×
×

Search in Mata Mata Musik

Madame Juteq Ubah Rasa Takut Via Single ‘Bee et La Pluie’ Yang Bernuansa Prancis

Posted on: 01/25/21 at 11:00 am

Madame Juteq Ubah Rasa Takut Via Single 'Bee et La Pluie' Yang Bernuansa Prancis
Madame Juteq dalam sosok ilustrasi.

Penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta yang menamakan dirinya Madame Juteq merilis single debutnya yang memiliki bauran bahasa Prancis dan Inggris berjudul ‘Bee et La Pluie’ (‘Bee’s Rainy Adventure’) secara indie (tanpa kopi dan senja). Meski terdengar seperti campuran pop dan bossa nova bernuansa retro, corak musik lagu persembahan musisi yang enggan mempublikasikan identitas aslinya ini terbilang unik di kancah musik Indonesia.

Baca juga: Rayakan Ultah Ke-21, Mocca Rilis “Day By Day”, Album Baru Pop Yang ‘Classy’

Menggandeng mantan pianis The Groove, Ali Akbar Sugiri untuk aransemen lagu, single perdana ini terdengar ringan dan riang, namun enggak lepas dari tipikal lagu-lagu Prancis yang memasukkan unsur clarinet dan strings. ‘Bee et La Pluie’ diharapkan bisa membawa angin segar dan menyediakan alternatif unik bagi pecinta musik di Indonesia, walau liriknya mayoritas dalam bahasa Prancis. Meski begitu, ada bagian lagu ini yang juga dinyanyikan dalam bahasa Inggris agar para pendengar di Indonesia bisa lebih mengerti liriknya dan ikut bernyanyi.

Bagi Yang Takut Hujan

Ingat lagu legendaris ‘My Favorite Things’ yang dinyanyikan oleh tokoh Maria dan anak-anak Von Trapp dalam salah satu film terlaris sepanjang masa The Sound of Music (1965)? Lagu tersebut berkisah tentang sederetan hal remeh-temeh yang membuat hati senang demi mengalihkan ketakutan terhadap gemuruh hujan dan petir – hal universal yang ditakuti sebagian anak, termasuk putri bungsu Madame Juteq.

Lagu ‘Bee et La Pluie’ bertema mirip ‘My Favorite Things’, yaitu tentang seorang anak yang takut hujan. Namun dalam lagu ini diceritakan bahwa anak ini kemudian lupa karena diajak bertualang ke negeri indah yang bersimbah matahari, pelangi, dan dongeng. Madame Juteq sengaja menulis lirik dalam bahasa Prancis karena menurutnya bahasa ini lebih bernada. “Anak-anak enggak peduli bahasa dalam sebuah lagu. Kalau melodinya mereka suka, mereka akan bisa mendendangkan tanpa tahu artinya,” kata Madame.

Lagu Lama

Melodi lagu ‘Bee et La Pluie’ pertama kali ditulis Madame Juteq ketika bersekolah di Lyon pada 2003. Kesibukan membuatnya melupakan lagu itu, hingga berbelas tahun kemudian doi merasakan puncak kejenuhan pandemi pada Oktober 2020.

“Butuh 17 tahun dan pandemi yang melumpuhkan dunia untuk membuat saya teringat lagi dengan lagu itu. Dulu saya enggak yakin karya itu akan bisa diterima masyarakat. Sekarang saya enggak terlalu peduli dengan penerimaan, yang penting karya-karya saya jujur dan saya sendiri menyukainya – itu saja sudah cukup. Tapi tentunya saya juga berharap ada yang bisa ikut tersentuh mendengar single ini,” ujarnya.

Awalnya ia menulis lirik ‘Bee et La Pluie’ dalam bahasa Inggris dan menawarkannya ke sejumlah penyanyi. Karena enggak ada yang bersedia, akhirnya doi memutuskan untuk mengubah liriknya ke dalam bahasa Prancis dan menyanyikannya sendiri sebagai hadiah untuk anak-anaknya.

Proses kreatif bersama Ali pun dilakukan hanya melalui video call. Ternyata Ali dengan sangat akurat menangkap apa yang ingin disampaikan Madame Juteq lewat ‘Bee et La Pluie’, di mana hal ini sangatlah langka. “Saya dan Ali ternyata satu frekuensi, sehingga tanpa perlu bertatap muka, dia bisa menangkap apa yang saya inginkan dari lagu ini,” tutur Madame Juteq mengenang kolaborasi serba kilat dan spontan itu.

Hal senada pun diutarakan Ali, “Frekuensi yang sama dalam berkolaborasi pastinya menghasilkan energi yang luar biasa. Sejak pertama kali mendengar melodi dan lirik lagu ini, saya langsung dapat menangkap pesan dan energinya. Di tengah pandemi yang penuh ketidakpastian, sangatlah menyenangkan bisa berproses bersama Madame Juteq untuk menggali hal yang tadinya abstrak menjadi sesuatu yang pasti dan konkret. Apa itu bukan magic namanya?”

Satu-satunya kendala yang dihadapi adalah ketika merekam vokal. Karena enggak dilakukan di studio yang kedap suara, Madame Juteq pun terpaksa merekam suaranya di kamar apartemennya di pusat kota Jakarta setelah pukul 22:00. Saat itu lalu lintas sudah lengang dan minim suara pengendara motor menancap gas sekencang-kencangnya.

‘Bee et La Pluie’ (‘Bee’s Rainy Adventure’) sudah bisa dinikmati di Spotify sejak 21 Januari 2021. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Madame Juteq di akun Instagram @madame.juteq. Ikuti juga akun tersebut untuk mengetahui cerita-cerita menarik di balik layar proyek “anonymous” ini.

Baca juga: Onomastika Rilis Video Musik ‘Bukan Pelacur’ Ode Untuk Kaum Terstigma Sosial

Selamat mendengarkan ‘Bee et La Pluie’ (‘Bee’s Rainy Adventure’), brur n’ sis…

Sumber: Madame Juteq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Pop 1980an & Heavy Metal

    Studi Baru: Pop 1980an & Heavy Metal Mampu Menurunkan Tekanan Darah & ...

    Pet Shop Boys (Foto: via CoS), Megadeth (Foto: David Brendan Hall). Kalau lo sedang mengalami stres, mungkin salah satu cara ampuh untuk menghilangkannya at

    on Feb 19, 2021
    Ridh

    Darah Muda Pop Ridh Buktikan Potensinya Via EP Perdana "When It's Over...

    Ridh. (Foto: dok. Ridh). Kita harus terus berbangga dengan talenta musik dalam negeri. Setiap tahun, kita selalu mencetak musisi-musisi baru yang bisa menar

    on Feb 15, 2021
    Hanafi Bersaudara

    Hanafi Bersaudara Ungkap Ketegaran Di Titik Nadir Via 'Hujan', Single ...

    Hanafi Bersaudara. (Foto: dok. Hanafi Bersaudara). Hanafi Bersaudara adalah grup musik duo kakak beradik yang terdiri dari Falah Akbar dan Tsaqib, keduanya

    on Feb 4, 2021
    Michael Aldi

    Michael Aldi Tuangkan Cerita Dari Hati Yang Perasa Ke EP "Written For ...

    Michael Aldi. (Foto: dok. Michael Aldi). Setelah tiga tahun berkecimpung secara profesional di dunia musik, Michael Aldi Kurniawan yang merupakan musisi sek

    on Jan 30, 2021