×
×

Search in Mata Mata Musik

Mantan Produser Metallica Bob Rock Bahas Hubungan Lama Dirinya Dengan Band

Posted on: 02/29/20 at 12:15 am

Bob Rock.
Bob Rock, produser kawakan di balik kesuksesan ‘The Black Album’ Metallica.

Produser asal Kanada, Bob Rock, yang bertanggung jawab atas beberapa album rock dan metal terbesar dalam 30 tahun terakhir, termasuk semua karya studio dari band heavy metal legendaris Metallica selama tahun 1990-an dan awal 2000-an, telah mengatakan bahwa kualitas produksi pada album studio keempat Metallica, …And Justice For All, terasa “tidak masuk akal” baginya ketika dia pertama kali mendengarnya.

Bob Rock pertama kali bekerja sama dengan Metallica pada album self-titled band itu pada tahun 1991 (alias The Black Album). Album rilisan label Elektra itu debut di nomor 1 di chart Billboard 200 dan tetap bertahan dalam chart itu selama 281 minggu. Bob Rock juga memimpin produksi album-album berikutnya dari Metallica, hingga album tahun 2003 mereka, St. Anger.

Baca juga: Metallica Batal Tampil di Dua Festival Akbar Demi Kesembuhan James Hetfield

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Gibson TV, Bob Rock mengatakan bahwa ia pertama kali menyaksikan pertunjukan live Metallica pada tahun 1989 dan bahwa ia terkejut dengan apa yang ia dengar. “(Band) The Cult waktu itu sedang melakukan pemanasan untuk Metallica pada tur ‘…And Justice For All’ mereka, dan saya membeli album ‘Justice’ itu,” kenang Bob Rock. “Saya suka lagu yang saya lihat di MTV, ‘One’… Jadi saya mendengarkan album tersebut, dan rasanya seperti tidak ada ujungnya, dan saya berkata, ‘Oke. Ini agak menarik’… Pokoknya, jadi saya pergi untuk melihat The Cult tampil dan saya menetap untuk menyaksikan Metallica. Dan apa yang saya lihat di Metallica bukanlah suara dari ‘Justice’. Saya mendengar band besar ini yang memiliki bobot dan kualitas. Album itu tidak masuk akal bagi saya. Dan saya tahu ini adalah semacam standar bagi banyak orang, tapi saya hanya berkata jujur ​​di sini”.

Tidak lama kemudian, Bob Rock, yang sebelumnya merekam album Bon Jovi, Slippery When Wet, album Motley Crue, Dr. Feelgood, dan album The Cult, Sonic Temple, di antara album lainnya, mendapat telepon dari manajernya untuk memberi tahu dia bahwa para anggota Metallica menyukai album Dr. Feelgood dan ingin dia untuk melakukan mixing pada album berikutnya. Bob Rock menjawab bahwa dia tidak tertarik untuk melakukan mixing untuk album LP Metallica itu, tetapi dia akan bersedia untuk memproduksinya.

“Mereka (Metallica) terbang ke Vancouver dan kami mengadakan pertemuan,” kata Bob Rock kepada Gibson TV. “Mereka membawa perlengkapan kaset. Dan mereka memainkannya. Dan saya hanya mendengarkan bentuk demo-nya. Saya mendengar lagu ‘Sad But True’ dan saya berkata, ‘Fiuh! Wow!’ Semuanya ada di sana – segala temponya. Dalam kepala saya, saya hanya berkata, ‘Saya bisa melakukan ini. Saya bisa membuat album yang hebat'”.

Metallica 1991
Metallica, 1991, era ‘The Black Album’.

“Yang luar biasa tentang Metallica adalah ketika mereka membuat keputusan, mereka berkomitmen penuh untuk itu,” kata Bob Rock kepada Gibson TV. “Jadi, meskipun banyak hal yang saya bawa kepada mereka, hanya apa yang saya sajikan kepada mereka perihal adanya perubahan yang dibuat, mereka akan meresapinya, dan mereka akan melakukannya dengan penuh semangat”.

“Lars Ulrich (dramer) dan James Hetfield (gitaris/vokalis) jelas merupakan anggota utama yang paling sering bertentangan dari Metallica,” lanjutnya. “Saya pikir itu akan selalu seperti itu, seperti band-band hebat lainnya – Steven Tyler dan Joe Perry, Mick Jagger dan Keith Richards, Paul McCartney dan John Lennon – selalu akan ada hal itu (perselisihan). Jadi saya pikir Lars memiliki sebuah visi, James juga memiliki sebuah visi, dan itulah yang menciptakan Black Album“.

Bob Rock, yang sekarang berusia 65 tahun, mengatakan kepada Reuters pada 2006 lalu bahwa ia merasa “20 tahun lebih muda” setelah berpisah dengan Metallica, yang album studio terakhirnya, Hardwired… To Self-Destruct, dipimpin produksinya oleh Greg Fidelman.

Baca juga: Ray Burton Tutup Usia, Ayahnya Mendiang Bassis Metallica, Cliff Burton

Selama proses pembuatan album St. Anger pada tahun 2003, sebuah petisi yang ditandatangani oleh sekitar 1.500 penggemar kemudian diposting secara online yang menyerukan Metallica untuk memecat Bob Rock, mengklaim bahwa ia memiliki terlalu banyak pengaruh dalam suara band tersebut. “Kritik itu menyakitkan bagi anak-anak saya, yang membacanya dan tidak memahami keadaan aslinya,” kata Bob Rock kepada Reuters. “Kadang-kadang, bahkan dengan pelatih yang hebat, sebuah tim tetap bisa terus kalah. Anda harus mendapatkan semangat yang baru di sana”.

Sang co-manager Metallica, Peter Mensch, berpendapat bahwa Bob Rock telah “merawat Metallica dari kehancuran yang hampir pasti dalam album itu. Bob Rock adalah salah satu dari lima produser musik terbaik di planet ini. Tetapi sudah waktunya untuk membuat perubahan yang baru”.

Tonton wawancara lengkap Bob Rock dengan Gibson TV di bawah ini.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Miley Cyrus

Miley Cyrus Sedang Di Tengah Proses Rekaman Album Lagu Cover Metallica

Miley Cyrus dan Lars Ulrich (Metallica) di tengah konser tribute to Chris Cornell. (Foto: Instagram/Lars Ulrich). Bukan rahasia lagi bahwa Miley Cyrus adala

on Oct 21, 2020
Cliff Burton

Legenda Cliff Burton Akan Terus Hidup Di Hati Fans Metallica Selamanya

Foto yang menjadi cover depan buku otobiografi "To Live Is to Die: The Life and Death of Metallica's Cliff Burton" oleh penulis Joel McIver dan dipublikasikan

on Sep 28, 2020
Rekaman Termahal

10 Album Rock & Metal Dengan Anggaran Rekaman Termahal Dalam Sejarah

Sebagai seorang seniman musik alias musisi, tentu lo memiliki ambisi dan impian yang besar terhadap karya dan karier solo lo atau band lo. Sebelum masuk st

on Sep 24, 2020
Lars Urlich

Dramer Terbaik Sepanjang Masa, John Bonham Atau Neil Peart? Lars Ulric...

Lars Ulrich (Metallica). (Foto: Greg Chow/Shutterstock). Dramer Metallica, Lars Ulrich belum lama ini menjadi bintang tamu di program "The Howard Stern Show

on Sep 19, 2020