<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Musik yang Bikin Neneh Cherry ‘Rebel Pop’

Posted on: 10/22/18 at 8:00 am

Di usianya yang ke-54, Cherry bercerita tentang lagu, album, dan artis yang sangat berarti baginya di hidupnya—termasuk ABBA, Lil’ Kim, dan Frank Ocean—lima tahun sekali.

Oleh Stacey Anderson (Pitchfork)

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-1

https://cdn.pitchfork.com/longform/820/5-10-15-20_NenehCherry_2.jpg

Neneh Cherry. (Foto: Wolfgang Tillmans)

Dari standar pelopor musik pop sekalipun, Neneh Cherry sudah membuat, melihat, dan menjalani lebih banyak hal dari kebanyakan artis lainnya. Lahir di Stockholm pada tahun 1964, Cherry dibesarkan oleh ibunya, Monika “Moki” Karlsson—artis asal Swedia—dan ayah tirinya, Don Cherry—pemain trompet jazz terkenal asal Amerika—yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri. Dia menikmati berkeliling dunia dan masa kecil yang dipenuhi musik di tahun ’70-an saat dia mondar-mandir antara AS dan Swedia, telinganya dipenuhi karya musik dari ABBA sampai hip-hop awal. Di usia ke-16, setelah menjalin pertemanan dengan Ari Up dari band post-punk ternama The Slits, Cherry pindah ke Inggris, mempelajari musik reggae dan trip-hop, dan mulai bernyanyi di band beraliran avant-funk bercampur jazz, Rip Rig + Panic. Dia merilis album debutnya, Raw Like Sushi, di tahun 1989, di usia ke-25, dan dengan berani menyatukan musik pop, house, rap, dan banyak lainnya ke dalam satu pesta feminis yang menyenangkan.

Dia juga meremas beberapa pemikiran sauvinisme dalam kariernya—saat dia membawakan lagu hitnya dari tahun 1988 “Buffalo Stance” di “Top of the Pops,” dengan kondisi sedang hamil tujuh bulan dan tetap bersemangat, acara TV yang populer di Inggris ini dibanjiri dengan komentar-komentar negatif. “Ada yang bilang, ‘Kamu tidak bisa tampil dan menjadi bintang pop kalau kamu hamil, karena itu tidak seksi—dan kalau kamu tidak seksi, tidak ada orang yang akan membeli albummu,’” kenangnya. “Tapi reaksi saya akan hal itu, kurang lebih, biarkan saja.”

Pasca meraih nominasi Grammy untuk kategori Artis Pendatang Terbaik—yang mana dia kalah dari Milli Vanilli—Cherry terus menjaga popularitasnya di tahun ’90-an dengan merilis dua album baru, mempunyai beberapa program di BBC, dan berkolaborasi dengan artis seperti Geoff Barrow dari Portishead dan Michael Stipe. Namun seiring dia bergerak lihai antar ranah musik—tampil di pertunjukan jazz hingga menjadi tamu di album electro—rekaman solonya pun menurun. Di 2014, dia merilis album pertamanya dalam 18 tahun, Blank Project, album ‘hidup’ yang diproduksi oleh Kieran Hebden dari Four Tet dengan kameo dari Robyn (alias penggemar No. 1 Cherry).

Kini, empat tahun kemudian, dia siap dengan LP terbarunya, Broken Politics, sebuah renungan penuh kesadaran dengan musik trip-hop tentang tanggung jawab sosial di era yang kacau, dengan lirik yang ditulis bersama dengan kolaborator lamanya (yang juga adalah suaminya) Cameron McVey yang terangkai dengan cerdas melalui perdebatan lazim seperti tentang aborsi dan pascakolonialisme sambil menyerukan empati yang lebih besar. Sama seperti Blank Project, album ini diproduksi oleh Four Tet dengan nada-nada ringan dan organik, dan sesekali diiringi bunyi perkusi mesin. Vokal mendayu Cherry yang renyah dan bercahaya membawa ketenangan yang mendalam di sepanjang album; di lagu ballad yang elegan “Synchronised Devotion,” dia bersenandung, “This is my politics, living in the slow jam.”

“Saya memberikan diri saya waktu untuk mencerna dan menyadari apa yang saya rasakan sekarang—tidak apa-apa berada di jalur lambat dengan segala sesuatu yang berlalu-lalang,” cerita Cherry. “Saya berada di ruang yang sangat jelas dan itu terasa sangat baik.” Menelpon dari rumahnya di Stockholm, dan berjuang melawan bronkitis yang ganas, dia dengan berani melihat ke belakang ke kehidupan yang penuh dengan petualangan bermusik.

