×
×

Search in Mata Mata Musik

Mengenang Kiprah Bill Withers, Penyanyi Legendaris Yang Meninggal Di Usia 81 Tahun

Posted on: 04/4/20 at 5:30 am

Bill Withers.
Bill Withers (Foto: Andrew Zukerman).

Bill Withers, sang penyanyi pemenang penghargaan Grammy yang dikenal akrab karena lagu-lagu ikoniknya seperti ‘Lean on Me’, ‘Ain’t No Sunshine’, ‘Use Me’, ‘Just the Two of Us’, dan ‘Lovely Day’, telah meninggal pada Senin (30 Maret) lalu di usia 81 tahun. Bill Withers meninggal karena komplikasi penyakit jantung.

Dalam sebuah pernyataan kepada The Associated Press, keluarga Bill Withers mengatakan, “Kami sangat terpukul dengan meninggalnya suami dan ayah kami yang tersayang dan berbakti. Seorang pria mandiri dengan hati yang terdorong untuk terhubung dengan dunia pada skala besar, dengan karya puisi dan musiknya, ia berbicara jujur ​​kepada orang-orang dan menghubungkan mereka kepada satu sama lain”.

Bill Withers memiliki kepribadian yang tabah dan cerdas. Lahir di Slab Fork, Amerika Serikat (AS), Bill Withers memutuskan untuk melarikan diri dari daerah itu dengan bergabung dengan Angkatan Laut pada usia 18 tahun. Dua tahun setelah ia diberhentikan pada tahun 1965, ia pindah ke Los Angeles. Saat bekerja sebagai pemasang toilet pesawat, ia menghabiskan malam-malamnya merekam lagu demo dan tampil di klub-klub sekitar kota.

Pada tahun 1970, pemilik Sussex Records, Clarence Avant, menandatangani Bill Withers yang saat itu berusia 31 tahun untuk kontrak rekaman pertamanya dan menugaskan Booker T. Jones dari Stax Records untuk memproduksi album debutnya. Menampilkan Stephen Stills sebagai gitaris utama dan Donald “Duck” Dunn sebagai bassis, album debut Bill Withers,  Just As I Am, dirilis pada tahun 1971 dan mengalami kesuksesan yang pesat. Single utamanya, ‘Ain’t No Sunshine’, mencapai posisi No. 3 di berbagai chart lagu pop, mencapai No. 6 di chart R&B, meraih sertifikasi platinum, dan membawa pulang penghargaan Grammy pada tahun 1972 untuk kategori Best R&B Song.

Selain menampilkan cover lagu ‘Let It Be’ milik The Beatles dan ‘Everybody’s Talkin’’ milik Fred Neil, album Just As I Am juga menampilkan lagu hit Bill Withers yang orisinil, ‘Grandma’s Hands’. Album lanjutan Bill Withers pada tahun 1972, Still Bill, mencakup lagu tema persahabatan abadi yang sangat ikonik, ‘Lean on Me’, dan lagu hit lainnya ‘Use Me’.

Meskipun sempat merilis satu album lagi dengan Sussex (+’Justments dari tahun 1974), masa waktu Bill Withers dengan label itu bukan tanpa kontroversi. Kuat dengan keyakinannya dalam mempertahankan hak kreatif atas karya-karyanya, Bill Withers pernah menghancurkan rekaman master untuk albumnya yang belum dirilis. “Saya akan menghapus rekaman master dan semua yang terlibat,” katanya saat pidato utama di ASCAP Expo pada 2015.

Sikap kerasnya terhadap hak kreativitas ini mengikuti Bill Withers ke label musik keduanya, Columbia Records. Di sana, ia secara terkenal menyebut A&R (istilah industri musik untuk representatif) sebagai orang yang “antagonis dan berlebihan”. Meskipun ia kemudian akan merilis lima album di bawah Columbia di antara tahun 1975 dan 1985 (termasuk album Menagerie pada tahun 1977, yang menampilkan lagu ‘Lovely Day’), ketidaksepakatannya dengan label menyebabkan Bill Withers menghabiskan lebih banyak waktu berkolaborasi dengan artis lain.

Salah satu lagu hit terbesarnya selama periode ini bukanlah miliknya sendiri; ia tampil dalam lagu klasik milik sang saksofonis jazz Grover Washington Jr., ‘Just the Two of Us’. Single ini membuatnya mendapatkan penghargaan emas Grammy keduanya ketika ia membawa pulang piala Grammy tahun 1981 untuk Best Rhythm & Blues Song. Bill Withers menang lagi dalam kategori itu pada tahun 1987 ketika Club Nouveau dianugerahi Grammy atas versi cover dari lagu ‘Lean on Me’.

