×
×

Search in Mata Mata Musik

Music When the Lights Go Out: Berbincang Bersama Drumer The Libertines Gary Powell

Posted on: 09/1/18 at 6:10 pm

Sang drumer berbicara tentang hotel terbaru band ini, perjalanan tur, dan album mereka selanjutnya…

Oleh Liam Turner (Clash Music)

Meskipun jatuh bangun, perselisihan yang tak terhitung jumlahnya, skandal media, dan masalah kecanduan narkoba telah menerjang mereka, The Libertines sukses melalui itu semua.

Dan dengan festival musim panas, album baru dan bahkan hotel The Libertines yang sedang direncanakan, para personil mungkin sama sibuknya seperti biasa. Namun Pete, Carl, Gary dan John kini berada di situasi yang tidak biasa, yaitu menjadi band paruh baya.

Jurnalis ClashLiam Turner mengobrol dengan drumer Gary Powell tentang apa yang membuat mereka bertahan selama bertahun-tahun dan bagaimana rencana mereka memerangi kemungkinan menjadi band yang terlupakan…

Hai Gary! Bagaimana pergelangan tanganmu?

Tidak terlalu buruk sekarang. Sangat menyakitkan sebelumnya, tetapi saya sempat disuntik steroid sedikit tepat sebelum Meltdown dan minum beberapa obat, jadi saya masih bisa bermain. Sudah mendingan sekarang.

Bagaimana pergelangan tanganmu bisa patah?

Saya ingin mengatakan kalau saya berkelahi dengan anggota Hells Angels yang menyerang seorang perempuan dan anak-anak tapi sebenarnya saya cuma terpeleset dan jatuh.

Kamu sudah memainkan banyak festival di musim panas ini baik bersama The Libertines dan The Specials. Bagaimana rasanya?

Semuanya berjalan luar biasa, dan beberapa minggu terakhir rasanya sangat aneh. Saya baru saja kembali ke Pasadena, California, bermain dengan The Specials di Arroyo Seco Weekend, dan saya bertemu Jeff Goldblum – dia juga tampil di festival yang sama. Saya kemudian mengobrol dengannya setelah penampilannya selesai, dan dia benar-benar orang yang baik. Itu menjadi pengalaman yang agak seperti mimpi. Saya seperti, wow, apa yang saya lakukan? Dan dari segi gaya pakaian, dia jelas adalah orang paling tampan di sana – dia tampak luar biasa. Dia adalah superstar Hollywood.

Apa yang kamu bicarakan dengan Jeff?

Sebenarnya hanya tentang bagaimana kami masuk ke dunia musik – meskipun awalnya saya seperti, “Ya ampun, saya sudah menonton semua filmmu!” Dia adalah penikmat musik jazz. Dia suka jazz, dan melakukan hal-hal aneh dengan musik kontemporer, jadi benar-benar menyenangkan bisa mengobrol tentang itu dengannya.

Seperti apa audiensinya di festival yang kamu mainkan di musim panas sejauh ini bersama The Libertines?

Mereka luar biasa, ya, mereka hebat. Dinamikanya berubah dengan orang-orang baru yang hadir dengan kami juga, jadi itu sangat bagus. Ini juga menjadi kurva pembelajaran karena seiring waktu kami semua telah mengubah cara kami memainkan musik, karena kami sudah ada cukup lama, dan hidup sudah mengajarkan kami banyak hal. Dan dengan itu, kami telah meneliti ulang motivasi pribadi kami masing-masing dalam bermusik.

Banyak lagu kami, seperti “Can’t Stand Me Now”, “You’re My Waterloo” dan “What Katie Did” contohnya, menjadi jauh lebih lambat sekarang, karena kami sadar bahwa pertama kali saat kami merekam lagu-lagu tersebut, ada banyak ketegangan yang terpendam di dalamnya. Entah kami menikmati diri sendiri lebih dari seharusnya, atau kami ingin keluar dari studio secepat mungkin. Sementara sekarang kami mencoba untuk mencari koneksi emosional kami terhadap musik. Jadi segalanya selalu berubah bagi kami.

