×
×

Search in Mata Mata Musik

Kategori K-Pop Di MTV VMAs 2019 Tuai Respon Negatif!

Posted on: 07/27/19 at 4:20 pm

Tidak ada grup K-Pop yang masuk nominasi di tiga kategori utama VMAs.

Missy Elliott pernah menyebut MTV Video Music Awards (VMAs) sebagai “penghargaan orang kulit putih.” Sang rapper mengatakan hal itu dalam wawancara dengan New Yorker di 1997 sehubungan dengan kegugupannya tampil di VMAs tahun itu. Namun sentimen ini terus bergema dalam beberapa dekade sejak itu—melalui penampilan yang mengapropriasi budaya etnis, melalui kritik pedas Nicki Minaj tentang ketidaksetaraan rasial dalam daftar nominasi, melalui kenyataan bahwa Beyoncé menjadi artis kulit hitam pertama yang memenangkan Best Pop Video lewat video “Formation.”

Kata-kata Missy kembali bergema setelah diumumkannya nominasi VMAs 2019, di mana MTV menambahkan satu kategori baru, Best K-Pop. Nominasi dalam kategori ini termasuk BTS ft. Halsey untuk “Boy With Luv,” BLACKPINK untuk “Kill This Love,” Monsta X ft. French Montana untuk “Who Do U Love,” TOMORROW X TOGETHER untuk “Cat & Dog,” NCT 127 untuk “Regular,” dan EXO untuk “Tempo.”

Sekilas, penambahan kategori K-Pop terdengar sebagai hal positif, atau setidaknya netral, yang dimaksudkan untuk “mencerminkan lanskap musik pop yang kaya,” seperti yang dikatakan Bruce Gillmer, Head of Music and Music Talent di MTV International dalam sebuah pernyataan.

Tetapi melihat reaksi yang ditunjukkan oleh penggemar sejati K-Pop dalam 24 jam terakhir, terlepas dari niat baiknya, dampak dari kategori K-Pop lebih berlapis dan serius dari itu. Kategori baru ini hanya menegaskan kecenderungan ajang penghargaan Barat untuk “merayakan” artis non-Barat, yang tidak berbahasa Inggris, dan non-kulit putih dengan memisahkan mereka dari artis-artis lain yang mungkin dianggap “ideal.”

BTS ARMY mengambil sikap yang sangat kuat terhadap nominasi dan kategori tahun ini. BTS dinominasikan untuk empat penghargaan, termasuk Best K-Pop, Best Collaboration, Best Art Direction, dan Best Choreography. Terlepas dari pencapaian ini, tidak sulit menyadari kalau BTS absen dari tiga kategori utama, Video of the Year, Artist of the Year, dan Song of the Year.

Menanggapi hal tersebut, ARMY mulai membanjiri Twitter dengan tagar #VMAsRacist dan #VMAsXenophobic—dan berargumen, artis mana pun yang memiliki jumlah views video musik, penjualan album dan pendapatan tur sebanyak BTS pasti bakal langsung diberi nominasi Album of the Year dan Video of the Year tanpa dipikir-pikir lagi.

Penghargaan jelas tidak hanya memandang jumlah views video musik di YouTube, tapi kalau memang menggunakan ukuran seperti itu, angka-angka berikut terbukti menarik. Lihat saja daftar nominasi Video of the Year tahun ini; “a lot” dari 21 Savage ft. J. Cole (156 juta views), “Bad Guy” dari Billie Eilish (407 juta), “thank u, next” dari Ariana Grande (402 juta), “Sucker” dari Jonas Brothers (182 juta), “Old Town Road (Remix)” dari Lil Nas X ft. Billy Ray Cyrus (230 juta), dan “You Need to Calm Down” dari Taylor Swift (91 juta).

Sekarang bandingkan dengan kategori K-Pop, di mana beberapa video memiliki jumlah yang sebanding (dan bahkan lebih tinggi): “Boy With Luv” (470 juta views), “Kill This Love” (500 juta), dan “Tempo” (127 juta). Lucunya, tidak ada video K-Pop yang masuk nominasi Video of the Year.

K-Pop juga tidak sendirian—dalam kategori Best Latin, kolaborasi Bad Bunny dengan Drake, “MIA,” saat ini memiliki 869 juta views. Video “I Can’t Get Enough” dari Benny Blanco, Tainy, Selena Gomez, dan J. Balvin punya 147 juta. “Secreto” dari Anuel AA dan Karol G punya 755 juta. “Mala Mía” dari Maluma punya 277 million. “Con Altura” dari ROSALÍA dan J. Balvin ft. El Guincho punya 597 juta. “Con Calma” dari Daddy Yankee ft. Snow punya lebih dari 1,2 MILIAR views.

