×
×

Search in Mata Mata Musik

Metallica, Avenged Sevenfold dan Lainnya Beri Tribute Kepada Ennio Morricone

Posted on: 07/8/20 at 8:30 am

Ennio Morricone (Foto: via Instagram), James Hetfiled (Foto: Melinda Oswandel).

Di setiap konser Metallica sejak tahun 1983, sebelum segala macam riff, solo, dan dram mulai dimainkan, terdengar intro orkestrasi yang bergemuruh menghajar membran timpanik dengan dentingan piano dan alunan melodi obo yang memilukan dan dilanjutkan oleh suara soprano dengan nada yang sangat infeksius. Momen musik instrumental pembuka yang sangat epik itu merupakan ciptaan komposer legendaris Ennio Morricone yang berjudul ‘The Ecstasy of Gold’, salah satu komposisi paling terkenal dari salah satu karyanya yang paling terkenal, yang menjadi ilustrasi musik untuk film The Good, the Bad and the Ugly (1966). Dan komposisi ini dilestarikan kehebatannya sejak berfungsi sebagai lagu pembuka konser Metallica selama hampir empat dekade.

Ennio Morricone meninggal hari Senin (6 Juli) lalu di Roma, Italia pada usia 91 tahun dan Metallica dengan cepat memberikan tribute kepada komposer pemenang piala Oscar itu, yang mendalangi sound di balik film-film yang memiliki subgenre spaghetti Western dan mencetak ilustrasi musik untuk lebih dari 500 film selama kariernya.

“R.I.P. Ennio Morricone,” tulis Metallica di Twitter. “Kariermu legendaris, komposisimu tak lekang oleh waktu. Terima kasih karena telah mengatur suasana hati untuk begitu banyak konser kami sejak tahun 1983”.

Di Instagram, James Hetfield berbagi catatan tambahan, dengan menulis, “Hari pertama kami memainkan ‘Ecstasy of Gold’ sebagai intro baru kami pada tahun 1983 adalah keajaiban! Itu telah menjadi bagian dari aliran darah, napas dalam, kepalan tangan, doa dan ritual band kami sejak saat itu. Gue telah menyanyikan melodi itu ribuan kali untuk menghangatkan tenggorokan gue sebelum naik panggung. Terima kasih Ennio karena telah menyemangati kami, menjadi bagian besar dari inspirasi kami, dan menciptakan ikatan antara band, kru, dan penggemar. Gue akan selamanya menganggap lo sebagai bagian dari keluarga Metallica”.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Rolling Stone, Lars Ulrich dan Kirk Hammett dari Metallica berbicara tentang bagaimana ‘The Ecstasy of Gold’ menjadi bagian dari konser mereka. Keduanya juga memuji Jon Zazula, pendiri Megaforce Records, yang merilis album debut tahun 1983 Metallica, Kill ‘Em All.

Lars Ulrich ingat dulu pernah terbang dari California, AS ke New Jersey pada tahun 1983 untuk memainkan berbagai konser di wilayah East Coast dan nongkrong dengan Jon Zazula dan istrinya, Marsha Zazula di rumah mereka di New Jersey. “Kami tidak memiliki kaset atau musik pembuka apa pun,” ujar Lars Ulrich. “Dan dia lah yang menyarankan lagu ‘The Ecstasy of Gold’ dari The Good, the Bad and the Ugly… Itu hanya bagian dari siapa kami, dan kami akan selalu berterima kasih kepada Jonny atas saran itu”.

Baca juga: Komposer Legendaris ‘The Ecstasy Of Gold’, Ennio Morricone, Tutup Usia

Saat berbicara dengan Kerrang! tentang pengaruh karya Ennio Morricone di Metallica, bassis Rob Trujillo mengatakan: “Gue yakin banyak musik Metallica dibangun dari berbagai lapisan dan kesempatan dan pengambilan risiko. Komposisi gitar yang berlapis; dinamika dari ingridien itu sangat, sangat keren dan itu sama dengan musik klasik. Ennio Morricone melakukannya dengan sangat baik dan dia jenius dalam hal itu”.

“Gue tahu ‘Orion’ adalah karya Metallica, tetapi bagi gue itu memiliki keindahan komposisi Ennio Morricone – berbagai lapisan dan perjalanan yang bisa membawa lo dari yang tertinggi hingga yang terendah”.

Selain itu, vokalis System Of A Down, Serj Tankian, turut menulis pada hari meninggalnya Ennio Morricone: “Hari yang sangat menyedihkan untuk musik. Adieu Maestro. Salah satu komposer film favorit gue sepanjang masa”.

Gerombolan metal Avenged Sevenfold (A7X) juga ikut menghormati almarhum Ennio Morricone, yang karyanya, menurut mereka, adalah “suatu pengaruh yang konstan” sepanjang karier mereka.

Dalam sebuah postingan Instagram yang memberi penghormatan kepada legenda musik itu, Avenged Sevenfold menunjuk ke beberapa lagu dalam diskografi mereka agar para penggemar dapat mengenali “pengaruh paling jelas” Ennio Morricone, yaitu lagu ‘Sidewinder’ dari album City Of Evil (2005), hingga ‘Roman Sky’ dari album studio terakhir A7X, The Stage (2016).

“Satu pengaruh yang konstan pada seluruh karier kami adalah pengaruh dari Ennio Morricone,” tulis mereka. “Dia benar-benar melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain. Dia memiliki kemampuan untuk menentukan film-film penting yang tak terhitung jumlahnya dengan soundtrack mereka. Dia tak tertandingi dalam hal kemampuannya. Akhir pekan ini kami baru saja memainkan lagu latar ciptaannya yang brilian untuk film Once Upon A Time In The West secara berulang-ulang”.

“Perhatikan lagu ‘Sidewinder’, ‘Dose’, dan ‘Roman Sky’ untuk mendengar pengaruh paling jelas yang dia miliki terhadap kami. Dia akan dirindukan. Karya seninya akan dikenang dan dihargai. Istirahatlah dengan damai”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jaggernaut

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP "Masa Pertengahan"

Jaggernaut. Setelah sebelas tahun, mini album Juggernaut dibangkitkan kembali oleh Rekam Jaya sebagai bagian dari program reissue dan dokumentasi arsip musi

on Oct 26, 2020
Miley Cyrus

Miley Cyrus Sedang Di Tengah Proses Rekaman Album Lagu Cover Metallica

Miley Cyrus dan Lars Ulrich (Metallica) di tengah konser tribute to Chris Cornell. (Foto: Instagram/Lars Ulrich). Bukan rahasia lagi bahwa Miley Cyrus adala

on Oct 21, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020
Eddie Van Halen

10 Momentum Riff Terbaik Eddie Van Halen Di Sepanjang Karier Sang Guit...

Flying n' shredding bersama Eddie Van Halen. (Foto: Ebet Roberts, Redferns). Tanggal 6 Oktober 2020 menjadi hari yang suram bagi seluruh umat rock di planet

on Oct 8, 2020