×
×

Search in Mata Mata Musik

MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 2020

Posted on: 12/31/20 at 10:00 am

MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 2020

Meski 2020 merupakan tahun paling bangsat bagi 99% populasi manusia di Bumi (1% lagi yang nggak kena dampak kehancuran, yang berpesta di atas penderitaan jutaan orang), kancah musik cadas tetap menghadirkan banyak rilisan yang keren sekaligus berkesan bagi kami dan kalian semua tentunya. Sambil kita menunggu konser dan festival musik kembali digelar, syukurnya kita masih dihibur oleh album-album hard rock dan heavy metal baru yang memperkuat antisipasi kita untuk menyaksikan band-band favorit kita kembali menghantam panggung.

Baca juga: 12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 telah didominasi oleh pandemi Covid-19 di seluruh dunia, dan salah satu hal yang dapat mengalihkan perhatian kita dari penderitaan dan ketidakpastian yang terjadi setiap hari, tentu saja adalah musik yang bagus, musik yang bikin lo happy. Meski banyak band yang menunda jadwal rilis album barunya karena pandemi, untungnya nggak sedikit juga band yang memutuskan untuk tetap merilis album baru di tahun ini, walau mereka nggak bisa melakukan tur untuk mempromosikan karya studio terbaru mereka.

Dan dari deretan panjang album baru yang dirilis tahun ini, terdapat album comeback yang paling ditunggu, yaitu album Power Up milik legenda hard rock AC/DC yang bersatu kembali dengan formasi klasik yang masih hidup dan merupakan salah satu album terkuat mereka dalam 30 tahun terakhir.

Band-band veteran seperti Deftones dan Lamb of God juga kembali dengan album yang keren tahun ini, sementara band-band yang usianya lebih muda dan sedang naik daun seperti Code Orange dan Pallbearer seperti terus menegaskan bahwa regenerasi musik cadas telah dan akan terus berjalan dengan sangat baik untuk tahun-tahun mendatang. Yup, the future of hard rock and heavy metal is still bright.

MataMata Musik telah membuat sorotan khusus berupa daftar album teratas berikut ini. Sebagian album ada yang dirilis atau digarap sebelum masa pandemi, namun sebelum atau sesudah, album ini tetap menjadi soundtrack untuk salah satu periode paling suram yang pernah dialami dunia ini. Banyak banget album yang bagus, tetapi untuk saat ini, setelah kami kurasi, inilah Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Tahun 2020:

20. KVELERTAK – Splid

Fakta: Splid adalah album studio keempat Kvelertak sekaligus pertama yang menampilkan vokalis baru, Ivar Nikolaisen. Ivar mulai bergabung pada 2018, menggantikan Erlend Hjelvik. Band asal Stavanger, Norwegia ini sukses menciptakan fusi genre antara extreme metal dan rock and roll. Album ini juga merupakan debutnya di bawah naungan label rekaman baru mereka, Rise Records.

Alasan Keren: Empat tahun pasca album Nattesferd, Kvelertak kembali dengan album dengan nuansa baru yang lebih “remaja” dan ringan. Bukan hanya kehadiran vokalis baru, meski agak melembek alias nggak sekeras materi album lamanya, Kvelertak sekali lagi membuktikan kepiawaian mereka dalam memadukan estetika dan riff serta vokal extreme metal dengan struktur musik punk rock yang cenderung simpel namun liar. Tidak mudah membuat extreme metal yang bernuansa fun dan pas jadi soundtrack pesta alkohol hip-hip hura-hura.

Lagu Rekomendasi: ‘Crack of Doom’, ‘Uglas Hegemoni’, ‘Fanden ta dette hull!’.

19. ODRAZA – Rzeczom

Fakta: Melalui album ini, duo black metal kelahiran Krakow, Polandia Odraza menjelajahi wilayah yang jarang disinggahi oleh kebanyakan pengusung genre ini. Black metal telah berkembang sangat jauh, tanpa henti bercabang-cabang melalui sub-kategorinya sendiri, suatu konsep yang tampaknya memikat band ini. Ironisnya, untuk genre yang dibentuk berdasarkan sound dan attitude yang “TRVE”, yaitu yang serba intoleran seperti yang didiktekan oleh Euronymous-nya Mayhem pada masa-masa awal scene Norwegian Black Metal, kini justru menjadi salah satu subgenre heavy metal yang paling eksperimental. Hal itu diilustrasikan dengan baik oleh Odraza melalui Rzeczom. Di satu sisi album ini mengikuti template black metal tradisionalis, namun juga menyimpan banyak kejutan dan kemungkinan tetap memikat hati kaum puritan black metal. Mungkin.