Tapi tidak satu pun yang masuk nominasi Video of the Year, Artist of the Year, dan Song of the Year di tahun ini.

VMAs bukan satu-satunya ajang penghargaan yang mengelompokkan penghargaan musik berdasarkan lokasi geografi, tetapi keputusan ini terasa tidak pada tempatnya untuk acara penghargaan berbasis vote penggemar yang dikenal dengan momen budayanya yang besar. Absennya artis-artis yang hanya asal dijebloskan ke kategori K-Pop atau Latin di tiga area utama, sehingga mereka tidak bisa bersaing dengan artis-artis yang memiliki jumlah views dan penjualan yang sebanding (dan dalam kebanyakan kasus, jauh lebih sedikit), jelas terasa seperti penghinaan.

Selain itu, ada juga penghinaan yang lebih kecil yang muncul dalam peluncuran kategori K-Pop VMAs, seperti halnya hanya ada satu girl group yang masuk daftar nominasi di K-Pop, terlepas dari popularitas grup lainnya seperti LOONA di AS.

Kemudian ada akun Twitter resmi MTV, yang memberi selamat kepada French Montana atas nominasi K-Pop-nya, dan bahkan sama sekali tidak menyebutkan Monsta X. Dan kalau kamu mengunjungi situs MTV untuk memberikan vote sesuai kategori, thumbnail untuk vote BTS berpusat pada Halsey, yang hanya menjadi artis tamu di lagu itu.

Thumbnail untuk vote BTS yang justru berpusat pada Halsey di situs web MTV.

Popularitas K-Pop terus merambah ranah mainstream di AS dalam beberapa tahun terakhir ini, jadi wajar kalau ajang-ajang ini ingin menyoroti BTS dan grup K-Pop yang sukses lainnya, terutama untuk acara seperti VMAs yang mengalami penurunan jumlah penonton selama dua tahun terakhir. (Sementara itu, J-Hope BTS memiliki 9,6 juta penonton live saat dia merayakan ulang tahunnya dalam sebuah sesi livestream beberapa waktu lalu.) Tetapi detail seputar nominasi ini terdengar seolah mereka mengatakan, “Kamu boleh datang, tapi jangan duduk bareng kami.”

Di 2015, video musik Nicki Minaj “Anaconda” memecahkan rekor Vevo dan dinominasikan di VMAs untuk Best Female Video dan Best Hip-Hop Video, tetapi tidak masuk Video of the Year. Nicki mengutarakan kekecewaannya di Twitter. “Saat artis wanita ‘lain’ merilis video yang memecahkan rekor dan memiliki dampak budaya, mereka dapat nominasi itu,” katanya pada saat itu.

Kata-katanya terdengar familiar, kan?

Artikel asli ditulis oleh Aamina Khan untuk Teen Vogue dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Meski telah menyabet berbagai pencapaian impresif, nama BTS absen dari daftar nominasi tiga kategori utama VMAs. (Foto: Getty Images/Steven Ferdman)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Red Velvet Pergi Liburan Musim Panas di VM “Umpah Umpah”

Red Velvet Liburan Musim Panas di VM “Umpah Umpah”

Red Velvet kembali dengan video musik yang seru untuk single terbaru mereka, “Umpah Umpah.” Klip yang penuh semangat dan ceria ini mengikuti liburan mus

on Aug 22, 2019
BTS

Bring the Soul: The Movie, Film Konser BTS Raup $13 Juta di Minggu Per...

Bring the Soul: The Movie mulai tayang pada 7 Agustus lalu di bioskop seluruh dunia. Baca Juga: BTS Rehat 2 Bulan Dari Panggung Hiburan! Hanya beberapa har

on Aug 19, 2019
Debut SuperM Menuai Beragam Reaksi dari Penggemar K-Pop

Debut SuperM Tuai Beragam Reaksi dari Penggemar K-Pop

SuperM, Super grup yang dijuluki 'Avengers of K-Pop’ ini direncanakan akan melakukan debutnya di AS pada Oktober 2019. Pekan lalu, Capitol Music Group dan

on Aug 17, 2019
Tiffany Young & Lee Hi meriahkan Super K-Pop Festival Indonesia 2019

SKF Indonesia 2019 Umumkan Nama Baru di Daftar Penampilnya!

Super K-Pop Festival Indonesia 2019 yang akan digelar selama dua hari ini mendatangkan nama-nama populer seperti Tiffany Young, Red Velvet, D&E SuJu. Su

on Aug 17, 2019