×
×

Search in Mata Mata Musik

Misfits Tampil Ciamik dalam Konser Reuni di Madison Square Garden

Posted on: 10/22/19 at 4:43 am

Dengan setidaknya 10 pertunjukan yang sudah dilakoni Misfits sejauh ini, dan dengan tidak adanya jadwal konser lain yang tersisa, ada sesuatu di konser terbaru mereka di NYC hari Sabtu kemarin (19/10) yang membuat kita merasa ini bisa jadi aksi terakhir mereka.

Lima tahun lalu, kemungkinan adanya reuni antara kedua personil klasik Misfits—Glenn Danzig dan Jerry Only—di atas panggung tampak sama memungkinkannya seperti remaja dari Mars menginvasi Bumi. 

Lebih dari 30 tahun berselisih, kedua rocker ini akhirnya setuju untuk mengesampingkan masalah mereka dan mulai manggung bareng di 2016 sebagai The Original Misfits. Formasinya diisi oleh personil lama lainnya, Doyle Wolfgang Von Frankenstein, bersama mantan drummer Slayer, Dave Lombardo, dan mantan gitaris Joan Jett & The Blackhearts, Acey Slade.

Awal tahun ini, beredar dokumen yang menunjukkan Only dan Danzig hanya setuju untuk menggelar setidaknya 10 konser untuk menyelesaikan perselisihan hukum lama mereka, yang jujur saja sedikit menodai acara reuni ini. 

Kesempatan untuk menyaksikan legenda horror-punk ini tampil bersama di atas panggung untuk terakhir kalinya membuat suasana kegembiraan di dalam maupun di sekitar Madison Square Garden terasa begitu jelas. 

Antrean panjang terlihat di stan merchandise, seiring fans berusaha memborong logo tengkorang ikonik Crimson Ghost Misfits untuk mendukung pertunjukan band di lokasi yang digadang sebagai “Arena Paling Terkenal di Dunia.” 

Tapi Misfits bukan satu-satunya tontonan wajib di arena ini. Pasalnya, malam punk-rock legendaris ini turut dimeriahkan oleh The Damned dan Rancid.

Malam yang pantas masuk buku sejarah rock pun dimulai…

Veteran punk dari tanah Inggris, The Damned memulai perayaan pada pukul 19:30 waktu setempat, dengan arena yang masih setengah penuh. Gitaris Captain Sensible dengan bercanda mengatakan dia senang bisa tampil di CBGB, yang sebenarnya terbukti seperti ramalan, karena sepanjang malam ini terasa seperti pertunjukan jadul di klub punk-rock besar. 

Dengan Dave Vanian yang memimpin di belakang mikrofon, band ini membawakan 10 lagu, termasuk karya klasik mereka seperti “Love Song,” “I Just Can’t Be Happy Today,” dan “New Rose.”

Baca juga: Dukungan Untuk Dave Mustaine Terus Mengalir

Rancid kemudian naik panggung setelahnya, membawakan hampir 30 tahun punk rock California bersama mereka. Tampil di hadapan penonton yang hampir memadati arena, band ini memulai set dengan “Roots Radicals” dari album mereka di tahun 1995 … And Out Come the Wolves, album klasik yang sangat terwakili selama set Rancid. 

Memiliki kesempatan penting untuk menjadi pembuka bagi Misfits dan tampil di Madison Square Garden, Tim Armstrong dkk. memberikan suguhan ekstra dengan menampilkan lagu-lagu klasik lainnya dari album Wolves seperti “Journey to the End of East Bay,” “Maxwell Murder,” dan “Old Friend”.

Di satu titik, gitaris/penyanyi Lars Frederiksen meneriakkan nama-nama band hardcore jadul asal New York seperti Cro-Mags, Agnostic Front, Madball, dan Sick of It All. Dan warga New York semakin menunjukkan cinta mereka dengan fasih ikut menyanyikan chorus “Olympia, WA.”

