×
×

Search in Mata Mata Musik

Marie Fredriksson 'Roxette' Tutup Usia

Posted on: 12/10/19 at 9:21 pm

Marie Frederiksson di usia senja. Foto: Mattias Edwall

Dengan sangat sedih kita harus mengumumkan bahwa Marie Fredriksson dari Roxette telah meninggal dunia pada pagi hari tanggal 9 Desember, di usia 61 tahun setelah pertempurannya selama 17 tahun melawan kanker.

Marie lahir pada 30 Mei 1958 di selatan Swedia, memulai karir musiknya di dekat Halmstad di mana dia berteman dengan pasangan duet Roxette-nya nanti, Per Gessle. Setelah debut solo yang sukses pada 1984, Marie menjadi salah satu artis Swedia yang paling dicintai dan sukses. Pada 1986 ia lantas memutuskan untuk berduet dengan Per di Roxette dengan ambisi untuk mencapai luar Swedia, dan bersama-sama mereka memulai perjalanan sejarah bahwa dalam tahun-tahun mendatang akan menjadikan mereka sebagai salah satu artis pop terbesar di dunia.

Debut single ‘Neverending Love’ diikuti oleh album ‘Pearls of Passion’ pada 1986 membuat mereka menjadi bintang di Swedia, tetapi pengakuan internasional mereka harus menunggu sampai dirilisnya single ‘The Look’ dari album kedua Roxette ‘Look Sharp!’. Di musim semi 1989 membuka pintu bagi terobosan besar-besaran Roxette secara internasional. Itu adalah single No. 1 pertama mereka di chart Hot 100 Billboard dan diikuti oleh ‘Listen To Your Heart’, ‘It Must Have Been Love’ dan ‘Joyride’, serta banyak hits radio di seluruh dunia seperti ‘Dressed For Success’, ‘How Do You Do!’, ‘Sleeping In My Car’, ‘Dangerous’, ‘Fading Like A Flower’ dan masih banyak lagi.

Kesuksesan besar Roxette dengan penjualan lebih dari 80 juta kopi album rekaman membuka jalan bagi beberapa tur di seluruh dunia, memperkuat reputasi Marie Fredriksson sebagai penampil live yang sensasional. Dia seperti memiliki panggung sendiri, memimpin band dan memiliki penonton di telapak tangannya. Sama hebatnya ketika menyanyi di studio, panggung merupakan habitat naturalnya. Seni dan energi unik ini membantu menciptakan ikatan abadi antara dirinya dan jutaan penggemar di seluruh dunia.

Pada 2002, Marie didiagnosis menderita tumor otak parah, menjalani perawatan agresif yang memakan korban tetapi akhirnya berhasil. Berkat semangat juangnya yang sangat kuat, Marie pada 2009 dapat memulai kembali secara bertahap ke panggung dunia. Kemunculan Roxette yang kedua tidak disangka-sangka telah menghasilkan beberapa album baru, dan tur-tur yang sekali lagi menempatkan duo ini di depan penonton di seluruh dunia yang selalu berteriak, tersenyum dan menangis. Selama tahun-tahun comeback tersebut, Marie adalah seorang pejuang yang luar biasa, mengatasi banyak kerasnya tur untuk bertemu penggemarnya di panggung berulang kali. Tetapi pada 2016, semuanya harus berakhir ketika dokter Marie menyarankannya untuk berhenti tur dan fokus pada kesehatannya.

Marie dan Per, duo Roxette di kala muda dan tua. Foto: RoxetteBlog.

Marie meninggalkan kita warisan musik yang agung. Suaranya yang luar biasa – kuat dan peka – dan pertunjukan live magisnya akan diingat oleh sebagian dari kita yang cukup beruntung untuk menyaksikannya.

Komentar Per Gessle:

“Waktu berlalu begitu cepat. Belum terlalu lama kami menghabiskan berhari-hari di apartemen kecilku di Halmstad, mendengarkan musik yang kami sukai, berbagi mimpi yang mustahil. Dan mimpi yang akhirnya bisa kami bagikan!

Terima kasih, Marie, terima kasih atas segalanya. Kamu adalah seorang musisi yang luar biasa, seorang pakar suara, musisi yang luar biasa. Terima kasih telah melukis lagu-lagu hitam putihku dalam warna yang paling indah. Kamu adalah teman yang paling luar biasa selama lebih dari 40 tahun. Aku bangga, merasa terhormat, dan senang bisa berbagi banyak waktu, bakat, kehangatan, kemurahan hati, dan selera humor kamu. Semua cintaku keluar untukmu dan keluargamu. Segalanya tidak akan pernah sama.

P.”

Marie Fredriksson meninggalkan seorang suami, Mikael Bolyos dan dua anak, Josefin dan Oscar yang memohon dengan hormat untuk memaklumi kesedihan mereka karena pemakaman akan berlangsung dalam keheningan dengan hanya kehadiran keluarga terdekat Marie.

Selamat jalan, sang legenda pop Swedia…

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Floyd

Unit Shoegaze Pop, FLOYD Serukan 'Bunuh TV Mu' Lewat Single Ketiganya

Cover single Floyd 'Bunuh TV Mu'. Jakarta memiliki unit shoegaze pop baru bernama FLOYD, mereka baru saja merilis single ketiga berjudul 'Bunuh TV Mu'. Mesk

on Sep 20, 2020
Lady Gaga

Saat Debutkan MV '911', Lady Gaga Ungkap Lagu Tentang Kesehatan Mental...

Lady Gaga dalam MV '911'. (Foto: via YouTube). Lady Gaga baru saja menayangkan secara perdana MV (Music Video) baru yang epik untuk single '911' dari album

on Sep 19, 2020
Hanggini

Hanggini Kembali Menyanyi Dengan 'Ruang Bahagia', Lagu Curahan Isi Hat...

Hanggini. (Foto: Rans Music). Nama Hanggini sepertinya sudah nggak asing di telinga anak-anak muda masa kini. Cewek cantik bernama lengkap Hanggini Purinda

on Sep 19, 2020
Kalulla dan Bam Mastro

Kallula & Bam Mastro Rilis Single Dobel 'Home Vacation' & 'We Can Be T...

Bam Mastro dan Kalulla. (Foto: Sonia Eryka). Kallula dan Bam Mastro mengungkap kolaborasi pertama mereka dalam bentuk sepasang single berjudul 'Home Vacatio

on Sep 17, 2020