×
×

Search in Mata Mata Musik

Menurut Elton John, Lagu Pop Modern Sekarang Bukan “Lagu Yang Layak”

Posted on: 08/30/20 at 7:00 am

Menurut Elton John, Lagu Pop Modern Sekarang Bukan "Lagu Yang Layak"
Elton John. (Foto: Getty Images).

Elton John pernah mengkritik musik dalam aksi live versi baru lagu ‘Lion King’ karena menurut eyang yang satu ini, lagunya seperti kehilangan nuansa “keajaiban dan keceriaan” seperti yang ada dalam versi aslinya. Dan ternyata penyanyi dan pemain piano legendaris ini juga memiliki pendapat yang kurang lebih sama terhadap lagu-lagu pop modern pada umumnya, karena beliau baru-baru ini mengatakan bahwa sebagian besar lagu yang masuk di tangga lagu bukanlah “lagu yang layak”. Wew!

Baca juga: Elton John Ungkap ‘Upaya Susah Payah’ Ingin Dikenal Pakai Kokain Di Masa Lalu

Saat berbicara dengan BBC Radio 6 Music, Elton John mengungkapkan preferensinya untuk artis yang menciptakan musik mereka sendiri. “(Pastor John Misty) sedikit mengingatkan saya kepada saya, cara dia menulis lagu,” puji Elton, kemudian menambahkan, “Conan (Gray) dari Amerika Serikat (AS) dan dia satu-satunya orang di American Spotify Top 50 yang benar-benar menulis lagu tanpa orang lain”. Elton John mengacu pada ‘Heather’, sebuah lagu yang saat ini duduk di posisi No. 12 di tangga lagu Top 50 Spotify AS, di bawah tiga lagunya Juice WRLD, ‘Dynamite’ BTS, dan lagu ‘WAP’ dari Cardi B fitur Megan Thee Stallion yang menjadi juara bertahan.

Elton John melanjutkan, “Orang-orang yang lain ada empat atau lima penulis dalam satu lagu. Kamu melihat sebagian besar rekaman lagu yang ada di tangga lagu, itu bukan lagu yang sejati. Lagu-lagu itu merupakan hal- hal yang berbeda dan (saya) senang mendengar seseorang menulis lagu yang pantas”. Dan Elton John benar, nggak ada satu pun dari lagu-lagu itu yang dikreditkan kepada kurang dari dua penulis lagu, kecuali untuk lagu Conan Gray. Supaya adil, lagu kolaborasi Marshmello dan Juice WRLD ‘Come & Go’ hanya dikreditkan kepada dua artis tersebut.

Penyanyi berusia 73 tahun ini kemudian melanjutkan dengan timbul pikiran bahwa musik pop sekarang dibuat untuk pendengar dan konsumsi massa yang naif. “Saya suka orang yang menulis lagu. Dan ada banyak orang yang melakukannya, tetapi banyak dari lagu-lagu mereka yang nggak diputar di radio karena terlalu canggih dan kita disodorkan lagu-lagu yang dibuat oleh komputer sepanjang waktu dan saya nggak tertarik dengan itu,” pungkasnya.

Di sisi lain, Elton John juga membahas tentang pelestarian venue alias tempat/lokasi acara musik independen selama pandemi kopad-kopid ora jelas, khususnya Troubadour di Los Angeles, di mana Elton John memainkan konser pertamanya di AS pada tahun 1970. “Saya pernah mendengar mereka mungkin akan tutup, tapi saya pikir itu akan menjadi baik-baik saja,” katanya. “Kita harus melestarikan tempat seperti ini”.

Jadi mengapa menurutnya Troubadour akan mengalami kemerosotan ekonomi? Meskipun beliau nggak mengatakan secara spesifik, Elton John mengisyaratkan bahwa beliau sendiri mungkin berusaha untuk membantu venue tersebut bertahan. Beliau mengatakan bahwa beliau telah “melakukan beberapa panggilan telepon” dan ada beberapa “aktifitas yang sedang berjalan di waktu yang bersamaan”.

“Jika venue-venue seperti itu menghilang maka itu benar-benar hal yang suram karena venue itu sangat penting bagi orang baru untuk dikunjungi dan saya telah melihat begitu banyak artis baru di sana yang berasal dari Inggris. Saya melihat Cat Stevens di sana ketika dia memainkan konser pertamanya di AS. Ini landasan peluncuran yang bagus. Ini adalah ruangan yang bagus, memiliki atmosfer, memiliki segalanya untuk itu. Jika (di konser) kamu nggak bisa bermain bagus di Troubadour, kamu nggak bisa bermain bagus di mana pun”.

Belum jelas apakah Elton John akan benar-benar terlibat dalam penyelamatan venue tersebut, tetapi beliau sebelumnya cukup terlibat dalam aktifitas sosial. Pada awal tahun, beliau menjanjikan US$ 1 juta (sekitar Rp 14,6 miliar) sebagai bantuan untuk kebakaran hutan di Australia. Kemudian pada bulan Maret, beliau menjadi pembawa acara “iHeart Living Room Concert for America” untuk mendukung Feeding America dan First Responders Children’s Foundation. Para performer di acara tersebut ada Dave Grohl (Foo Fighters), Billie Eilish, Billie Joe Armstrong (Green Day), Camila Cabello dan Shawn Mendes, Lady Gaga, Lizzo, Sam Smith, dan lainnya.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Mahen

Mahen Bahas Toxic Relationship Melalui 'Datang Untuk Pergi', Single Ke...

Mahen. Siapa nggak kenal Mahen, penyanyi muda ini terbilang sukses di awal kemunculannya di dunia musik Indonesia. Namanya mulai dikenal publik setelah

on Sep 22, 2020
Rita Efendy dan Damon Koeswoyo

Rita Efendy dan Damon Koeswoyo Hidupkan Kembali Lagu Klasik 'Cinta Tla...

Rita Efendy dan Damon Koeswoyo. Melihat dua orang di dalam foto di atas, yakni Rita Efendy dan Damon Koeswoyo memang merupakan dua sosok yang sama sekali be

on Sep 22, 2020
Floyd

Unit Shoegaze Pop, FLOYD Serukan 'Bunuh TV Mu' Lewat Single Ketiganya

Cover single Floyd 'Bunuh TV Mu'. Jakarta memiliki unit shoegaze pop baru bernama FLOYD, mereka baru saja merilis single ketiga berjudul 'Bunuh TV Mu'. Mesk

on Sep 20, 2020
Lady Gaga

Saat Debutkan MV '911', Lady Gaga Ungkap Lagu Tentang Kesehatan Mental...

Lady Gaga dalam MV '911'. (Foto: via YouTube). Lady Gaga baru saja menayangkan secara perdana MV (Music Video) baru yang epik untuk single '911' dari album

on Sep 19, 2020