×
×

Search in Mata Mata Musik

Mengapa 2019 Akhirnya Menjadi Tahun Lizzo

Posted on: 12/16/19 at 7:27 pm

Ruang ganti Lizzo di The Forum, LA terasa seolah akan runtuh dalam sekejap karena teriakan kencang dari fans di luar.

Di arena, sekitar 17.000 penonton yang mayoritas adalah kaum remaja dengan penuh semangat menyambut superstar K-pop BTS, salah satu penampil utama di samping Lizzo, Billie Eilish dan Katy Perry dalam konser Jingle Ball pada awal bulan ini.

Baca juga: Lizzo Kantongi 2 Titel Entertainer of the Year Sekaligus!

Di belakang panggung, penyanyi-rapper-pemain suling berusia 31 tahun ini meringkuk di atas sofa kulit mengenakan celana bermotif leopard dan blus berwarna kulit. “Ini hampir tidak bisa dipercaya,” ujarnya, sambil bersandar lebih dekat ke dinding untuk merasakan kemeriahan di luar.

Lizzo
Lizzo tampil di konser Jingle Ball 2019 di The Forum, pada Jumat, 6 Desember di Inglewood, California. (Foto: AP Photo/Chris Pizzello)

Dalam kurang lebih satu jam, Lizzo pun naik panggung dan disambut dengan antusiasme serupa – pengalaman yang luar biasa bagi seorang artis yang menyimpang dari sebagian besar aturan modern untuk bintang pop dalam keberhasilannya yang tak terduga ke puncak tangga lagu. 

Baca juga: Lizzo Bahas Nominasi Grammy, BTS-Halsey Tampil Memukau di Jingle Ball

Enam tahun setelah merilis album debutnya, dia menembus 10 besar dengan album pertamanya di bawah label rekaman besar, Cuz I Love You, yang mencakup salah satu lagu paling fenomenal di 2019 ‘Truth Hurts’.

Bintang pop seperti Lizzo tidak umum terjadi. Usianya sudah menginjak 31 tahun, usia di mana para penyanyi biasanya lebih cenderung sedang merencanakan residency di Las Vegas atau musikal di Broadway, bukan pakaian Grammy pertama mereka. 

Dia menyanyikan musik yang penuh kegembiraan dan menabrak batas genre tentang kepositifan, dan dia bangga melakukannya sebagai wanita kulit hitam yang ‘cantik dan gendut’ di industri yang secara historis lebih menyukai wanita berambut pirang dengan tubuh langsing. Pesan Lizzo tentang mencintai diri sendiri dan menjalani hidup sebaik mungkin pun meledak dan menjadikannya pelopor kepedulian dan kecintaan pada diri sendiri di ranah musik pop.

“Ketika kamu berada di ruangan bersamanya, dia membuatmu merasa hebat. [Energi positifnya] bersinar,” kata penulis lagu-produser Ricky Reed, yang menggaet Lizzo ke labelnya di bawah Atlantic Records, Nice Life, di 2015. “Alasan dia populer adalah karena musiknya begitu dipenuhi dengan pesannya. Musiknya adalah kisah hidupnya yang nyata”.

Sebagai wanita panggung sejati, Lizzo menjadi sorotan di Coachella tahun ini dan mencuri perhatian di berbagai acara mulai dari MTV Video Music Awards sampai karpet merah Met Gala. Dia memulai debutnya di layar kaca bersama Jennifer Lopez dalam film drama kriminal Hustlers dan dijadwalkan tampil di Saturday Night Live bulan ini. Hillary Clinton, Barack Obama dan Beyonce adalah sebagian dari penggemarnya.

Dan itu belum ditambah dengan memperoleh lebih dari 1 miliar streams dan mengantongi delapan nominasi Grammy – menjadi peraih terbanyak tahun ini – termasuk di empat kategori teratas: Record, Album dan Song of the Year serta Best New Artist.

Lahir dengan nama Melissa Viviane Jefferson di Detroit, Lizzo tumbuh dalam keluarga gereja Pentecostal, sehingga nyanyian Injil dan soul tertanam jauh di dalam bakat seninya. Saat keluarganya pindah ke Houston, dia mulai belajar suling dan bergabung dengan marching band. Sampai sekarang, suling masih menjadi inti dari identitas Lizzo.

Dia mulai nge-rap di bangku SMA—nama panggungnya berasal dari gabungan kata Lissa dan lagu hit Jay-Z ‘Izzo’—sebelum masuk ke University of Houston untuk belajar musik.

Di usia 21 tahun, Lizzo kehilangan sang ayah dan mengalami depresi berat. Dia tinggal di mobilnya sambil berusaha menembus industri musik. Dia pindah ke Minneapolis setelah temannya menyarankan dia mungkin suka ranah musik di sana, dan tak lama kemudian dia mulai bermusik di samping girl group rap/R&B The Chalice dan GRRRL PRTY. Kolaborasi pertamanya datang berkat penyanyi legendaris kota tersebut, Prince, yang menampilkan Lizzo di albumnya dari tahun 2014, Plectrumelectrum.

Bekerja sama dengan Prince memberinya kebebasan untuk berpikir di luar garis genre yang menurutnya mengikatnya sebagai perempuan kulit hitam yang bisa bernyanyi dan rap.

Baca juga: Lizzo, Billie Eilish & Camila Cabello Akan Tampil di AMA 2019

“Dia suka rap saya seperti dia menyukai nyanyian saya, dan itu memberi saya banyak kepercayaan diri di dua bidang itu,” tuturnya tentang masanya bekerja sama dengan mendiang ikon musik tersebut. “Saya adalah rapper dan saat itu saya berpura-pura bisa menyanyi sambil berusaha menemukan suara saya. Saya perlu memperlakukan setiap lagu seolah itu adalah lagu saya—itu satu-satunya pesan yang saya dapat dari [Prince]. Tapi saya bertanya pada diri sendiri, ‘Apa itu lagu Lizzo?’ “

“Setiap artis harus menulis lagu mereka sendiri. Pelajaran terbesar yang saya pelajari adalah menulis lagu yang khusus untuk saya sendiri. Saya tidak menulis lagu pop, atau lagu R&B, atau lagu rap—saya menulis lagu Lizzo”.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Live Stream

Lizzo, Miley Cyrus Dan Banyak Artis Lainnya Hibur Dunia Dengan Live St...

Miley Cyrus (Foto: Instagram.com/@Mileycyrus). John Legend dan Chrissy Teigen Ketika kita sedang menyesuaikan diri dengan masa karantina dan social dista

on Mar 22, 2020
Kenny Rogers

Mengenang Kenny Rogers, Ikon Musik Pop-Country Amerika yang Tutup Usia

Kenny Roger, sang legenda musik pop-country Amerika. Kenny Rogers, ikon musik pop-country Amerika ini dikabarkan telah meninggal dunia. Siapa yang tidak men

on Mar 21, 2020
Lizzo

Lagu ‘Truth Hurts’ Milik Lizzo Kena Tuntut Hak Cipta Oleh 3 Penuli...

Lizzo Digugat oleh Penulis Lagu. (Foto: Instagram.com/@Lizzobeeating). Tiga penulis lagu telah mengajukan sebuah gugatan balik terhadap sang popstar baru, L

on Mar 2, 2020
Flavs Festival 2020

Hip Hop Mania Siap-Siap 'Naik Haji' Di Flavs Festival 2020. Ad...

Flavs Festival 2020 Kabar gembira datang buat para hip hop mania yang akan menjadi perbincangan di tempatnya sendiri lewat festival musik hip hop, soul, dan

on Feb 12, 2020