Alasan Keren: Nggak peduli elemen apa yang Odraza masukkan ke dalam amunisi black metal-nya, yang pasti serangan mereka berjalan sempurna dengan riff mencekam yang memorable sebagai kekuatan utamanya. Di lagu-lagu seperti ‘Schadenfreude’, ‘Bempo’, ‘Swit opowiadaczy’ bermain cepat, di lagu-lagu lainnya seperti ‘Rzeczom’ dan ‘Dluga 24’ bermain pelan, bahkan menyelipkan gaya polka di ‘…twoja rzecz tez’, dan terdapat nuansa progressive/post-rock di lagu instrumental penutup album ‘Ja nie stąd’ seperti di lagu-lagu lainnya. Ada banyak hal yang bisa ditemukan di sini. Odraza telah menciptakan sesuatu yang dapat dengan mudah menarik penggemar musik black metal klasik dan modern.

Lagu Rekomendasi: ‘Rzeczom’, ‘Swit opowiadaczy’, ‘Ja nie stąd’.

18. VADER – Solitude in Madness

Fakta: Para godfather death metal Polandia ini memang nggak pernah mengecewakan. Lewat album Solitude in Madness, Vader konsisten brutal dan memuaskan seperti album-album terdahulu mereka. Mereka loyal di jalurnya sejak 1983 yang musik dan sound-nya berevolusi seiring perkembangan zaman dengan benang merah death metal tradisional. Bagi pemula, lo bisa jadikan Vader sebagai gerbang observasi extreme metal lo.

Alasan Keren: Band-band metal sering kali seperti kampanye militer, yang melakukan manuver-manuver canggih yang saling terkait di berbagai bidang untuk bikin kita terkecoh, kaget hingga akhirnya si pendengar bertekuk lutut untuk menyembahnya. Vader nggak begitu. Mereka hanya mengirim para pengebom dan membiarkan pendengar mereka sampai semuanya hancur berkeping-keping. Solitude in Madness menyerang tanpa ampun dari awal dan nggak mau mengalah sampai selesai sekitar 30 menit kemudian. Album ini bahan bakar murni buat moshing dan headbanging dengan riff-riff yang melekat di kepala selama berhari-hari.

Lagu Rekomendasi: ‘Into Oblivion’, ‘Incineration of the Gods’, ‘Bones’.

17. EMMA RUTH RUNDLE & THOU – May Our Chambers Be Full

Fakta: Ini adalah album kolaborasi penyanyi folk/post-rock Emma Ruth Rundle asal Louisville, Kentucky dan jagoan sludge metal Thou asal Baton Rouge, Louisiana. Hasil sinergi dari gaya dan genre kedua artis Amerika Serikat tersebut yang berbeda menciptakan musik doom metal bernuansa apokaliptik yang sarat semburan riff-riff disonan berat sebagai pengiring vokal melodius Emma yang silih-berganti dengan vokal scream Bryan Funck (Thou) yang identik black metal.

Alasan Keren: Mungkin lo belum pernah mendengar “Melodic Sludge Metal”, atau kalau pun pernah, seperti terasa salah, karena sludge metal yang disonan dan bertempo pelan namun ber-sound berat, jauh dari melodius. Namun Emma Ruth Rundle dan Thou sukses mengubah hal yang tampaknya mustahil itu. May Our Chambers Be Full adalah jembatan antara gaya folk gelapnya Emma Ruth Rundle dan metal disonan-nya Thou yang sarat riff menyeret-nyeret. Gambaran terdekatnya mungkin kombinasi antara Evanescence dan Darkthrone dengan tempo musik yang lebih pelan.

Lagu Rekomendasi: ‘Monolith’, ‘Ancestral Recall’, ‘The Valley’.

16. TESTAMENT – Titans of Creation

Fakta: Test Ngament eh Testament adalah salah satu dedengkot thrash metal yang konsisten di jalurnya sejak awal eksis di belantara metal. Album studio ke-13 mereka, Titans of Creation membuktikan sekali lagi. Tiga member utamanya, yakni vokalis Chuck Billy bersama duo gitaris Eric Peterson dan Alex Skolnick tetap menjadi motor musikal band ini.