Set 18 lagu mereka diakhiri dengan “Ruby Soho,” yang semakin memanaskan arena yang penuh sesak untuk menyambut penampilan utama malam ini.

Luar biasa tidak cukup menggambarkan aksi Misfits

Misfits reuni
Glenn Danzig dan Doyle Wolfgang Von Frankenstein tampil di panggung Madison Square Garden. (Foto via CoS)

Dengan dua Jack O’ Lanterns raksasa yang menghiasi setiap sisi panggung dan tengkorak yang diproyeksikan di langit-langit The Garden, acara utama siap bergulir. 

Arena kini benar-benar penuh sesak dengan penonton yang beragam, mulai dari bocah-bocah bergaya rambut devilock sampai orang-orang tua yang memakai kaos Misfits lama. Dan di saat lampu dimatikan, teriakan nyaring pecah dari segala penjuru arena.

Dimulai dengan aksi knee-slide sepanjang sembilan meter yang dilakukan Jerry Only di atas panggung, entakan kaki Doyle yang menyeramkan, dan masuknya Glenn Danzig dengan penuh semangat ke lagu pembuka “Death Comes Ripping,” ada sesuatu yang membuat malam ini terasa menakjubkan sejak awal. 

Band ini tidak hanya memancarkan semangat yang tinggi, tetapi juga ada rasa persahabatan di antara para personil yang seolah menghilangkan tahun-tahun perselisihan yang menodai hubungan mereka. Glenn dan Jerry benar-benar menikmati keberadaan satu sama lain di atas panggung, saling berpelukan, tersenyum dan bergoyang bak anak-anak muda yang memulai band ini di akhir tahun ’70-an.

Danzig tenggelam dalam momen ini, mengatakan pada penonton: 40 tahun yang lalu, tidak ada orang yang bakal mengira ada band punk yang akan tampil di Madison Square Garden, apalagi dengan tiket yang terjual habis.

Suaranya dalam kondisi yang apik, dan band ini menggila lewat lagu-lagu klasik seperti “20 Eyes,” “Mommy, Can I Go Out and Kill Tonight?,” “Teenagers From Mars,” dan lainnya. Diperkuat Dave Lombardo yang mantap dinobatkan sebagai salah satu penabuh drum terbaik di dunia, lagu-lagu tersebut memancarkan energi yang, dalam banyak hal, melampaui rekaman aslinya.

Jerry Only tampil menggebu-gebu, sengaja menghancurkan beberapa gitar bass-nya sepanjang malam dan melemparkan potongan-potongan bass ke penonton. Aksinya jelas bukan karena frustrasi dengan set ini, karena Misfits bisa dibilang lebih dari luar biasa.

Mungkin aksinya murni sandiwara, tapi mungkin juga, Only hanya menumpahkan amarah dan peluang yang terlewatkan selama 30 tahun lebih ke dalam kekerasan yang melegakan.

Sementara itu, Doyle membuas di atas panggung. Di usianya yang menginjak 55 tahun, ia masih tampak seperti gelandang luar New York Giants. Ia lebih banyak memukul gitarnya ketimbang memainkannya, memukul senar dengan kepalan tangannya seiring ia menginjak-injak panggung seperti monster yang gila.

Misfits reuni
(Foto via CoS)

Setlist mereka yang berisi 27 lagu sebagian besar diambil dari album-album klasik Misfits seperti Walk Among UsEarth A.D., dan Static Age, dengan lagu-lagu semacam “Skulls,” “Some Kinda Hate,” dan “Devilock” sebagai highlight dari malam ini.

“Last Caress” menjadi penutup set utama, mengundang semua penonton untuk ikut menyenandungkan beberapa lirik rock yang paling meresahkan yang pernah ditulis.

