×
×

Search in Mata Mata Musik

Beberapa Situs Musik Korea Rilis Pernyataan Terkait Isu Royalti Melon

Melon, layanan musik online asal Korea, dicurigai melakukan penggelapan royalti lewat label musik palsu bernama LS Music.

Baca Juga: Royalti “Bitter Sweet Symphony” Akhirnya Balik ke Tangan Richard Ashcroft

Menyusul kecurigaan baru-baru ini terhadap Melon terkait penggelapan royalti dari pemegang hak cipta, beberapa situs musik lainnya (Bugs, FLO, Genie Music, dan VIBE) mengeluarkan pernyataan gabungannya.

Pada 9 Juli kemarin, Dreamus Company merilis pernyataan yang berbunyi sebagai berikut.

“Halo.

Ini Dreamus Company, operator FLO.

Karena kecurigaan baru-baru ini terhadap penggelapan royalti oleh Melon, platform layanan musik Bugs, FLO, genie music, dan VIBE berada dalam situasi serius yang sulit diungkapkan dalam kata-kata.

Di industri layanan musik, di mana ada dasar kepercayaan, adanya kegiatan ilegal terkait perhitungan dana sangat tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan. Itu juga merupakan tindakan yang sangat merugikan dan membahayakan kepercayaan yang telah diperoleh platform layanan musik lainnya melalui kerja keras selama bertahun-tahun.

Hingga saat ini, platform layanan musik Bugs, FLO, Genie Music, dan VIBE, di antaranya, telah bekerja keras untuk melindungi royalti dan mengembangkan layanan streaming yang legal dan berbayar antara pencipta dan konsumen.

Baca Juga: Fortnite Bisa Dituntut Bayar Royalti Musik Populer

Menggunakan situasi ini sebagai pengingat, keempat situs ini akan mencerminkan keseriusan serta pentingnya tindakan tersebut dan bekerja sekeras yang kami bisa untuk mendapatkan kembali kepercayaan untuk semua platform layanan musik.

Bersama dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, keempat situs ini akan bekerja sama dalam membangun dan mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan transparansi dana. Kami akan aktif bekerja sama dengan semua langkah yang diperlukan termasuk pemeriksaan perhitungan dana untuk mendapatkan kembali kepercayaan [publik] pada industri kami.

Terima kasih.”

Melon dituduh telah menggelapkan royalti dari pemegang hak cipta dengan membuat label musik palsu bernama LS Music. LS Music dilaporkan dibentuk antara tahun 2009 dan 2011, saat Melon dioperasikan oleh Loen Entertainment.

Sistem distribusi royalti asli pada tahun 2011 memberikan 46 persen dari total keuntungan kepada Melon, dengan 54 persen sisanya disalurkan ke pemegang hak cipta. Namun, Melon dilaporkan menggelapkan miliaran won (sekitar Rp11,9 miliar) royalti dari pemegang hak cipta dengan mendaftarkan LS Music sebagai bagian dari sistem distribusi royalti, di mana LS Music memperoleh sekitar 10 persen dari total keuntungan.

Artikel asli ditulis oleh S. Cho untuk Soompi dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: 4 platform layanan musik Korea Selatan, Genie Music, FLO, Bugs dan VIBE, mengecam tindakan penggelapan dana royalti oleh Melon. (Foto via Soompi)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Bitter Sweet Symphony

Royalti “Bitter Sweet Symphony" Akhirnya Balik ke Tangan Richard Ash...

"Bitter Sweet Symphony" timbulkan perselisihan hak cipta paling sengit dalam sejarah pop Inggris. Baca Juga: The Rolling Stones & Florence Welch Duet d

on May 24, 2019
Fortnite Bisa Dituntut Bayar Royalti Musik Populer

Fortnite Bisa Dituntut Bayar Royalti Musik Populer

“Sangat penting bagi kami memiliki tingkat permainan yang sama.” Beberapa musisi dilaporkan akan meluncurkan upaya untuk menggunakan undang-undang hak

on Apr 30, 2019
Spotify & Amazon Music Ajukan Banding Atas Putusan CBR!

Spotify & Amazon Music Ajukan Banding Atas Putusan CBR!

Perusahaan layanan pemutar ini mengajukan banding atas putusan dari Copyright Royalty Board Amerika Serikat.  Oleh: Elizabeth Aubrey. (NME) Spo

on Mar 11, 2019