Alasan Keren: Sejak lagu pembuka album ini, ‘Children of the Next Level’, Testament tetap menjadi Testament yang kita kenal sejak album debut 1987, The Legacy. Album ini berhamburan hook dalam komposisi sarat teknikalitas namun groovy pada tiap lagunya, terutama lagu ‘Dream Deceiver’ yang paling menampilkan kemampuan melodi vokal Chuck Billy, demikian halnya dengan ‘Night of the Witch’. Tiga dekade berkarier, Testament loyal dan tetap piawai meninggalkan impresi pendengar yang dibikin pegal lehernya usai headbanging di sepanjang album ini.

Lagu Rekomendasi: ‘Night of the Witch’, ‘Children of the Next Level’, ‘Dream Deceiver’.

15. KATATONIA – City Burials

Fakta: Unit doom metal kelahiran Stockholm, Swedia, Katatonia, telah absen selama empat tahun karena fokus pada proyek death metal sampingan mereka, Bloodbath. Mungkin hal itulah yang memengaruhi album ke-11 Katatonia, City Burials, menjadi nyaris seperti suatu kejutan. Jeda yang lama nampaknya bikin band ini menjadi lebih baik dalam menggarap materi album baru.

Alasan Keren: Katatonia memiliki kemampuan penulisan lagu yang matang di album ini. Bahkan lagu-lagu seperti ‘Flicker’, ‘Winter Of Our Passing’, dan ‘City Glaciers’ akan memiliki kekuatan yang sama walau tanpa dukungan kibord, synthetizer, dan efek. Namun dari situ lah Katatonia menciptakan dinamisme musiknya menjadi sinematik karena sukses mengilustrasikan emosi jiwa manusia melalui musik. City Burials bisa dibilang album terkuat Katatonia selama 20 tahun.

Lagu Rekomendasi: ‘Winter of our Passing’, ‘Flicker’, ‘City Glacier’.

13. BODY COUNT – Carnivore

Fakta: Body Count, band crossover thrash/hardcore yang dikomandani oleh aktor dan rapper Ice-T, memang gemar mengusung topik kontroversial. Dari lagu tahun 1992 mereka, ‘Cop Killer’ hingga lagu seperti ‘Manslaughter’ tahun 2014 dan ‘No Lives Matter’ tahun 2017, Ice-T dan kawan-kawan selalu berani menyatakan opini politis mereka yang kuat. Carnivore nggak terkecuali dengan lagu-lagu seperti lagu ‘Carnivore’ dan ‘Point the Finger’ (fitur mendiang vokalis Power Trip, Riley Gale) yang mengeksplorasi topik-topik seperti kekerasan, kebrutalan polisi, rasisme, dan kemiskinan.

Alasan Keren: Liriknya bukan cuma memprovokasi pikiran, tetapi musikalitasnya juga nampol. Album ini menampilkan penggabungan yang dilakukan dengan baik antara rap, hardcore dan thrash metal hanya dengan sedikit eksperimen yang lebih modern dengan disonansi dan dinamika. Selain Riley Gale (Power Trip), album ini juga menampilkan beberapa tamu keren seperti Jamey Jasta (Hatebreed), dan Amy Lee (Evanescence). Kolaborasi dengan Amy Lee, ‘When I’m Gone’, terinspirasi oleh pembunuhan Nipsey Hussle.

Lagu Rekomendasi: ‘Carnivore’, ‘Bum-Rush’, ‘Point the Finger’.

12. NECROT – Mortal

Fakta: Trio death metal asal Oakland, California, Amerika Serikat, Necrot meningkatkan kualitas penulisan lagu mereka di album kedua yang ekspansif dan imajinatif ini. Sebagai pelestari gaya otentik “old school” death metal era 1990-an dengan Entombed dan Dismember sebagai kiblat, Necrot tetap menonjol di antara sekian banyak band muda yang bergaya tua pengibar bendera OSDM (Old School Death Metal).

Alasan Keren: Meski menggeber gaya permainan yang diwarisi oleh para pionir OSDM dari semenanjung Skandinavia, Necrot sukses menciptakan lagu-lagu intens dan brutal namun memorable tanpa harus menjadi klise dengan karakter sound distorsi hasil olahan efek pedal Boss HM-2. Aransemennya pun nggak perlu ruwet (supaya terkesan canggih) namun dengan sederhana tetap efektif meninggalkan impresi.

