×
×

Search in Mata Mata Musik

Nick Cave Tanggapi Dukungan Morrissey Untuk For Britain

Ketua band The Bad Seeds ini menanggapi surat yang dikirimkan penggemar yang menanyakan apakah mungkin memisahkan seni dari artisnya.

Baca Juga: Nick Cave ke Brian Eno: ‘Pemboikotan Budaya Israel Munafik & Memalukan’

Dukungan Morrissey terhadap For Britain—partai politik Inggris dengan pandangan sayap kanan yang ekstrem—menimbulkan percakapan di kalangan pecinta musik mengenai apakah keyakinan problematik seorang musisi harus memengaruhi warisan musik yang dia ciptakan.

Legenda musik asal Inggris lainnya, Billy Bragg, baru-baru ini mengatakan mantan vokalis The Smiths itu telah “mengkhianati” dan “menghancurkan hati” para penggemar The Smiths di seluruh dunia.

“The Smiths mengungkapkan rasa keterasingan banyak orang dengan masyarakat dan membantu mereka menemukan identitas mereka sendiri, dan dia [Morrissey] benar-benar menghancurkannya,” jelas Bragg.

Sementara itu, beberapa record store di Inggris, termasuk record store tertua di dunia, Spillers memutuskan untuk berhenti menjual musik Morrissey dan beberapa stasiun radio menolak memutarkan musiknya.

Namun, Nick Cave punya pandangan yang berbeda. Pentolan The Bad Seeds ini menanggapi surat yang dikirimkan penggemar yang menanyakan apakah mungkin memisahkan sosok artis yang sekarang dari karyanya sebelumnya? Lebih spesifiknya, “apa pendapatmu tentang Morrissey, baik di masa-masa awal maupun kepribadian barunya yang lebih jelek?”

Dalam hal ini, Cave menganut kepercayaan yang sama dengan yang dipercaya mantan teman satu band Morrissey di The Smiths, Johnny Marr; seni seharusnya tidak terikat secara intrinsik dengan seniman yang menciptakannya.

“Secara pribadi, ketika saya menulis lagu dan merilisnya ke publik, saya merasa lagu itu berhenti menjadi lagu saya,” jelas Cave. “Lagu itu sudah diberikan ke audiens saya dan mereka, jika mereka mau, mengambil kepemilikan lagu itu dan menjadi pemeliharanya. Integritas lagu itu sekarang bukan berada pada artisnya, tetapi pada pendengarnya.”

Cave melanjutkan,

“Ketika saya mendengar lagu yang disuka –‘On the Beach’ dari Neil Young, misalnya – saya merasa, dalam diri saya, lagu itu berbicara kepada saya dan saya saja, saya sudah mengambil kepemilikan lagu itu secara eksklusif. Saya merasa, di luar semua rasionalitas, lagu itu ditulis sambil memikirkan saya dan, di saat lagu itu terjalin sendiri ke dalam jalinan hidup saya, saya menjadi pelayannya, memahaminya lebih baik daripada yang bisa dilakukan orang lain. Saya pikir kita semua bisa memahami perasaan memiliki lagu ini. Inilah keindahan musik yang luar biasa.

Maka dari itu mungkin tidak masalah seperti apa perilaku pribadi Neil Young, atau Morrissey, karena mereka telah menyerahkan kepemilikan lagu-lagunya ke audiens mereka. Pandangan dan perilaku mereka adalah masalah yang terpisah – opini politik Morrissey menjadi tidak relevan. Apa pun kegilaan yang dia katakan, kita tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa dia telah menulis katalog musik yang luas dan luar biasa, yang telah meningkatkan kehidupan banyak penggemarnya sehingga tidak dapat dikenali lagi. Ini bukan hal kecil. Dia telah menciptakan karya-karya orisinal dan khas dengan keindahan yang tak tertandingi, yang akan bertahan lebih lama dari aliansi politiknya yang menyinggung.”

Baca Juga: Morrissey Rilis Album Cover Baru, California Son

Singkatnya, Cave percaya orang yang memboikot seni karena tindakan penciptanya hanya melakukan tindakan yang merugikan bagi diri mereka sendiri. “Saya menghormati dan memahami mengapa orang merespons dengan cara ini, tetapi saya tidak bisa tidak merasa itu adalah kerugian pribadi yang signifikan bagi mereka,” jelas Cave.

Menutup tanggapannya, Cave menyarakan para penggemar untuk “membiarkan Morrissey memiliki pandangannya, tantang pandangan itu kapan saja dan di mana saja, tetapi biarkan musiknya tetap hidup dengan mengingat bahwa kita semua adalah individu yang bertentangan – berantakan, catat dan rentan terhadap kegilaan. Kita harus berterima kasih pada Tuhan karena ada beberapa di antara kita yang menciptakan karya-karya yang keindahannya melampaui apa pun yang hampir tidak bisa kita bayangkan, bahkan ketika beberapa dari orang yang sama menjadi mangsa sistem kepercayaan yang regresif dan berbahaya.”

Keterangan Foto Utama: Nick Cave (Foto: Ellie Pritts) dan Morrissey (Foto: Philip Cosores)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Protes Pedas Dari Pussy Riot di Single Terbaru, "Black Snow"

Protes Pedas Dari Pussy Riot di Single Terbaru, "Black Snow"

Lagu baru ini khususnya ditujukan pada perusahaan pertambangan Nornickel dan kerusakan yang disebabkannya di Norilsk, Rusia. Karena pertandingan tidak diada

on Jul 11, 2019
Paul Banks Klarifikasi Komentar Soal Tur Mereka Bersama Morrissey

Paul Banks Klarifikasi Komentar Soal Tur Interpol Bareng Morrissey

Banks menyebut tur tersebut sebagai pertunjukan yang bagus untuk penggemar mereka dan tidak masalah untuk memiliki perbedaan pandangan dengan musisi yang beker

on Jul 3, 2019
Morrissey: “Semua Orang Akhirnya Lebih Memilih Ras Mereka Sendiri”

Morrissey: “Semua Orang Akhirnya Lebih Memilih Ras Mereka Sendiri”

Dia juga kembali menyuarakan dukungan untuk Anne Marie Waters, ketua partai anti-Islam For England. Sejak menyatakan dukungannya untuk partai anti-Islam For

on Jun 27, 2019
Johnny Marr & Bernard Sumner Reuni di Lagu “Get the Message”

Johnny Marr & Bernard Sumner Reuni Bawakan “Get the Message”

Personil New Order dan The Smiths ini bawakan kembali single mereka dari tahun 1991 Release Athens, Yunani. Baca Juga: Johnny Marr Terinspirasi dari Naughty

on Jun 20, 2019