×
×

Search in Mata Mata Musik

Modern Guns “We Are Stranger After All”: Hardcore Melodius Penuh Warna

Posted on: 12/16/19 at 6:25 am

Cover album ‘We Are Strangers After All’ milik Modern Guns (Gambar: Modern Guns)

MODERN GUNS
We Are Strangers After All

(2019, Modern Guns Collective)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Tumbuh dan mekar di scene DCHC (Depok City Hardcore), Modern Guns telah mengantongi 3 album full length sejak terbentuk pada 2010 lalu, yakni ‘Pure Love From The Black Heart’ (2014), ‘The Place Where I Left You’ (2016) dan termasuk album baru yang dirilis 10 September 2019 ini. Dengan mengusung melodic hardcore, band yang formasi terkininya terdiri dari GagaDc (vokal), Chads Pratama (gitar), Ario Saloko (gitar), Luqman Hakim (bass), Edy Kurniawan (dram) ini terbilang cukup produktif dan aktif melanglang buana. Di usianya yang ke-9 tahun, mereka terus menapaki anak tangga ke tingkat kesuksesan berikutnya.

Kelebihan: Meski mempertahankan konsep musik yang sama sejak album pertama, grafik perkembangan musikalitas Modern Guns kian menanjak dari album ke album. Seiring dengan kapabilitas penulisan lagunya yang terpapar jelas di album ini. Dimulai dari lagu ‘Whispered’ yang bermain di tempo sedang namun memikat. Di sepanjang album ini tiap lagu berkutat pada ritem dengan progresi kord yang sederhana namun efektif menempel di kuping karena nyaris selalu ditingkahi oleh melodi yang catchy. Mengiringi vokal utamanya dengan teriak bernada datar sebagai salah satu elemen penjaga kadar hardcore/punk-nya. Struktur lagunya tergolong tidak standar karena pada bagian vokal clean melodius yang diisi oleh Hun (sebagai vokalis tamu) hanya ditaruh di sebelum penghujung lagu, bukan sebagai chorus/refrain walau potensial sebenarnya. Hal yang sama terjadi pada bagian akhir lagu berikutnya, ‘No Chance To Bloom’ yang menodong vokal Ijal Bulb dari Last Goal Party. Dimulai dengan tempo cepat dram 190 bpm dan silih berganti sesuai alur, sarat breakdown ciamik. Demikian pula ‘Cold Eyes’ dan ‘Tear Me Apart’ kembali menggeber komposisi yang singkat dan padat namun meninggalkan kesan positif melalui nada-nada melankolis yang memorable. Namun Modern Guns juga menjelajah ke wilayah post-rock dengan ‘Your Past Should Stay Dead’. Bertempo pelan, lebih menonjolkan atmosfer yang kelam dan emosional. Agar tidak terjerumus ke lembah ‘emo’ yang lebih dalam, ‘I Never Feel Alone’ langsung kembali menggeber intensitas hardcore setelah lagu selingan tersebut walau kemudian kembali bernuansa ‘emo’ di ‘Letting Go’ sebagai jembatan ke trek yang lebih hardcore, ‘I’m  Tired of Begging You to Stay’ sebelum akhirnya ditutup oleh ‘Die On the Same Burden’. Overall, totalitas produksi album ini begitu terasa, berangkat dari emosi lirik-lirik yang ‘dalam’ bertransformasi ke sekumpulan komposisi beraransemen cerdas hingga ke sound rekaman yang organik. Mengingatkan saya kepada Poison The Well, Hopesfall dan Evergreen Terrace.

Kekurangan: Beberapa lagu memiliki durasi yang kurang panjang karena masih potensial untuk dikembangkan komposisinya. Total durasi album ini pun hanya 25 menit. Bukan apa-apa, sedang asoy tiba-tiba kelar, ‘kan jadi kentang (kena tanggung -ed), hehe.

Kesimpulan: Album terbaik Modern Guns sejauh ini yang menyuguhkan sisi melodius dari hardcore yang berwarna-warni.

Verdict: 8/10.

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Madball

    Konser Madball Dipadati 2.000 Orang Dikecam, Promotor: Omong Kosong!

    Madball. (Foto: Nuclear Blast Records). Sekitar 2.000 orang berdesak-desakan sambil slam dance dan moshing saat menyaksikan mini festival musik hardcore yan

    on Apr 28, 2021
    Fucked Up

    Fucked Up Rilis Lagu Berdurasi 22 Menit Fitur Vokalis The National

    Damian Abraham (Fucked Up). (Foto: Raymond Ahner). Gerombolan hardcore punk Fucked Up telah merilis 'Year of the Horse - Act Three'. Lagu ketiga dari EP men

    on Apr 4, 2021
    Suicidal Tendencies Vs D.R.I.

    Turnamen Babak 2 – Side B: Suicidal Tendencies Vs D.R.I. Yuk Vote!

    Suicidal Tendencies Vs D.R.I., sounds killer, huh? Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook a

    on Mar 22, 2021
    Band yang Diboikot Disney

    15 Band Cadas Yang Diboikot Oleh Walt Disney Karena Alasan Yang Ironis

    Bagaikan molekul kimiawi yang berbeda, raksasa korporat Disney dan musik cadas bisa dibilang nggak diciptakan untuk saling bertemu dan bersatu, karena selama i

    on Mar 13, 2021