Lagu Rekomendasi: ‘Stench of Decay’, ‘Sinsiter Will’, ‘Mortal’.

11. MR. BUNGLE – The Raging Wrath of the Easter Bunny Demo

Fakta: Tiga member asli Mr. Bungle, yakni Mike Patton, Trey Spruance, dan Trevor Dunn menggaet mantan dramer Slayer, Dave Lombardo dan gitaris Anthrax, Scott Ian untuk merayakan tahun-tahun awal mereka saat mengusung crossover thrash dengan tur singkat pada Februari 2020 lalu. Dan dengan formasi yang sama, Mr. Bungle masuk ke studio untuk merekam ulang demo tahun 1986 mereka, The Raging Wrath of the Easter Bunny.

Alasan Keren: Sebelum mendengarkan hasil rekamannya, ekspektasi publik metal tentu sudah tinggi setelah melihat jajaran musisi “berbahaya” dalam formasi anyar Mr. Bungle. Ya iyalah, isinya wong edan semua, hehe. Hasilnya benar-benar sesuai ekspektasi. Kalau lo gandrung band-band thrash metal era 1980-an, The Raging Wrath of the Easter Bunny merupakan esensial as fuck.

Lagu Rekomendasi: ‘Bungle Grind’, ‘Eracist’, ‘Sudden Death’.

10. SPIRIT ADRIFT – Enlightened in Eternity

Fakta: Setelah album Divided by Darkness dirilis tahun lalu, tahun ini Spirit Adrift kembali dengan Enlightened in Eternity. Mereka adalah pelestari heavy metal tradisional yang dipopulerkan oleh Black Sabbath dan Judas Priest. Spirit Adrift dikomandani oleh Nathan Garrett (vokal/gitar). Selain Sabbath dan Priest, terdapat getaran “old school” dari Angel Witch, Pentagram, melalui pesona vokal Garrett yang bersinar melalui musik Spirit Adrift.

Alasan Keren: Keterampilan band ini memadukan melodi dengan elemen speed metal dan doom metal membuat lagu-lagu mereka terasa memorable seperti ‘Harmony of the Spheres’ dan ‘Astral Levitation’. Enlightened in Eternity adalah rekaman yang lebih detail dan ambisius ketimbang Divided by Darkness, aransemen dan sound-nya selangkah lebih maju. Mungkin seperti pencapaian Metallica di Master of Puppets dari Ride the Lightning. Spirit Adrift telah menjadi salah satu band di era modern yang paling terdepan sebagai pembawa obor heavy metal bernuansa vintage. Dari mulai artwork bertema fantasi yang epik, lirik bertema spiritual dan filosofis, hingga riff dan solo gitar yang menonjol.

Lagu Rekomendasi: ‘Harmony of the Spheres’, ‘Astral Levitation’.

9. HAVUKRUUNU – Uinuos Syömen Sota

Fakta: Band black metal kebangsaan Finlandia, Havukruunu, perlahan tapi pasti telah membangun basis penggemar internasional dengan serangkaian rilisan album yang kuat, dan antusiasme para penggemar mereka tampaknya kini mencapai puncaknya dengan Uinuos Syömen Sota.

Alasan Keren: Di sepanjang album baru ini, Havukruunu mengumbar begitu banyak riff yang begitu menusuk ke sanubari. Hmmm… bagaimana ya mengungkapkannya. Mungkin coba lo bayangkan pengaruh dari Immortal dan Bathory dengan riff yang lebih variatif dan melodik bertangga nada Finnish-folk dan bertema cerita rakyat Tanah Air mereka. Inilah album terbaik di tahun 2020 ini yang bisa menjadi soundtrack untuk membangkitkan semangat menunggang kuda, dan siap untuk mati tetapi bertekad untuk menang sebagai ksatria.

Lagu Rekomendasi: ‘Uinuos Syömen Sota’, ‘Kunnes Varjot Saa’, ‘Ja Viimein On Yö’.

8. ETERNAL CHAMPION – Ravening Iron

Fakta: Selain Spirit Adrift, inilah band pelestari heavy metal tradisional yang mulai menampakkan tajinya ke level yang lebih tinggi. Eternal Champion, band asal Austin, Texas, Amerika Serikat yang eksis sejak 2012 ini termasuk kaum vintage yang menyukai artistik bergaya fantasi nan epik, bahkan ada unsur sensualitas seperti artwork sampul album ini yang nggak sedikit yang menilai norak dan kekanak-kanakan.