Ada beberapa lagu cepat di set kalian. Apakah itu yang paling melelahkan?

Ada beberapa. “I Get Along,” yang agak agresif dan cukup cepat. “Horrorshow” juga sama.

Apa itu sebabnya kalian biasa memulai dengan “Horrorshow”, untuk menyingkirkannya?

Tidak juga, kami sebenarnya sudah tidak melakukan itu lagi. Dan saya pikir itu karena saya butuh sedikit waktu untuk pemanasan, jadi saya perlu memulai dengan lagu-lagu yang lebih lambat sebelum saya menambah kecepatan. Selain itu, saat kamu keluar dari panggung, dan kamu berpura-pura tidak gugup, tetapi dalam hati selalu ada sesuatu yang mengganjal, dan detak jantungmu sedikit melompat. Jadi, hal terakhir yang kamu ingin lakukan adalah memainkan sesuatu yang sangat keras dan sangat cepat.

Kalian sudah ada cukup lama sekarang, dan kalian tidak punya diskografi yang besar. Apa kalian pernah merasa bosan memainkan lagu yang sama?

Tidak, [lagu-lagu] itu menyenangkan untuk dimainkan. Ini bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang penerimaan musiknya. Bagi kami, merasa bosan dengan apa yang kami mainkan ibarat Rolling Stones bosan dengan apa yang mereka mainkan – bukan berarti saya membuat perbandingan atau apa pun. Dan kami berada di posisi yang sangat menguntungkan karena memiliki tiga album yang cukup disukai oleh masyarakat umum sehingga kami bisa mainkan ketiga album tersebut.

Saya juga berpikir bahwa salah satu perbedaan besar antara kami dan artis-artis lain di luar sana adalah saat kami membawakan sebuah penampilan, setengahnya adalah timbal balik. Kami ingin para penonton menikmatinya dan memiliki waktu yang sebisa mungkin menyenangkan.

Apa kamu pikir kalian bisa bertahan selama The Stones?

Tidak. Sesederhana itu. Saya benar-benar berpikir bahwa The Stones adalah satu-satunya. Saya pikir tidak akan ada orang seperti mereka lagi di dunia.

Kalian belakangan ini sedang merenovasi hotel di Margate yang kalian beri nama The Albion Rooms. Bagaimana progresnya?

Perlahan tapi pasti, tapi itu berjalan dengan baik. Studionya sudah selesai sekarang, dan itu bagus sekali. Semuanya adalah ide Carl, untuk punya tempat sendiri di mana kami bisa datangi dan lakukan rekaman, sesuatu yang benar-benar menyatukan kami bersama.

Kami merekam album itu tiga tahun lalu, dan kemudian kami banyak pergi tur, dan tidak pernah ada sesuatu yang benar-benar menyatukan kami bersama terlepas dari musik yang kami mainkan. Tapi ya, kembali ke studio, semuanya berjalan baik. Sangat luar biasa juga kami punya waktu untuk melakukan rekaman di studio, dan kemudian kami punya waktu untuk berkumpul sebentar, makan dan kemudian kembali ke hotel.

Kalau kami begadang, kami akan minum-minum sebentar, mendengarkan kembali apa yang kami sedang lakukan sebelumnya dan kemudian beranjak ke kasur. Tidak ada lagi desakan atau kecemasan tentang sesi rekaman karena kami akan bangun lagi di pagi hari, kami akan melihat satu sama lain lagi dan kami akan melakukan hal yang sama lagi. Ini adalah lingkungan yang sangat tenang.

Tetapi masih banyak yang harus kami lakukan di hotel ini sendiri sebelum bisa layak ditempati untuk masyarakat umum. Hotelnya masih dalam tahap sangat awal.

Menurut kalian, kapan kalian akan benar-benar membuka hotel itu?

