×
×

Search in Mata Mata Musik

Mampukah Bisnis Vinyl dan CD Bertahan Melalui Krisis Virus Corona?

Posted on: 03/27/20 at 6:10 am

Jerry’s Records, salah satu toko rekaman fisik di Squirrel Hill, Pittsburg, AS (Foto:  Mike Machosky).

Pada pekan yang berakhir tanggal 19 Maret, Niall Horan berhasil menjual 26.000 unit fisik dari album terbarunya, Heartbreak Weather – yang membuatnya menjadi album fisik paling populer pada minggu itu dan tanda serius bagi masa depan format musik fisik. Berbagai toko yang menjual musik fisik telah ditutup untuk menghentikan penyebaran virus Corona, dan pada pertengahan Maret, perusahaan Amazon telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengisi kembali persediaan album fisik dan CD sampai paling tidak awal April. Ketika penjualan CD terus menurun dan bisnis vinyl sedang menghadapi masalah dalam segi manufaktur dan distribusinya, dapatkah bisnis produksi musik fisik seperti Vinyl & CD bertahan?

Para retailer sebelumnya sudah mengalami tahun yang sulit. Masalah pada Direct Shot Distributing membuat toko-toko sulit untuk mendapatkan rilisan terbaru dengan segera, dan pada bulan Februari lalu sebuah musibah kebakaran telah menghancurkan pabrik Apollo Masters, salah satu dari dua fasilitas yang membuat pelat pernis yang diperlukan untuk memproduksi vinyl. “Sulit untuk tidak menjadi seorang ahli teori konspirasi dan bertanya-tanya apakah kekuatan yang ada dalam industri musik sedang berusaha untuk menyingkirkan bisnis musik fisik,” ujar seorang pemilik label indie sambil bercanda.

Sebagian besar retailer musik yang berbicara dengan Billboard mengatakan bahwa mereka dapat terus membayar gaji dan biaya sewa selama berminggu-minggu – tetapi tidak berbulan-bulan. Dan jika terlalu banyak toko musik fisik yang bangkrut, akankah label terus memproduksi produk musik fisik? “Itu adalah sebuah misteri besar,” kata Dean Tabaac, yang menjalankan cabang distribusi indie dari Alliance Entertainment, AMPED. “Kita semua berada di situasi yang baru”.

Sebelum 21 Maret, setidaknya ada 120 toko musik di Amerika Serikat (AS) yang telah ditutup karena larangan dari pemerintah atau kepedulian sosial tentang penyebaran wabah virus Corona. Beberapa toko ada yang menjual produknya secara online, dan beberapa lainnya menawarkan penjemputan di pinggir jalan.

“Setiap hari ada perintah yang baru dari pemerintah, mau itu untuk wilayah lokal, negara bagian atau pun federal,” kata Duncan Browne, manajer umum Newbury Comics, yang memiliki 28 toko di negara bagian New England dan New York State – 23 toko di antaranya telah ditutup sementara . Cabang toko Bull Moose dan Silver Platters telah menutup semua tokonya tetapi terus melaksanakan bisnis di situs web mereka dan melalui retailer seperti Amazon Marketplace.

“Saya hanya bisa ikhlas dengan kenyataan bahwa pemerintahan kota dan negara bagian akan membuat keputusan tentang bagaimana toko saya dapat beroperasi,” kata pemilik Silver Platters, Mike Batt.

Washington, New York, California, Illinois, dan beberapa negara bagian lainnya telah memerintahkan semua bisnis yang tidak penting untuk ditutup. Dan ketika virus Corona menyebar, retailer juga khawatir tentang kemungkinan ditutupnya pabrik dan pusat distribusi. Sejauh ini, fasilitas distribusi Alliance Entertainment di Pennsylvania dan Kentucky masih berjalan bisnisnya.

Perusahaan raksasa Amazon, yang diperkirakan telah membantu sekitar 15% dari keuntungan bisnis vinyl, telah mengatakan bahwa mereka tidak akan membeli lebih banyak produk dari vendor musik hingga 4 April, untuk fokus menjual barang-barang rumah tangga, tetapi perusahaan itu masih memenuhi pesanan untuk produk musik yang sudah ada dalam stok, dan Alliance sedang mengisi pesanan lainnya sesuai dengan arahan langsung dari Amazon.

Toko Disk Union di Tokyo, Jepang (Foto: Shinjuku blogspot).

Sebelum krisis Covid-19, tahun ini sebenarnya sedang berjalan baik: penjualan CD turun 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunannya jauh lebih lambat daripada data dari beberapa tahun terakhir, dan penjualan vinyl naik 45%, bahkan di tengah-tengah masalah distribusi yang sedang terjadi. Para retailer percaya bahwa perayaan Record Store Day tahun ini – yang sekarang ditunda dari April menjadi Juli – akan menjadi perayaan yang terbesar, dan para retailer masih melakukan pemesanan dengan jumlah besar, menurut beberapa label musik dan distributor.

Secara umum, masih banyak konsumen yang ingin membeli vinyl, bahkan jika banyak dari mereka yang mungkin sedang tidak memiliki cukup uang untuk dibelanjakan sementara waktu. “Absennya produk vinyl selama beberapa dekade bukanlah kematian dari format itu,” kata seorang sales untuk sebuah pabrik CD. “Struktur bisnis mengenai format apa yang masih bertahan dan apa yang akan dilakukannya pasti akan berubah, tetapi itu tidak berarti bahwa tidak akan ada cara lain untuk berinovasi dan menyediakan konsumen apa yang mereka inginkan”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nicki Minaj

    Nicki Minaj Menolak Undangan Met Gala Karena Wajibkan Sertifikat Vaksi...

    Nicki Minaj (Foto: Frazer Harrison/Getty Images). Nicki Minaj, si ratu bokong "geal-geol", kembali menyentak kancah musik arus utama. Menyusul acara prestis

    on Sep 15, 2021
    Jonathan Davis

    Jonathan Davis Melanjutkan Tur Korn Pasca Isoman Penyembuhan Covid

    Jonathan Davis lebih banyak duduk di kursi selama konser berlangsung. Sebelumnya dikabarkan secara resmi oleh pihak Korn bahwa Jonathan Davis positif mengid

    on Aug 31, 2021
    Eric Clapton dan Brian May

    Brian May Sebut Eric Clapton dan Para Anti-Vaksin Lainnya 'Gila'

    Eric Clapton (Foto: Gareth Cattermole/Getty Images) / Brian May (Foto: Cole Bennetts/Getty Images). Brian May, sang gitaris Queen telah mengomentari pengumu

    on Aug 8, 2021
    Madball

    Madball Menolak Konser Di Mana Pun Yang Wajibkan Paspor Vaksin

    Madball circa 2018 (Foto: Gatorfood). Madball adalah salah satu dari artis dan band yang lantang bersikap berseberangan dengan arus mayoritas dunia. Veteran

    on Aug 6, 2021