Alasan Keren: Musik heavy metal Eternal Champion memiliki daya tampol yang lebih kuat sehingga menjadi lebih nikmat buat headbanging karena menggeber riff-riff yang thrashy dengan nada-nada yang epik. Bagaikan peleburan dari Saxon, W.A.S.P., Judas Priest dan Metallica. Dari lagu pertama hingga terakhir mampu mempertahankan kualitas kegagahan heavy metal epik.

Lagu Rekomendasi: ‘A Face in the Glare’, ‘Ravening Iron’, ‘Worms of the Earth’.

7. MARILYN MANSON – WE ARE CHAOS

Fakta: Marilyn Manson kembali dengan album ke-11 doi, WE ARE CHAOS, dan di sini doi merekrut produser Shooter Jennings, putra artis musik country legendaris Waylon Jennings dan Jessi Colter, sebagai rekan penggarapan album baru ini. Manson ketemu doi saat sedang mengerjakan serial TV Sons of Anarchy.

Alasan Keren: Segudang pengaruh musik yang bervariasi di WE ARE CHAOS membuat album ini sangat menarik. Tanpa meninggalkan sound klasik Marilyn Manson yang bergaya gothic industrial rock, permainan gitar dan piano di album ini direksinya lebih ke arah rock and roll. Setiap lagu di WE ARE CHAOS terasa seperti adegan klimaks dalam film epik dan memberi kesan kepada pendengar bahwa lagu-lagu Manson adalah bagian dari saga film tersebut. Secara keseluruhan, dari produksi, keterampilan musisi, hingga penulisan lagu, album ini masuk di antara yang terbaik di sepanjang karier Marilyn Manson.

Lagu Rekomendasi: ‘WE ARE CHAOS’, ‘DON’T CHASE THE DEAD’, ‘SOLVE COAGULA’.

6. CODE ORANGE – Underneath

Fakta: Salah satu rilisan paling populer tahun ini, Underneath menjadi seperti penanda kelahiran kembalinya Code Orange. Cukup berbeda dengan asal-usul mereka yang lahir di scene underground di bawah bendera Code Orange Kids mengusung hardcore punk. Band metalcore ini sudah naik ke level yang jauh lebih tinggi dengan masuk nominasi Grammy 2021 dan menjadi sorotan penuh dari blantika musik cadas dunia.

Alasan Keren: Underneath merupakan album terbaik Code Orange sejauh ini. Nggak hanya hardcore dan thrash metal, mereka kini memasukkan elemen industrial, nu-metal dan alternative rock dengan menghadirkan vokal melodius di samping vokal scream. Kalau kita simak, album ini agak eksperimental dan beratmosfer lebih suram, namun mereka sukses meraciknya menjadi enak, terhindari dari kompleksitas yang nggak jelas. Tetap menyulut moshing dan headbanging, di saat yang bersamaan tetap bisa sing along, walau sama sekali nggak ada pendekatan musikal yang kompromis.

Lagu Rekomendasi: ‘Swallowing the Rabbit Whole’, ‘You and You Alone’, ‘Sulfur Surrounding’.

5. PARADISE LOST – Obsidian

Fakta: Salah satu veteran doom metal kebangsaan Inggris ini telah menguasai beberapa gaya genre cadas sejak didirikan 30 tahun lalu. Dari death metal di tahun-tahun awal karier mereka hingga gothic rock di akhir 1990-an, Paradise Lost telah membuktikan diri mereka sebagai pakar penulisan lagu dengan beragam gaya genre secara berulang kali. Album terbaru mereka, Obsidian, menyentuh setiap pilihan gaya genre yang pernah dibuat band ini sambil mempertahankan identitas inti mereka sendiri.

Alasan Keren: Obsidian terasa seperti puncak kemenangan Paradise Lost setelah satu dekade merilis sederet album yang cukup hebat. Dari lagu pembuka hingga penutup album ini, Nick Holmes dan kawan-kawan mampu membius pendengar dengan alunan gelap nan indah yang begitu emosional dengan pilihan nada yang ideal yang membuat Paradise Lost layak memegang tahta raja doom metal.

Lagu Rekomendasi: ‘Darker Thoughts’, ‘Fall from Grace’, ‘Ghosts’, ‘Ending Days’.