Bar-nya akan dibuka pada bulan September, dan kemudian semoga hotelnya bisa menyusul dan setidaknya harus siap di awal tahun baru. Tapi kami berada di tempat yang baik untuk menghabiskan waktu. Maksud saya, tidak ada yang akan bergegas memakai sandal jepit mereka dan lari ke laut di Januari, kan?

Kalian belakangan menjual beberapa batu bata hotel kepada fans untuk sebagian membiayai pembangunan hotel. Apa sudah laku semuanya?

Tidak, tidak semuanya terjual. Saya punya tumpukan yang cukup besar, percaya atau tidak. Masih ada beberapa yang perlu ditandatangani. Saya belum menandatangani satu pun – tidak ada yang memberikan saya batu bata untuk ditandatangan. Kalau seseorang bertanya apakah saya ingin menandatangani batu bata saya pikir saya hanya akan beranjak ke pintu, mencoret-coret dengan tulisan seperti, “Kamar Gary – Dilarang Masuk!”

Kamu menyebutkan kalian menggunakan studio hotel. Rekaman apa yang kalian lakukan?

Kami sedang melakukan rekaman untuk album terbaru. Saya tidak ingin terlibat dalam lingkungan akta warisan itu. Saya masih pikir kami cukup layak mengeluarkan sesuatu dan membuatnya terasa segar dan baru.

Tanpa bermaksud menjatuhkannya, rasanya seperti Elton John merekam lagu baru dan kalau lagu itu tidak terdengar seperti Lion King, kamu cukup tahu lagu itu akan menjadi sampah. Dan kalau lagu itu terdengar seperti Lion King, kamu tahu lagu itu akan didengar oleh ibumu, nenekmu atau mungkin keponakanmu. Selain itu, tidak ada yang benar-benar akan mendengarkannya. Saya lebih memilih untuk tidak masuk ke dalam skenario tersebut.

Kira-kira akan seperti apa suara album baru ini?

Hal terakhir di dunia yang akan kami coba lakukan adalah mengubah total gaya kami. Kami punya identitas kami sendiri dan kami akan tetap pada identitas kami sebanyak yang kami bisa lakukan. Itulah yang membuat kami seperti sekarang ini. Tapi setelah mengatakan hal tersebut, ada kesempatan baru untuk kami selidiki dan untuk menyelidiki pendekatan baru terhadap apa yang kami lakukan.

Saya punya studio saya sendiri di sini, dan saya sedang cukup banyak membuat musik elektronik, dan sementara saya tidak mengatakan kami semata-mata turun ke jalur musik elektronik, tentunya ada beberapa elemen dari [musik] itu yang dapat ditambahkan ke dalamnya. Akan menyenangkan juga untuk bisa mulai bermain-main dengan tempo yang menarik. Album terakhir kami cukup konvensional dari segi pendekatan kami terhadap tempo dan musik. Kalau kamu mengupas musiknya dan menarik liriknya, album itu benar-benar bisa saja dimainkan oleh siapa pun. Album itu tidak terasa sespesial album-album pertama.

Mana yang akan keluar lebih dulu, hotel atau album?

Hotel. Kami berharap bisa mengeluarkan album di bulan September, tetapi karena satu dan beberapa alasan lainnya, itu belum terjadi. Saya pikir ini sebagian karena kami sangat terfokus mendirikan hotel sehingga jimat kreatif kami agak sedikit melemah. Jadi, kami harus kembali ke kerangka pemikiran itu, yang tidak hanya tentang membuat sebuah album, tetapi membuat sesuatu yang cukup spesial. Kami hanya akan menggunakan waktu kami yang ada dan melakukan apa yang harus dilakukan.

The Libertines punya sejarah yang bergejolak. Seberapa dekatnya kalian berempat sebagai sebuah unit sekarang?

