×
×

Search in Mata Mata Musik

Band Grindcore Jepang Jadi Target Pengawasan Pemerintah Cina

Posted on: 07/5/19 at 5:54 pm

Salah satu lagu milik band asal Jepang, Unholy Grave, yang berjudul “Taiwan: Another China,” membuat mereka menjadi target spesifik ‘malware’ pemerintahan Cina.

Dalam beberapa waktu terakhir, sangat jelas bahwa pemerintah China tidak nyaman dengan kebebasan berekspresi, khususnya di industri seni. Awal tahun ini, negeri tirai bambu tersebut baru merilis Bohemian Rhapsody setelah menghapus semua rujukan tentang homoseksualitas Freddie Mercury, dan seorang wanita Cina diturunkan dari kereta karena memakai riasan gothic.

Sekarang, laporan terbaru menunjukkan, malware China yang dipasang secara paksa pada ponsel imigran di tempat-tempat tertentu di sepanjang perbatasan menargetkan karya-karya budaya dan literatur—termasuk musik milik band grindcore asal Jepang.

Dilansir dari Vice, malware Android sedang diinstal pada ponsel warga asing yang melintasi perbatasan tertentu ke provinsi Xinjiang. Petugas keamanan perbatasan tampaknya secara paksa mengambil ponsel orang-orang dan menginstal program yang memungkinkan mereka untuk memonitor pesan teks, mengunduh nama pengguna, dan mencari file yang dilarang.

Kebanyakan file yang dicari oleh aplikasi tersebut adalah teks Islam yang mungkin menjurus ke ekstremisme agama. Hal ini dianggap sebagai upaya yang mencolok untuk menyulitkan populasi Muslim Xinjiang. Tetapi, file lain yang juga termasuk dalam daftar media yang ditargetkan adalah musik dari band grindcore asal Jepang, Unholy Grave, yang memiliki lagu berjudul “Taiwan: Another China.”

Menurut Maya Wang, peneliti senior Cina dari Human Rights Watch, “[Aplikasi ini] menyediakan sumber bukti lain yang menunjukkan bagaimana pengawasan massal secara luas dilakukan di Xinjiang. Kita sudah tahu penduduk Xinjiang—khususnya Muslim Uyghur—menjadi sasaran pengawasan terus-menerus dan multidimensi di wilayah ini…Apa yang ditemukan melampaui itu: ini menunjukkan bahwa orang asing pun juga menjadi sasaran massal seperti itu, dan pengawasan yang melanggar hukum.”

“Pemerintah Cina, baik secara hukum maupun praktik, sering mencampurkan kegiatan keagamaan yang damai dengan terorisme,” lanjut Wang. “Hukum Cina mendefinisikan terorisme dan ekstremisme dengan cara yang sangat luas dan tidak jelas. Contohnya, tuduhan ekstremisme dapat dijatuhkan hanya karena memiliki ‘barang yang mendukung terorisme,’ meskipun tidak ada definisi yang jelas soal barang apa yang dimaksud.”

Artikel asli ditulis oleh redaksi Kerrang! dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Unholy Grave, unit grindcore asal Jepang jadi salah satu target pengawasan pemerintahan Cina. (Foto: Unholy Grave/Facebook)

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021
    AC/DC

    AC/DC 'Highway To Hell' Dicover Sempurna Bocah 7 Tahun, Keren Gila!

    AC/DC cover? Lagu-lagunya tentu sudah ribuan kali di-cover oleh ribuan orang di dunia. Tetapi akan menarik ceritanya jika yang meng-cover adalah seorang bo

    on Jun 4, 2021
    God Bless

    God Bless Ungkap Arti Rayakan 48 Tahun Karier Via Lagu 'Mulai Hari Ini...

    Tonggak awal bagi legenda hidup rock Indonesia God Bless dimulai pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Pada 5 Mei, nama God Bless disepakati oleh para personelnya

    on May 5, 2021
    The Brandals

    The Brandals Setia Dengan Nuansa Punk Rock Via Single 'Belum Padam'

    The Brandals. (Foto: Ade Branuza). Gerombolan rocker sejati The Brandals merilis single terbaru bertajuk 'Belum Padam'. Sejak 21 Maret, lagu ini resmi diril

    on Mar 22, 2021