4. DEFTONES – Ohms

Fakta: Musik Deftones cenderung berevolusi pada tiap dekade. Pada 2000, mereka merilis White Pony dengan vokal Chino Moreno yang kerap nge-rap di samping melodius, kemudian pada 2010, Diamond Eyes tempo musiknya menurun namun dengan sound yang berat dan Chino meninggalkan gaya rap-nya. Namun album tahun 2020 ini, Ohm, bukan lagi penemuan baru yang radikal, tetapi merupakan tambahan yang solid untuk warisan corak musik band alternative metal ini yang orisinil.

Alasan Keren: Deftones memang nggak pernah bikin album jelek, tetapi mereka perlu menghabiskan satu dekade sejak album Diamond Eyes menjelajahi tekstur dan soundscapes yang terkadang mengurangi kualitas penulisan lagunya. Ohms berhasil keluar dari pola itu, dengan lagu-lagu yang lebih fokus, dan permainan riff gitar yang lebih menonjol dan dapat menghidupkan kembali hubungan band ini dengan penggemar yang meningkat pesat setelah White Pony.

Lagu Rekomendasi: ‘Ceremony’, ‘Error’, ‘The Spell of Mathematics’.

3. NAPALM DEATH – Throes in the Joy of Defeatism

Fakta: Album studio ke-16 band pionir grindcore kebangsaan Inggris ini merupakan album full length pertama sejak Apex Predator – Easy Meat (2015) yang memiliki jarak antar album terpanjang dalam sejarah Napalm Death

Alasan Keren: Throes Of Joy In The Jaws Of Defeatism mungkin nggak menghasilkan lagu-lagu hits sekaliber ‘Suffer the Children’ atau ‘If the Truth Be Known’ dari album seminal Harmony Corruption (1990). Namun album ini merupakan salah satu yang terkuat dalam menghipnotis para fans dari berbagai subgenre musik ekstrim melalui materi yang inovatif dan infeksius. Eksplorasi kreatif dedengkot grindcore ini ke wilayah yang belum mereka jelajahi sebelumnya nampaknya cukup menyegarkan bagi fans yang mengikuti band ini sejak awal atau pertengahan kariernya. Eksperimentasi mereka, contoh yang paling gamblang, ‘A Bellyful of Salt and Speen’, lagu industrial doom bernafaskan dhrone yang nggak menjadi kelebihan atau pun kekurangan dalam album ini, namun cocok menjadi soundtrack penutup kebiadaban kisah album ini. Mungkin konsep baru Napalm Death ini bakal menjadi suatu “set new standard” bagi masa depan grindcore dan musik ekstrim secara umum. Maka, nggak berlebihan jika gue bilang Napalm Death adalah sejatinya “Leaders Not Followers”, mengutip dari judul seri album kompilasi cover song mereka. Lebih tepatnya, “the undisputed kings of grindcore”.

Lagu Rekomendasi: ‘Fuck the Factoid’, ‘Backlash Just Because’, ‘Contagion’.

2. PALLBEARER – Forgotten Days

Fakta: Band doom metal asal Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat, Pallbearer telah melewati lika-liku industri musik yang sulit seperti banyak band metal pada umumnya. Diawali oleh rilisan demo pada 2010, sebelum akhirnya dikontrak oleh label rekaman indie Profound Lore Records untuk merilis serangkaian album yang sukses. Setelah satu dekade, akhirnya mereka dikontrak oleh label indie raksasa Nuclear Blast Records untuk album studio keempat mereka, Forgotten Days. Album ini merupakan titik balik karier mereka.

Alasan Keren: Forgotten Days bisa dibilang album doom metal terbaik tahun 2020 dan debut mereka di Nuclear Blast yang mengesankan. Berkat produksi minimalis produser Randall Dunn, sound album ini terdengar lebih organik, dan langsung lebih mudah diakses daripada album sebelumnya, Heartless. Lagu-lagu di album baru ini memiliki kualitas emosional yang lebih besar, dan band ini terdengar nggak terpengaruh oleh gangguan atau ekspektasi baru yang diperkenalkan oleh peningkatan eksposur setelah band kian sukses.

Lagu Rekomendasi: ‘Forgotten Days’, ‘Riverbed’, ‘Rite of Passage’.

