×
×

Search in Mata Mata Musik

Mark Slaughter: Grunge Nggak Bunuh Hard Rock ‘90-an Tapi Orang-Orang Industrinya

Posted on: 01/25/21 at 10:30 am

Mark Slaughter: Grunge Nggak Bunuh Hard Rock ‘90-an Tapi Orang-Orang Industrinya
Mark Slaughter. (Foto: Thom Hazaert).

Setelah Gilby Clarke, giliran vokalis band veteran hard rock Slaughter, Mark Slaughter yang baru-baru ini berbincang-bincang dengan kanal YouTube 80’s Metal Recycle Bin tentang bagaimana fenomena genre alternative rock terutama grunge di awal 1990-an memaksa sebagian besar band hard rock atau “hair metal” dan “glam rock/metal” tergeser hingga keluar dari radio dan MTV, dengan anjloknya penjualan album dan tiket konser selama tur.

Baca juga: Gilby Clarke Ungkapkan Bagaimana Grunge Pengaruhi Guns N’ Roses Di Era 1990-an

Berbeda dengan opini Gilby Clarke tentang dampak letusan grunge di industri musik yang turut memengaruhi Guns N’ Roses, Mark Slaughter memiliki opini dan argumentasinya sendiri:

“Grunge, menurut gue, adalah hal yang wajar dari banyak peristiwa,” kata Mark. “Banyak orang, bilang, ‘Grunge yang membunuh (musik) ini’. Bukan itu. Gue rasa ada banyak band yang menjadikan banyak industri yang menciptakan band-band ini yang ‘bukan band-band tersebut’ (band artifisial -Ed.). Maksud gue, mereka akan mengontrak sebuah band, kemudian mereka akan mencarikan seorang penulis lagu, produser, dan orang-orang ini, dan penulis lagu dan orang-orang itu serta penata rambut dan orang-orang itu, dan pada saat mereka selesai, band yang mereka kontrak bahkan bukan ‘band’ yang benar-benar mereka kontrak. Mereka telah menciptakan monster yang sangat berbeda, yaitu ‘monster bisnis musik’. Dan menurut gue banyak band yang tersesat dan benar-benar enggak mampu melakukannya,” ungkap Mark miris.

“Di scene grunge, mereka mengatakan bahwa grunge membunuh gaya musik kami. Enggak. Orang-orang dalam bisnis itulah yang membunuh musik ini,” cetus Mark. “Apa yang sebenarnya terjadi adalah stasiun radio terbesar di dunia, MTV, memiliki presiden baru, yang merupakan programmer KROQ di California, dan dia ngomong ke majalah Billboard, ‘Saya tidak akan pernah memainkan MÖTLEY CRÜE, SLAUGHTER, POISON…’ – dia menyebutkan semua band yang kariernya sedang di atas pada saat itu. Dan minggu berikutnya, kami sudah enggak ada di playlist mereka. Ini, seperti, arus yang berubah sepenuhnya. Dan semua orang, seperti, ‘Apa yang terjadi?’ Yah, industri membuat perubahan”.

“Pada pertengahan tahun 1990-an, kami berlarian di bus tur hampir enggak bisa menghidupkan mesin. Itu adalah saat-saat yang sangat sulit. Tapi bagi kami, musik adalah seni, musik adalah kehidupan, dan itulah yang kami lakukan”.

Album solo kedua Mark Slaughter, Halfway There, dirilis pada tahun 2017 melalui EMP Label Group. Sedangkan band Slaughter sendiri belum merilis album studio sejak Back To Reality (1999).

Baca juga: MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 2020

Untuk menyimak wawancara Mark Slaughter dengan 80’s Metal Recycle Bin, silakan tonton video berikut.

Kangen Slaughter? Atau belum pernah dengar Slaughter? Simak dua video musik lagu hits mereka di 1990-an berikut ini.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Eddie Van Halen

    Plakat Memorial Eddie Van Halen Diresmikan Oleh Warga Kota Pasadena

    Upacara Peresmian Plakat Memorial Eddie Van Halen (Foto: Sarah Reingewirtz/MediaNews Group/Los Angeles Daily News via Getty Images). Eddie Van Halen dan ban

    on Oct 12, 2021
    Dave Grohl

    Dave Grohl Merespons Gugatan Model Bayi Sampul Nirvana "Nevermind"

    Nirvana Nevermind (Foto: dok. DGC Records) / Dave Grohl (Foto: Amy Harris). Dave Grohl telah bereaksi terhadap gugatan yang diajukan terhadap Nirvana oleh S

    on Oct 5, 2021
    Album Klasik

    32 Album Klasik & Esensial Yang Berulang Tahun Di Bulan September

    Album Klasik & Esensial. Yup, usia album-album ini memang sudah cukup dewasa, bahkan tua alias lawas! Usianya dihitung sejak tanggal dirilisnya sebuah

    on Sep 28, 2021