  1. Jackson 5: “You’ve Changed”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-2

https://cdn4.pitchfork.com/longform/820/Jackson-5.jpg

Saya dulu punya ayunan di samping alat pemutar musik, dan saya suka mendengarkan album-album awal Jackson 5 sambil bermain ayunan. Saya suka Diana Ross Presents the Jackson 5 karena mereka masih anak-anak. Michael Jackson adalah seseorang yang sama dengan saya. Lagu mereka “You’ve Changed” menyentuh sesuatu di sanubari saya, apalagi dengan cara dia menyanyikannya.

Mendengarkan musik selalu menjadi hal besar di keluarga saya, dan saya dan ayah saya sering duduk bareng dan memutar musik. Dialah orang yang membawa cukup banyak musik ke rumah, bahkan musik yang menjadi musik “saya”. Selalu ada musik jazz juga, Thelonious Monk dan Coltrane dan Eric Dolphy. Musik [di rumah] tidak pernah berhenti.

  • ABBA: “Waterloo”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-3

https://cdn.pitchfork.com/longform/820/ABBA.jpg

Pertengahan tahun ’70-an, orang tua saya ingin pindah dari Amerika. Ada banyak aksi protes, karena Perang Vietnam sedang berlangsung. Saat saya berumur 10 tahun, kami membeli rumah di bagian selatan Swedia, yang sampai sekarang masih menjadi rumah keluarga. Saat ABBA pertama kali keluar, saya dan teman saya menghabiskan musim panas meragakan pertunjukan di mana kami ‘lipsync’ semua lagu mereka. Kami menghabiskan 10 jam per harinya untuk pertunjukan ini. Itu adalah tahunnya Waterloo.

Sekitar saat ini, saya dan keluarga saya pergi dari Swedia ke New York, di mana saya justru pergi ke arah yang berlawanan dan tinggal di Chelsea Hotel dan mendengarkan Minnie Riperton dan “Kung Fu Fighting.” Saya banyak belajar budaya orang hitam dan menonton “Soul Train” dan membeli Afro Sheen untuk rambut saya.

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-4

https://cdn3.pitchfork.com/longform/820/nehnehcherry790_1.jpg

Neneh Cherry di masa mudanya, sekitar tahun ’70-an. (Foto: Neneh Cherry)

  • The Slits: “Typical Girls”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-5

https://cdn4.pitchfork.com/longform/820/Slits.jpg

Waktu itu saya masih tinggal di New York dan baru akan pindah. Saya hobi mendengarkan The Slits, X-Ray Spex, Poly Styrene, dan menemukan musik reggae; saya pertama kali melihat Bad Brains di [klub] Tier 3, yang memainkan campuran new wave, experimental rock, dan reggae. Saya sudah kenal Ari Up dan pindah ke London, jadi di satu sisi The Slits adalah band era ini untuk saya. Banyak hal yang terlahir dari hubungan itu; saya dan Ari punya perjalanan hidup yang gila, kami sudah seperti saudara. Saya mengungsi di rumahnya dengan ibunya, kemudian kami pindah ke rumah di ujung jalan.

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-6

https://cdn3.pitchfork.com/longform/820/cherry790_2.jpg

Cherry waktu berumur 17 tahun, dan tinggal di London, tahun 1981. (Foto: Redferns/David Corio)

  • Roxanne Shanté: “Roxanne’s Revenge”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-7

https://cdn3.pitchfork.com/longform/820/Roxanne.jpg

Di umur 20 tahun saya di Rip Rig + Panic. Anak saya, Naima, berusia 2 tahun. Ari dan saya bertahun-tahun pergi ke acara dansa, mendengarkan banyak musik reggae yang dicampur dengan hip-hop, dan saya mendengarkan banyak ratu musik hip-hop. Saya tidak akan pernah lupa waktu pertama saya mendengar Roxanne Shanté. Waktu itu malam tahun baru di New York, pertengahan’80-an. Saya terjebak macet di jembatan dalam perjalanan ke sebuah pesta di Brooklyn dengan beberapa teman saya. Mereka memutar salah satu lagu pertamanya, dan saya mendengar suaranya dan langsung, “Ya ampun. Itu dia.”

  • Joyce Sims: “Come Into My Life”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-8

https://cdn2.pitchfork.com/longform/820/Joyce-Sims.jpg

Itu tahun saat Raw Like Sushi keluar dan saya terlalu banyak mendengarkan karya saya sendiri—mendengarkan banyak musik lainnya menyelamatkan saya. Itu sekitar era lagu A Tribe Called Quest “I Left My Wallet in El Segundo,” Jungle Brothers, MC Lyte, dan Joyce Sims. Saya ingat sedang berada di klub di London di mana Nellee Hooper dari Soul II Soul jadi DJ-nya. Saya bilang, “Kamu harus mainkan ‘Come Into My Life’ dari Joyce Sims,” dan dia bilang, “Saya tidak punya lagu itu. Ada di rumah.” Dia akhirnya naik taksi dari rumahnya di West End untuk mengambil lagu itu di Camden dan balik lagi ke klub untuk memutarkannya buat kami.