Bill Withers secara signifikan menjauh dari dunia musik pada tahun 1985. Namun, ia memang sempat menulis dua lagu, ‘Simply Complicated’ dan ‘Playin’ the Loser Again’ untuk album tahun 2004 milik Jimmy Buffett, License to Chill. Untuk peluncuran Bill Russell Legacy Project pada tahun 2013 di Boston, Massachusetts, Bill Withers menulis lagu ’I Am My Father’s Son’ yang dinyanyikan oleh Johnny Mathis.

Meskipun ia pensiun setelah hanya 14 tahun berkarier, sepanjang hidupnya, warisan dan pengaruh Bill Withers tetap terasa kuat dalam dunia musik. Dia dilantik ke Songwriters Hall of Fame pada tahun 2005, dan menerima Rhythm & Soul Heritage Award dari ASCAP setahun kemudian. Setahun setelah itu, pada 2007, lagu ‘Lean on Me’ dimasukkan ke Grammy Hall of Fame. Pada tahun 2014, sebuah koleksi spesial dari berbagai karyanya, Bill Withers: The Complete Sussex & Columbia Albums Collection, memenangkan Grammy untuk kategori Best Historical saat bersaing dengan film dokumenter The Rolling Stones, Charlie Is My Darling – Ireland 1965.

Bill Withers disambut di Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 2015, dengan dilantik oleh Steve Wonder. “Saya melihatnya sebagai penghargaan atas kekurangan saya,” kata Bill Withers yang terkejut ketika mengetahui tentang kehormatan itu. “Untuk beberapa lagu yang saya tulis selama karier singkat saya, tidak ada genre yang belum pernah merekam hal seperti itu. Saya bukan seorang virtuoso (ahli musik), tetapi saya bisa menulis lagu yang mudah dikenal oleh orang. Saya pikir saya lumayan hebat untuk seorang pria dari Slab Fork, West Virginia”.

Memang, banyak artis uang telah mengadaptasi karya Bill Withers selama beberapa dekade. BLACKstreet membuat sampel lagu ‘Grandma’s Hands’ dalam lagu hit yang menampilkan Dr. Dre ‘No Diggity’, Will Smith mengerjakan ulang lagu ‘Just Two of Us’ pada tahun 1997, dan Kendrick Lamar membuat sampel lagu ‘Don’t You Want to Stay’ dan ‘Use Me’ dalam lagu ‘Sing About Me, I’m Dying of Thirst’ miliknya.

Lagu-lagu Bill Withers juga telah dibuat versi cover-nya oleh John Legend and The Roots, James BlakeMaroon 5Jill ScottBarbara Streisand, dan banyak artis lainnya. Pada saat Newport Folk Festival di tahun 2017, sebuah set tribut yang dijuluki Grandma’s Hands Band menampilkan Justin Vernon dari Bon Iver, Hiss Golden Messenger, Natalie Prass, Phil Cook, Alynda Segarra dari Hurray for the Riff Raff, Patterson Hood dari Drive-By Truckers, dan banyak lagi yang berkolaborasi dalam satu set yang penuh berbagai macam cover itu.

Tingkat rekognisi global yang dialami Bill Withers dapat dibilang hampir tidak tertandingi dalam sejarah musik. Seperti yang dikatakan Questlove sebelum induksi Rock and Roll Hall Of Fame Bill Withers (menurut Billboard), “Dia adalah tokoh Afrika-Amerika terakhir yang paling seimbang. Lompatan vertikal Michael Jordan pasti harus lebih tinggi daripada semua orang. Michael Jackson harus ‘menentang’ gravitasi… Kita jarang melihat orang yang mendarat di tengah. Bill Withers adalah hal terdekat yang dimiliki orang kulit hitam yang dapat kami bandingkan dengan Bruce Springsteen”.

Bill Withers meninggalkan seorang istri kedua, Marcia, yang mengelola perusahaan penerbitannya, dan dua anak mereka, Todd dan Kori.

Selamat jalan, Om Bill. Rest in peace.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Justin Timberlake

    Justin Timberlake Beri Tribute Untuk Salah Satu Idola Terbesarnya, Bil...

    Justin Timberlake. (Foto: picture alliance/dpa-Zentralbild). Justin Timberlake memberikan tribute emosional kepada Bill Withers, yang merupakan "salah satu

    on Apr 7, 2020