×
×

Search in Mata Mata Musik

Musisi Serukan Larangan Facial Recognition di Festival & Konser

Posted on: 09/12/19 at 3:00 pm

Tom Morello, Amanda Palmer dan Downtown Boys hanyalah beberapa dari banyak musisi yang telah bergabung dengan koalisi yang menyerukan larangan pengawasan berbasis facial recognition dari acara festival dan konser.

Kampanye ini diluncurkan oleh kelompok hak digital yang berbasis di AS, Fight for the Future, pada hari Selasa (10/9), dan meminta penggemar, artis, festival, dan venue untuk menentang penggunaan teknologi facial recognition dalam acara musik live.

Upaya advokasi ini muncul setelah beredar kabar bahwa Ticketmaster melakukan investasi dalam teknologi facial recognition, “yang menempatkan penggemar tidak berdokumen, penggemar non-kulit putih, penggemar transgender dan penggemar dengan catatan kriminal ke dalam risiko ditahan, dilecehkan atau dihakimi secara tidak adil,” tulis kampanye ini di situs web mereka. Fight for the Future juga mengatakan, “bahkan bar dan tempat yang lebih kecil telah bereksperimen dengan” facial recognition.

Musisi dan band lain yang telah bergabung dengan kampanye Fight for the Future melawan pengawasan berbasis facial recognition yaitu Thievery Corporation, Anti-Flag, Gramatik, The Glitch Mob, Brian Fallon dari The Gaslight Anthem, Laura Stevenson, Nahko and Medicine for the People, dan B Dolan. Summer Meltdown, festival musik di Darrington, Washington, juga berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi facial recognition.

Banyak juga dari artis-artis di atas yang menyuarakan dukungan mereka terhadap kampanye ini di media sosial. Lihat beberapa pernyataan mereka di bawah ini:

Tahun lalu, dilaporkan bahwa Live Nation Entertainment—perusahaan induk Ticketmaster—bermitra dengan perusahaan bernama Blink Identity. Startup yang berbasis di Austin, Texas itu “memiliki teknologi facial recognition mutakhir, yang memungkinkanmu menghubungkan tiket digitalmu dengan fotomu, sehingga kamu bisa langsung masuk ke pertunjukan,” kata presiden/CEO Live Nation, Michael Rapino, kepada para investor saat itu.

Keterangan Foto Utama: Tom Morello, Amanda Palmer dan Downtown Boys tolak penggunaan teknologi facial recognition di acara festival maupun konser. (Foto: RMV/Shutterstock, Lorne Thomson/Redferns, Andrew Benge/Redferns)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Keterangan Foto Utama: Prophet of Rage (kredit foto: rilis press)

Prophets of Rage Tutup Hodgepodge Superfest 2019 dengan Sempurna

Supergroup gabungan dari Rage Against the Machine, Public Enemy, dan Cypress Hill ini tampil sangat intens sepanjang set Prophets of Rage yang beranggotakan

on Sep 2, 2019
Tom Morello Bahas Pentingnya Sisi Politik Prophets Of Rage

Tom Morello Bahas Pentingnya Sisi Politik Prophets of Rage

Tom Morello mengatakan kalau politik merupakan bensin utama materi-materi Prophets Of Rage. Mereka ada untuk menggunakan suara mereka demi perubahan, di saat m

on Aug 15, 2019
Tom Morello Naik Ke Atas Panggung Untuk Guncang Dunia!

Tom Morello Naik Ke Atas Panggung Untuk Guncang Dunia!

Gitaris kondang ini membahas soal festival, komitmen pertunjukan live yang sempurna, dan mengapa musik protes sama pentingnya dengan sebelumnya. Ambil tiga

on Aug 9, 2019
Tom Morello Rilis Single Bareng Gary Clark Jr. Dan Gramatik

Tom Morello Rilis Single Bareng Gary Clark Jr. Dan Gramatik

“Can’t Stop the Bleeding” hadir menjelang tur sang mantan gitaris  Rage Against the Machine, Tom Morello. https://youtu.be/MVPhocHKRm8 Tom Morel

on Apr 12, 2019