×
×

Search in Mata Mata Musik

Megan Thee Stallion Tuntut Labelnya Sendiri Agar Bisa Merilis Musik Baru

Posted on: 03/3/20 at 1:30 pm

Megan Thee Stallion.
Megan Thee Stallion (Foto: Joe Scarnici/Getty Images for VaynerSports).

Rapper wanita yang sedang naik daun Megan Thee Stallion telah menuduh bahwa pada Minggu (1 Maret) lalu, label rekamannya yang bernama 1501 Certified Entertainment telah mencegahnya untuk merilis musik baru. Sang rapper asal Houston, Amerika Serikat (AS) ini membuat klaim itu selama sesi live Instagram-nya, yang menyatakan bahwa ketentuan kontrak yang ditandatanganinya dengan label 1501 mencakup detail-detail yang tidak jelas baginya, dan bahwa ketika dia meminta untuk menegosiasikan ulang kontrak tersebut, dia dilarang untuk merilis karya musik terbarunya.

Megan Thee Stallion sekarang telah mengajukan gugatan terhadap label yang sedang menyebabkan masalah pada kontraknya, dan sebuah perintah penahanan sementara telah diberikan untuk memungkinkannya merilis musik baru, sesuai laporan dari TMZ dan konfirmasi mengenai dokumen yang telah dilihat oleh Pitchfork.

Pada Senin (2 Maret) lalu, seorang hakim distrik dari Harris County Texas mengabulkan permintaan perintah penahanan sementara dari Megan Thee Stallion, yang dirancang untuk menggagalkan upaya label 1501 untuk mencegahnya merilis “musik baru” pada hari Jum’at, 6 Maret mendatang.

Perintah penahanan ini juga dilaporkan akan mencegah 1501 dari mengancam Megan Thee Stallion di media sosial. Perintah ini akan kedaluwarsa pada 16 Maret pukul 11:59 malam waktu setempat. Sejak itu, sang rapper berusia 25 tahun itu tampaknya telah mengkonfirmasi bahwa dengan adanya perintah penahanan ini, berarti para penggemar dapat berharap untuk mendengar lagu-lagu baru dari dirinya minggu ini.

Gugatan itu diajukan kemarin (2 Maret) terhadap 1501 dan sang ketua label Carl Crawford. Megan Thee Stallion menuntut uang ganti rugi setidaknya sebesar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) dan meminta kontraknya dinyatakan batal atau diakhiri. Gugatan tersebut mengklaim bahwa kontrak tersebut menetapkan bahwa 1501 berhak atas 60% dari pendapatan rekamannya. 40% sisanya dilaporkan dialokasikan untuk Megan Thee Stallion, namun gugatan itu mengklaim bahwa ia harus menggunakan bagian pendapatan itu untuk membayar para artis kolaborator, mixer, remixer, dan produser teknis.

Baca juga: Megan Thee Stallion Debut Lagu Baru di Tiny Desk Concert

Pada bagian lain dalam gugatan itu, Megan Thee Stallion dan pengacaranya merincikan keberadaan unsur “tanpa sepengetahuan” dalam kontraknya. Kontrak tersebut memberi 1501 dan Crawford 50% dari hasil penerbitannya, 30% dari pendapatan turnya, 30% dari hasil merchandise-nya, kontrol atas semua hak merchandising, dan potongan keuntungan dari apa yang disebut sebagai “pendapatan pasif” yang diterima Megan Thee Stallion (seperti uang sponsor dan keuntungan endorsement). Gugatan itu juga mengklaim bahwa 1501 telah gagal untuk memperhitungkan pendapatan yang mereka peroleh “meskipun telah diminta berulang-ulang,” menyebut semua informasi yang dibagikan oleh label sebagai sesuatu yang “sengaja dan menipu secara samar-samar”.

Isi dari gugatan itu juga mengklaim bahwa 1501 telah membuat “representasi palsu” tentang perusahaan pada saat penandatanganannya, termasuk klaim bahwa seorang eksekutif musik terkenal di Houston, Texas adalah seorang “mitra” dari label ketika orang itu sebenarnya adalah konsultan pihak ketiga. Ia juga mengklaim bahwa 1501 gagal untuk “menjelaskan sifat penuh dari kontrak itu”. Megan Thee Stallion mengklaim bahwa dia hanya menandatangani kontrak akibat serangkaian “kesalahpahaman dan kelalaian”.

Gugatan itu juga mengklaim bahwa label “gagal mengambil langkah-langkah dasar yang diperlukan” seperti mendaftarkan hak cipta untuk Megan Thee Stallion dan merek dagangnya. Gugatan tersebut menyatakan bahwa kelalaian label dalam pengarsipan merek dagang meninggalkan celah bagi seorang “pihak ketiga tanpa kepemilikan properti intelektual dalam aset (milik Megan)” untuk mendaftarkan merek dagangnya atas nama mereka.

Megan Thee Stallion sendiri mengajukan pernyataan untuk mendukung gugatan itu. Dia mengklaim bahwa 1501 hanya pernah membayar US$ 15.000 (Rp 213 juta) dan mengutip bahwa ada beberapa “ancaman langsung dan terselubung” dari Crawford dan J. Prince. Dia secara khusus mengutip foto Megan Thee Stallion yang muncul baru-baru ini dari kasus penangkapan masa lalu ketika dia berusia 19 tahun, mengatakan bahwa itu “jelas dibocorkan oleh seseorang dari label 1501” dan “dirancang untuk membahayakan saya dan karier saya”. Produser musik Megan Thee Stallion, Lil Ju (“Big Ole Freak”), juga berbagi pernyataan yang mengklaim bahwa ia menerima ancaman dari Crawford.

“Kami sangat senang pihak pengadilan telah mengabulkan permohonan TRO (Temporary Restraining Order) kami, dan senang bahwa dunia sekarang dapat mendengar musik baru Megan Thee Stallion pada 6 Maret mendatang,” kata pengacara Megan, Richard Busch dalam sebuah pernyataan. “Kami sekarang akan melanjutkan dengan klaim lain yang tercantum dalam Petisi”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Megan Thee Stallion dan Beyonce.

Lagu ‘Savage’ Megan Thee Stallion dan Beyoncé Tembus No. 1 di Cha...

Megan Thee Stallion dan Beyonce. (Foto: Urban Islandz). ‘Savage’, lagu viral milik rapper Megan Thee Stallion yang menampilkan sang superstar Beyoncé,

on May 28, 2020
Doja Cat dan Nicki Minaj

Lagu Kolab Doja Cat dan Nicki Minaj Tembus No. 1 di Chart Billboard Ho...

Doja Cat dan Nicki Minaj. (Foto: MTV). Agak sulit dipercaya tetapi, sejak merilis album debutnya, Pink Friday, rapper jagoan twerking Nicki Minaj telah menc

on May 13, 2020
Beyonce dan Megan Thee Stallion.

Megan Thee Stallion Beri Kejutan Aksi Beyonce di Remix Lagu ‘Savage...

Beyonce dan Megan Thee Stallion. (Foto: Ian West/PA Images via Getty Images, Steve Granitz/WireImage). Versi remix dari lagu ‘Savage’ milik rapper sensa

on May 1, 2020
Alicia Keys

Alicia Keys Masuk Daftar Penghargaan Women in Music 2019

Edisi ke-14 acara tahunan Women in Music yang diselenggarakan oleh Billboard akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang di Los Angeles. Alicia Keys,

on Dec 4, 2019