×
×

Search in Mata Mata Musik

Monohero “Awake”: Akulturasi Ambient Techno Berfalsafah Jawa

Posted on: 02/10/20 at 9:00 am

Cover album 'Awake' oleh Monohero.
Cover album ‘Awake’ oleh Monohero.

MONOHERO
Awake
(2020, Monohero)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Unit ambient techno asal Malang, Monohero, resmi merilis debut albumnya ini pada 2 Februari 2020 lalu. Menyertakan 3 single yang telah dilepas sebelumnya, yakni: ‘Antah Berantah’, ‘Lonely’, dan ‘Desember Jangan Menangis’. Rilisan teranyar trio yang terdiri dari Arie Omen (vokal, lirikus), MF Wafy (composer), Beb (visualizer) ini sudah bisa dinikmati di berbagai gerai digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes, dan banyak lainnya. Album ini juga tersedia dalam rilisan fisik yang bisa dibeli melalui akun resmi Monohero di berbagai platform.

Terdiri dari 6 lagu berlirik dan 4 komposisi instrumental, Awake adalah sebuah album yang mempunyai benang merah pada konsep pengembaraan manusia. Ketiga personel Monohero menyampaikan jika kata “Awake” bisa dibaca sebagai “awake” (bahasa Inggris) yang berarti “terbangun/tersadar”, sekaligus “awak’e” yang dalam bahasa Jawa berarti “Diri kita”.

Kelebihan: Awake sukses menciptakan akulturasi dalam musik elektronik dengan nuansa psychedelic dan ambient yang kental. Dari 6 lagu berlirik di album ini, tercatat 4 di antaranya menggunakan bahasa Jawa. Arie Omen mengakui hal ini disebabkan dirinya yang banyak terinspirasi oleh falsafah Jawa. Seperti lagu pembuka, ‘Tulak Bala’ yang merupakan tembang tradisional masyarakat Jawa. Sebuah doa menolak malapetaka. Vokal Omen yang lirih terkadang seperti nyinden terdengar “kusyu”. Terutama di lagu ‘Maria’ yang memiliki ambiens paling muram.

Secara garis besar album ini didominasi atmosfer gelap dan sendu dengan sedikit ornamen keceriaan di sekelilingnya seperti lagu ‘Ajna’ dan ‘Muladhara’ yang agak mencerahkan suasana dengan upbeat. Dua lagu yang bisa dinikmati sambil berjoget walau ‘Maria’ juga ada bagian dance-nya di tengah lagu serta lagu terakhir, ‘Antah Berantah’. Sedangkan lagu lainnya total downbeat walau tetap melodius dan mampu menggiring hati dan pikiran kita melayang-layang mengikuti alunan nada-nada minornya. Musik Monohero memang paling joss didengar sambil melihat visualisasi emosional yang digarap oleh Beb pada setiap penampilan live mereka. Apalagi kalau ditambah injeksi alkohol dan lainnya, haha.

Susunan tracklist album ini pun berurutan menjadi sebuah kesatuan. Dari trek 1 hingga 10: ‘Tulak Bala’, ‘Kilau’, ‘Muladhara’, ‘Udara’, ‘Maria’, ‘Anakata’, ‘Lonely’, ‘Ajna’, ‘Desember Jangan Menangis’, ‘Antah Berantah’ merupakan suatu perjalanan dari fase manusia berdoa berjalan, sampai bingung dan tersesat sekaligus tercerahkan di saat yang sama.

Kekurangan: Meski melodius dan menyayat hati, selain ‘Ajna’, lagu-lagu lainnya kurang memorable.

Kesimpulan: Konsep crossover genre dan album yang patut mendapat ruang gerak lebih di scene musik nasional. Hanya soal waktu, mungkin suatu hari bisa sebesar EDM.

Verdict: 8/10

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Daft Punk

    Setelah 28 Tahun Menjadi Stimulan Dansa, Daft Punk Resmi Bubar!

    Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo. (Foto: David Black). Daft Punk, duo musik elektronik kelahiran Paris, 1993 silam yang bertanggung jawab at

    on Feb 23, 2021
    Martin Garrix

    Setelah DWP, Martin Garrix Tampil Di Tomorrowland, Play 'Friendship Mi...

    DJ dan produser EDM top dunia Martin Garrix mempersembahkan lagu mix baru untuk penggemar yang nggak sabar menunggu penampilan virtualnya di Pesta Malam Ta

    on Dec 6, 2020
    Winky Wiryawan & Popsickle

    Sinergi Winky Wiryawan & Popsickle Menghasilkan Single Techno Funk 'Th...

    Popsickle dan Winky Wiryawan. Kolaborasi yang sangat menarik datang dari musisi-musisi Tanah Air yang berbeda genre, akan hadir di semua platform musik yang

    on Nov 16, 2020
    Sigur Ros foto band

    Jelang Album Orkestranya, Sigur Ros Rilis Video Lagu 'Dvergmál' & 'St...

    Sigur Rós. (Foto: Eva Vermandel). Pada tanggal 4 Desember mendatang, Sigur Rós akhirnya bisa dipastikan akan merilis album orkestra mereka yang telah lama

    on Nov 14, 2020