul “P.I.P”). Jika musik adalah pesan, dalam voltase funk, berarti semuanya mengacu pada gerakan bahu. Seberapa jauh musiknya dapat tersampaikan bisa dilihat dari seberapa riangnya bahu-bahu yang berhasil kesetrum bertingkah. Semakin terbuka, semakin telanjang dan lepas, semakin menyenangkanlah kubangan jogetnya.

Dalam konteks itu nomor “Tuesday” merupakan jaminan mutu, persis seperti yang dilakukan Pharrell Williams. Sulit memang untuk tidak membandingkannya dengan orang lain setiap kali saya harus menilai sebuah album soul-funk-RNB. Lagipula Jamie Aditya pasti terima dan mewajari kalau saya, kasarnya, menyamakan dia dengan The Temptation era neo-soul Barrack Obama. Dan berbeda dari album induknya, temperamen LMNOPOP! ini memperlihatkan bagaimana semestinya musik mampu mendorong suatu kegembiraan. Tidak statis. Pasang “Tickin’” dan berdetaklah jantung Ritalin.

Baca Juga: Intip Playlist Musim Panas 2019 Versi Barack & Michelle Obama!

Sekadar info: Ritalin bagus untuk ADHD, juga narkolepsi.

Salah satu kebahagiaan sejati bagi seorang hiperaktif, mungkin adalah sifat impulsif mereka sendiri. Harus dituruti bersama pemahaman tentang situasi ‘tergantung suasana hati’. Lewat album ini tampaknya Jamie tidak ingin lagu-lagunya tercecer, maka dibundelah sebuah EP perangkum agar kita tidak melupakan jejaknya, karena bisa saya tebak kalau banyak di antara kita yang kelewatan Trad & Soul di tahun 2015, album kedua Jamie yang berduet dengan saksofonis Kelland Thomas menciptakan komposisi-komposisi jazz tua New Orleans.   

Satu-satunya hal yang disayangkan dari terbitan extended play ini hanyalah disingkirkannya judul “Binatang”, diganti dengan “Watchin’ Us” yang menghilangkan efek kejut. Saya memuji pemakaian synthesizer di sebagian besar lagu, tapi sejujurnya lebih penasaran seperti apa kedengarannya jika Jamie bernyanyi dalam Bahasa daripada dia menjadi modern.

Verdict: 6,5/10.
LMNOPOP! (LOVE ME NOW OR PERISH ON POOP). TANDA SERU.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019
Ulasan Album" The Sailor-Rich Brian

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube. Ol

on Aug 14, 2019
Duara

Flights Of Imagination - Duara

Imajinasi manis Duara! Baca Juga: Setelah Rilis EP, Duara Rencanakan Mini Tur ke Inggris Oleh: Amien. Tidak sengaja menemukan nama mereka di sebuah arti

on Aug 6, 2019