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-9

https://cdn2.pitchfork.com/longform/820/nenehcherry790_2.jpg

Cherry di usia kepala dua, tahun ’80-an. (Foto: Neneh Cherry)

  • Gang Starr: Hard to Earn

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-10

https://cdn2.pitchfork.com/longform/820/Gang-Starr.jpg

Kami pindah ke selatan Spanyol untuk sementara. Ini adalah era yang bagus untuk musik hip-hop—Gang Starr, Black Sheep, Warren G, Snoop Dogg, OutKast. Album Gang Starr Hard to Earn keluar di 1994, dan kami punya kasetnya di mobil. Saat saya menyetir dan melihat ke kursi belakang, salah satu anak saya bernyanyi tentang Uzi. Beberapa tahun sebelumnya, saat The Chronic keluar, kami menghabiskan banyak waktu di Swedia, dan keliling naik mobil di pedesaan sambil mendengarkan album itu adalah kontradiksi yang bagus. Jaga keseimbangan.

  • Oumou Sangaré: “Saa Magni”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-11

https://cdn4.pitchfork.com/longform/820/Oumou-Sangare.jpg

1995 adalah tahun yang sangat berat. Ayah saya meninggal di bulan Oktober. Saya sedang tur di bulan Juni; bulan Juli, saya pulang dan melihatnya sakit parah. Dia tinggal di rumah saya di Spanyol dan dia sudah tidak bisa makan makanan hangat. Saya sangat bersyukur kami menghabiskan bulan-bulan terakhirnya bersama; dia tinggal dengan kami dan melihat anak-anak saya setiap hari. Saya sedang mengerjakan Man tepat sekitar bulan itu, di studio yang letaknya tidak terlalu jauh. Menghabiskan waktu bersama, membuat musik, memasak, dan makan adalah hal-hal yang menjaga kami hidup dan waras. Saya ingat hari saat kami menggelar pemakaman Don. Saya dan kakak saya Eagle-Eye mendengarkan Oumou Sangaré. Dia mengeluarkan album yang ayah saya sangat suka, Ko Sira, dan khususnya satu lagu, “Saa Magni.”

  • Lil’ Kim: “Lighters Up”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-12

https://cdn3.pitchfork.com/longform/820/Lil-Kim.jpg

Saya sedang tinggal di London sekitar saat itu dan banyak bersenang-senang dengan “Lighters Up” dari Lil’ Kim!

  • Burial: “Archangel”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-13

https://cdn2.pitchfork.com/longform/820/Burial.jpg

Saya suka banget “Archangel”. Saya ingat berdiri di dapur, melihat teman saya berdiri di kebun, dan dia cukup patah hati. Dia baru saja putus dari orang yang dicintainya, dan saya sedang mendengarkan album itu dan saya lihat dia berdiri sendiri. Saya merasa sangat sedih dan emosional bersamanya. Itu adalah album yang membawa sesuatu yang berbeda; rasanya seperti membuka lembaran baru. Sering kali saat saya menemukan sesuatu yang saya benar-benar suka, saya hanya ingin terus mendengarkan lagu itu. Lagu itu membuat saya ketagihan.

  1. Frank Ocean: “Swim Good”

Gambar: musik-yang-bikin-neneh-cherry-rebel-pop-14

https://cdn3.pitchfork.com/longform/820/Frank-Ocean.jpg

Sekitar umur 50, saya sangat suka mendengarkan Frank Ocean. Dia membuat saya berpikir dan memberi saya rasa rindu. Saya dulu sering mendengarkannya lewat headphone di kereta bawah tanah. Saya ingat sedang di mobil dengan anak saya Tyson dan “Swim Good” diputar, dan saya bilang, “Wow, lagu ini mengingatkan saya pada lirik ayahmu, seperti sesuatu yang biasa dia tulis.”

Sumber: https://pitchfork.com/features/5-10-15-20/the-music-that-made-neneh-cherry-a-pop-rebel/#site-content

Posted on October 11, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Keterangan Foto Utama: Four Tet (kredit foto: Derek Staples via Consequence of Sounds)

Four Tet Lepas Lagu Baru “Only Human”

Lagu klub yang menghipnotis dengan sample dari lagu Nelly Furtado “Afraid” Oleh Lake Schatz (Consequence of Sound) ​​​​​Bulan Oktober lalu

on Mar 5, 2019

Four Tet dan ‘3D’ Kerja Sama Produksi Lagu Trip Hop Ballad untuk N...

Sumber: https://mixmag.net/read/four-tet-and-massive-attacks-3d-link-on-an-emotive-trip-hop-ballad-for-neneh-cherry-newsPosted on August 1, 2018 Trip Hop Ballad

on Aug 1, 2018