<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Meltdown Festival: The Libertines di Royal Festival Hall

Posted on: 09/1/18 at 8:00 pm

Oleh Jake Cudsi (The Upcoming)

Masa lalu The Libertines yang penuh masalah sudah sangat terkenal. Masalah percintaan, masalah kecanduan, dan konflik internal pada akhirnya menyebabkan perpecahan prematur band yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik dari generasinya. Terlepas dari intensitas drama yang sangat dipublikasikan seputar band ini di puncak kejayaannya, musiknya lah yang tetap bertahan, dengan The Libertines pada akhirnya bersatu kembali dan lanjut untuk merilis album ketiganya di 2015.

Sejak resmi terbentuk kembali di tahun 2014, reuni ini terasa seperti upaya untuk menebus waktu yang hilang, untuk mendapatkan apa yang membuat mereka menjadi band yang menawan di masa kejayaan mereka. Penampilan sekali waktunya untuk festival Meltdown yang digelar oleh Robert Smith (dari The Cure) di Southbank penuh dengan kasih sayang, persaudaraan dan pemahaman musik yang hampir melekat satu sama lain – fitur yang hadir untuk menegaskan warisan mereka.

Memasuki panggung untuk menyambut audiensi yang ramai, Carl Barât mengambil alih paruh pertama penampilan mereka, dengan Pete Doherty sebagai vokal pendukung; peran tersebut kemudian dibalik untuk paruh kedua. Tapi pembagian ini tidak mencolok, lebih terasa seperti pernikahan dari dua gaya, dengan lirik emosial Doherty yang didukung oleh Barât di piano di bagian Doherty di malam itu. Kelembaban tampaknya telah menguras Doherty khususnya di penghujung acara, tapi para veteran ini punya cukup banyak energi untuk dengan sempurna memainkan banyak lagu hit termasuk “Can’t Stand Me Now”, “What Became of the Likely Lads”, dan “Time for Heroes”.

Kejutan yang menggembirakan adalah penampilan yang meriah dari lagu The Cure “Boys Don’t Cry”, namun, yang terbaik, seperti biasanya, disimpan untuk bagian terakhir. Muncul untuk encore untuk menutup pertunjukan yang berjalan satu setengah jam ini, The Libertines pertama-tama mempersilakan drumer Gary Powell untuk membawakan penampilan solo yang memukau lengkap dengan pergelangan tangan yang patah yang dialami pada malam sebelum acara berlangsung, dan kemudian memainkan lagu wajib “Don’t Look Back into the Sun” untuk khalayak yang berpengalaman, menutup malam yang menunjukkan hubungan percintaan yang para fans harapkan akan bertahan untuk sementara waktu.

 

Posted on June 18, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Pete Doherty

Sering Ngebut, Pete Doherty Dilarang Nyetir Selama 6 Bulan

Personil The Libertines ini juga dikenai denda sebesar Rp160 juta! Pete Doherty dijatuhi larangan mengemudi selama enam bulan setelah berkali-kali tertang

on Oct 8, 2019
Pete Doherty & The Puta Madres Rilis Video Musik Terbaru-1

Pete Doherty & The Puta Madres Rilis Video Musik Terbaru

Pete Doherty & The Puta Madres akan berangkat tur pada bulan Mei Oleh Andrew Trendell (NME) Pete Doherty dan band barunya Pete Doherty & The Puta

on Feb 26, 2019
Asal Usul Nama The Libertines-1

Asal Usul Nama The Libertines

Kami merayakan ulang tahun ke-40 Carl Barat dengan menggali teori-teori di balik nama band mereka Oleh Radio X Sulit mempercayai kalau Carl Barât sudah berke

on Sep 1, 2018
The Libertines Jadi Kurator Festival Musim Panas Ini

The Libertines Jadi Kurator Festival Musim Panas Ini

The Libertines akan menjadi penampil utama dan kurator di Wheels & Fins Festival di Kent Oleh Luke Morgan Britton (NME) Sebagaimana diumumkan sebelumnya,&

on Sep 1, 2018