Kami sangat dekat. Saya bahkan berani mengatakan kalau mereka adalah sahabat saya. Saya tidak bisa berbicara untuk mereka – saya bahkan tidak akan mencoba berbicara untuk mereka – tapi mereka adalah sahabat saya. Kami mengobrol dari hati ke hati beberapa waktu lalu, dan kami mengatakan kalau, tidak peduli apa yang sudah kita lakukan dan apa yang sudah kita raih, satu-satunya alasan kita punya kesempatan itu adalah karena takdir dan jalur kami saling terkait satu sama lain. Hal lainnya yang mengikat kami semua adalah bahwa kami memulai jalan ini bersama. Itu adalah sesuatu yang tidak pernah bisa kamu abaikan. Dan saya pikir lebih banyak artis harus mengingat itu juga.

Saat mereka terlibat dalam perdebatan besar tentang publikasi atau apa pun, satu-satunya alasan mengapa kamu berada di posisi yang kamu tempati sekarang adalah karena kalian memulai perjalanan ini bersama. Jadi, kalian harus memperlakukan satu sama lain dengan sedikit rasa hormat. Kami melalui banyak kejadian seperti itu di awal-awal.

Satu momen yang menempel di kepala saya adalah dengan Mick Jones. Kami sedang membicarakan tentang masa lalu The Clash, dan satu hal yang dia katakan kepada saya adalah salah satu penyesalan terbesarnya dalam sepanjang hidupnya adalah tidak memperbaiki hubungan dengan Joe Strummer – dia adalah sahabatnya sebelum mereka bubar. Band mereka bubar dengan perasaan yang tidak baik, yang bukan bagaimana seharusnya. Satu hal yang tidak boleh kamu sia-siakan adalah hubungan yang kalian miliki sebelum semuanya dimulai.

Kami dulu berteman, dan kemudian sesuatu terjadi, dan kami hampir menjadi asing dengan satu sama lain. Oke, sebagian memang karena narkoba, tapi sebagian lainnya adalah besarnya tekanan yang ditempatkan pada kami oleh elemen-elemen industri. Kami tidak tahu bagaimana mengatasinya. Melihat ke belakang mengajarkan kami untuk melihat kembali diri kami sendiri dan berbuat jujur dengan keputusan yang kami buat dengan hubungan yang kami pikir miliki.

Di 2010, rasanya seperti, kenapa kami berpisah begitu lama? Saya cuma tidak memahaminya. Karena saat dipikir-pikir lagi, tidak ada orang yang lebih baik yang saya pilih untuk bergaul dengan saya daripada Carl, John dan Peter.

 

Posted on July 4, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Claire Elise Boucher Akan ‘Bunuh’ Grimes!

Claire Elise Boucher Akan 'Bunuh' Grimes!

Dalam wawancara dengan WSJ Magazine, artis asal Kanada ini juga membahas tentang Elon Musk dan rencananya mengeksekusi persona Grimes di hadapan publik. Ole

on Mar 25, 2019
Pete Doherty & The Puta Madres Rilis Video Musik Terbaru-1

Pete Doherty & The Puta Madres Rilis Video Musik Terbaru

Pete Doherty & The Puta Madres akan berangkat tur pada bulan Mei Oleh Andrew Trendell (NME) Pete Doherty dan band barunya Pete Doherty & The Puta

on Feb 26, 2019
Simon Wright Bahas Keputusannya Hengkang dari ACDC

Simon Wright Bahas Hengkangnya Dari AC/DC

Simon Wright mengatakan kehilangan antusiasme untuk banyak hal. Oleh: Redaksi Blabbermouth. Drumer Simon Wright, yang saat ini bermain di DIO DISCIPLES d

on Jan 7, 2019
Song Mino WINNER Berencana Ganti Gaya Rap-1

Song Mino WINNER Bahas Perubahan Gaya Rap-nya

Pada 12 Desember kemarin, Song Mino WINNER muncul di acara radio “Akdong Musician Soo Hyun’s Raise the Volume” untuk berbincang dengan teman selabelnya d

on Dec 13, 2018