×
×

Search in Mata Mata Musik

Mantan Dramer Machine Head dan Crowbar, Tony Costanza, Tutup Usia

Posted on: 08/5/20 at 6:00 am

Mantan Dramer Machine Head dan Crowbar, Tony Costanza, Tutup Usia
Tony Costanza. (Foto: via Facebook).

Tony Costanza, dramer formasi awal Machine Head yang juga pernah memperkuat formasi Crowbar, dilaporkan telah meninggal pada usia 52 tahun.

Penyebab kematiannya tidak diungkapkan, tetapi meninggalnya Tony Costanza telah dikonfirmasi oleh Afzaal Nasiruddeen, mantan rekan bandnya di band metal asal New York (AS), Crisis.

Tony Costanza adalah salah satu pendiri Machine Head walau kiprahnya hanya seumur jagung. Tony hanya sempat tampil di tiga konser dengan ikon metal scene Bay Area San Fransisco itu. Dia hengkang dari Machine Head sebelum band ini masuk studio merekam album full length debutnya, Burn My Eyes pada tahun 1994, tetapi dia telah dikreditkan oleh band ini dengan menulis namanya atas kontribusi bagian dramnya untuk penulisan delapan lagu yang ada di album tersebut.

Dalam sebuah wawancara dari tahun 2008 dengan majalah Sick Drummer, Tony Costanza menjelaskan alasan dia mengundurkan diri dari Machine Head. “Gue meninggalkan band karena gue masih sangat muda dan masih baru dalam bermain dram, terutama bagian dobel bass dram. (Lagu-lagu) band ini menggunakan banyak dobel bass. Pada dasarnya, karena rasa nggak pede gue sendiri, gue merusak diri gue sendiri”.

Dramer itu lantas menjadi anggota band pelopor sludge-metal, Crowbar pada tahun 2001, bermain di album studio ketujuh mereka, Sonic Excess in Its Purest Form, satu-satunya album full-length yang dia kerjakan sebelum keluar pada tahun 2004.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Tony Costanza juga merupakan anggota band Crisis dari tahun 1999 hingga 2001. Dalam mengumumkan kematian Tony Costanza, gitaris Crisis, Afzaal Nasiruddeen menulis kata-kata penghormatan untuk Tony di Facebook:

“Tony Costanza adalah orang yang unik. Seorang pria dengan hati yang besar, cinta dan kesetiaan untuk orang-orang yang dekat dengannya. Gue belum bisa menerima kenyataan dari kematiannya ini. Gue tahu dia punya banyak penggemar, dan gue adalah salah satu yang terbesar. Dia benar-benar rela berkorban demi gue. Dia adalah sobat gangster semacam itu. Tony meninggal dalam tidurnya pagi ini jadi gue yakin dia dalam keadaan damai dan nggak menderita. Gue mendoakan Ibunya semua kekuatan yang dapat dia kumpulkan karena dia akan membutuhkan setiap ons dari itu. Gue akan memulai halaman GofundMe untuknya dan biaya pemakaman Tony. Tolong bantu ya jika lo mengenalnya dan peduli. Tolong rangkul dekat orang yang lo cintai karena rasa kehilangan terkadang nggak bisa diatasi. Tony kawan gue, gue akan menyayangi lo dan menghargai kenangan kita bersama, selamanya. Semoga lo berada di tempat yang lebih baik sekarang. Istirahat dengan damai”.

Chris Kontos, yang menggantikan Tony Costanza di Machine Head dan bermain di album debut band, juga memberikan tribute-nya dengan menulis, “R.I.P. Tony Costanza. Gue bersyukur bahwa lo dan gue tetap berhubungan selama 27 tahun terakhir. Gue sangat sedih mendengar kabar kematian lo bro. …Dia adalah seorang dramer yang hebat. Warisan kami selamanya terhubung dengan partisipasi kami di Machine Head”.

Crowbar juga memberi tribute mereka kepada Tony Costanza, dengan memposting di Facebook: “Ini sangat menyedihkan!!! Tony adalah pria yang manis dan berbakat. Kami sangat senang dia pernah bermain dram di Sonic Excess in its Purest Form!! Tuhan memberkati lo Tony dan hati kami berdoa untuk keluarga lo!!”.

Sedangkan, pentolan Machine Head, Rob Flynn menuliskan ungkapan rasa sedihnya melalui Instagram-nya. “Baru saja mendapat kabar bahwa dramer orisinil kami untuk Machine Head Tony Costanza meninggal. Sedih sekali mendengarnya. Tony terlibat dalam sekitar setengah dari lagu-lagu Burn My Eyes bagaimanapun juga, dan kami mempertahankan persahabatan kami selama bertahun-tahun. Jika ada yang punya informasi lebih lanjut, tolong DM gue”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021