Melihat dan mendengar ribuan orang di arena basket menyanyikan “I got something to say/ I killed your baby today” adalah pemandangan yang tidak banyak terjadi. Tapi, seperti yang disebutkan sebelumnya, ini bukan pertunjukan rock arena biasa—ini adalah pertunjukan punk-rock kotor yang kebetulan digelar di lokasi yang besar.

Momen paling ajaib malam ini terjadi menjelang encore. Seorang wanita di kursi roda berselancar di atas kerumunan (crowd-surfing) ke arah panggung ketika band berada di belakang panggung untuk bersiap kembali membawakan lagu final mereka. 

Wanita tersebut hampir sampai di depan panggung saat Jerry Only keluar dengan salah satu aksi knee-slide-nya yang mengesankan. Matanya segera tertuju pada kipas yang terikat di kursi roda, dan meskipun sudah menghancurkan sekitar delapan gitar bass sejauh itu, Only menyerahkan bassnya yang masih utuh ke wanita tersebut. Dia mengangkatnya ke udara, dan seisi arena bersorak gembira (tonton di bawah).

Baca juga: Glenn Danzig & Jerry Only Cuma Gelar 10 Konser Sesuai Kontrak!

Only berlari ke belakang panggung untuk mengambil bass lainnya, lagi-lagi melakukan knee-slide, dan band ini melaju menampilkan “Die, Die My Darling,” “Night of the Living Dead,” dan “Bullet.” Malam yang penting ini diakhiri dengan Danzig dkk. membawakan versi yang meriah dari “We Are 138.”

Kalau memang benar ini adalah pertunjukan terakhir The Original Misfits, mereka sukses memberikan malam yang tak terlupakan bagi fans yang hadir di Madison Square Garden. Konser-konser reuni mereka sebelumnya mendatangkan reaksi beragam, tapi yang satu ini mutlak menjadi sebuah kemenangan. 

Orang-orang boleh saja menyebut rangkaian konser reuni ini bisa terjadi karena kesepakatan hukum semata, tapi pertunjukan malam ini lebih dari itu. Misfits niat menghadirkan penampilan fenomenal di malam bersejarah bagi mereka dan penggemar setianya.

Setlist Misfits di Madison Square Garden:

Death Comes Ripping
I Turned Into a Martian
20 Eyes
Vampira
Where Eagles Dare
Mommy, Can I Go Out and Kill Tonight?
Hybrid Moments
Teenagers From Mars
Children in Heat
London Dungeon
Earth A.D.
Green Hell
Devilock
Some Kinda Hate
Who Killed Marilyn
Hollywood Babylon
Horror Business
All Hell Breaks Loose
Astro Zombies
Violent World
Halloween
Skulls
Last Caress

Encore:
Die, Die My Darling
Night of the Living Dead
Bullet
We Are 138

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Beta Daemon

Unit Post-Punk Beta Daemon Lepas Double-Single 'PSBB' dan 'Resonansi S...

Beta Daemon. Beta Daemon mungkin nama yang asing di telinga lo. Ya iyalah, namanya juga band baru. Band ini dihuni oleh dua orang, yang satu tinggal di Jaka

on Sep 22, 2020
Truedy Duality

Truedy Duality Memukau Lewat Single Debut Yang Melebur Estetika Mozart...

Truedy Duality. Bicara tembang terbaru Truedy Duality, dari judulnya saja sudah mengundang rasa penasaran: 'A Mad Deus Most Art'. Kemudian, jika ada kemirip

on Sep 20, 2020
Glory Of Love Vs The Rang-Rangs

Turnamen Babak 2 – Side B: Glory Of Love Vs The Rang-Rangs. Vote Sek...

Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter kamu atau bikin akun sebentar di Disqus.

on Sep 15, 2020
Toast Vs Better Think Of Somethings

Turnamen Babak 2 – Side A: Toast Vs Better Think Of Somethings. Vote...

Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter kamu atau bikin akun sebentar di Disqus.

on Sep 15, 2020