2. LAMB OF GOD – Lamb of God

Fakta: Sebagai salah satu dedengkot pembawa New Wave Of American Heavy Metal, Lamb of God juga merupakan salah satu band metal paling penting selama 20 tahun terakhir. Dari instrumentasi fenomenal mereka hingga potensi lirik-lirik sosial-politik mereka, Lamb of God tetap menjadi raksasa di genrenya, kontinyu membuat album keren yang mendebarkan dan menggenjot adrenalin. Album self-titled Lamb of God ini nggak hanya merupakan tambahan yang luar biasa untuk diskografinya, tetapi juga terbukti sebagai karya heavy metal yang mendalam secara musikal dan lirikal.

Alasan Keren: Album Lamb of God adalah perpaduan fantastis antara serangan metal yang nampol dan konten yang mendalam. Eksplorasi dan keterampilan Randy Blythe dalam merangkai kata dalam liriknya, bersama dengan kecerdasan komposisi musik yang groovy secara non-stop memprovokasi headbanging di sepanjang album. Randy Blythe secara puitis membahas topik-topik sosial politik seperti reformasi imigrasi, penembakan massal, masalah lingkungan, dan banyak lagi, menjadikannya salah satu album metal paling penting dan relevan di tahun 2020.

Lagu Rekomendasi: ‘Memento Mori’, ‘Reality Bath’, ‘New Colossal Hate’, ‘Bloodshot Eyes’.

Baca juga: Darkness Imprisoning Me…Absolute LITTLE KRUTA! Album Tribute Metallica Terbaik

1. AC/DC – Power Up

Fakta: Tahun ini AC/DC merayakan ulang tahun ke-40 album Back in Black. Legenda hard rock ini memang tampil mengejutkan saat pertama kali mengumumkan ingin merilis album baru di tahun suram ini. Album studio ke-17 band ini, Power Up, muncul seperti obat penawar rasa nggak enak dan pernyataan tegas kemenangan rock and roll yang tidak mengenal batasan waktu dan usia.

Alasan Keren: Album ini menampilkan kembalinya tiga member klasik, yakni vokalis Brian Johnson, dramer Phil Rudd, dan bassis Cliff Williams, yang semuanya sempat keluar dari band pada saat tur terakhir AC/DC selesai pada 2016. Sebagai tandem gitaris dan maskot band, Angus Young, gitaris Stevie Young direkut untuk menggantikan mendiang Malcolm Young yang hebat, yang berbagi kredit penulisan lagu di setiap lagu di Power Up. Seperti yang dikatakan Angus, Power Up adalah penghargaan untuk saudara kandungnya, Malcolm, seperti Back in Black adalah penghargaan untuk mendiang vokalis pertama AC/DC, Bon Scott. Jika berbicara tentang hard rock, nggak ada yang seperti AC/DC, dan di usianya yang kepala 6 menjelang 70 tahun, mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka ahli dalam bidangnya. Album ini menampilkan riff dan hook yang kuat pada tiap lagunya. Mereka lah tua-tua keladi yang sesungguhnya.

Lagu Rekomendasi: ‘Shot in the Dark’, ‘Kick You When You’re Down’, ‘Systems Down’.

Kurator, Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Iron Maiden

    Iron Maiden Umumkan Detail "Senjutsu", Album Barunya Di Tahun 2021

    Iron Maiden baru saja mengumumkan detail album studio ke-17 mereka yang berjudul Senjutsu. Album baru legenda NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal) ini

    on Jul 19, 2021
    Iron Maiden

    Iron Maiden Luncurkan MV Animasi Lagu Baru Dalam 6 Tahun Terakhir

    Iron Maiden akhirnya kembali dengan karya baru! Pahlawan NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal) ini telah meluncurkan video animasi epik untuk lagu 'The

    on Jul 16, 2021
    Ed Sheeran bad habbits

    Ed Sheeran Enggak Nolak Bikin Album Death Metal, Suka Cradle Of Filth

    Ed Sheeran di dalam video klip 'Bad Habits' (Foto: via YouTube). Ed Sheeran, sang bintang pop beken kebangsaan Inggris yang mengcover lagu metal terdengar s

    on Jul 15, 2021
    Megadeth bassis misterius

    Megadeth Akhirnya Telah Menemukan Bassis Pengganti David Ellefson

    Dave Mustaine-nya Megadeth (Foto: David Brendan Hall) /Megadeth’s Mystery Bassist (Foto: via Cameo). Megadeth kasih kabar baru nih, bray. Sejak bergabung

    on Jul 14, 2021