×
×

Search in Mata Mata Musik

Nicki Minaj Putuskan Batal Tampil di Arab Saudi

Posted on: 07/10/19 at 5:25 pm

Sang rapper membatalkan penampilannya di Jeddah World Fest, menyatakan dukungannya terhadap wanita dan komunitas LGBT.

Nicki Minaj mundur dari lineup festival musik yang akan digelar di Arab Saudi dengan alasan ingin menunjukkan dukungannya terhadap hak-hak wanita, hak-hak homoseksual, dan kebebasan berekspresi.

“Setelah perenungan yang cermat, saya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan rencana saya menggelar konser di Jeddah World Fest. Meskipun saya sangat ingin membawa pertunjukan saya kepada para fans di Arab Saudi, setelah saya lebih mempelajari isu-isu yang ada, saya percaya penting bagi saya untuk memperjelas dukungan saya terhadap hak-hak wanita, komunitas LGBTQ dan kebebasan berekspresi,” kata Minaj dalam sebuah pernyataan kepada Associated Press hari Selasa (9/7) kemarin.

Minaj awalnya dijadwalkan menjadi penampil utama di Jeddah World Fest pada 18 Juli.

Di Arab Saudi, pemisahan gender antara pria dan wanita lajang masih diberlakukan di banyak restoran, kedai kopi, sekolah umum dan universitas, tetapi beberapa aturan lain sudah dilonggarkan, seperti diperbolehkannya wanita untuk mengendarai mobil dan menghadiri acara di stadion olahraga.

Jeddah World Fest, yang digelar berdasarkan hukum Saudi, adalah acara yang bebas alkohol dan narkoba, terbuka bagi warga berusia 16 tahun ke atas dan akan berlangsung di King Abdullah Sports Stadium di utara kota Jeddah. Artis-artis lain yang akan tampil di antaranya mantan personil One Direction Liam Payne dan DJ/produser Steve Aoki.

Minggu lalu, Human Rights Foundation mengeluarkan pernyataan yang menyerukan Minaj dan penampil lainnya untuk mundur dari festival. Pada Selasa kemarin, organisasi yang berbasis di New York itu memuji keputusan Minaj untuk tidak tampil di konser tersebut.

“Seperti inilah wujud kepemimpinan. Kami sangat berterima kasih kepada Nicki Minaj atas keputusannya yang menginspirasi dan bijaksana untuk menolak upaya terang-terangan rezim Saudi yang ingin menggunakannya sebagai bentuk publisitas,” kata Thor Halvorssen, presiden Human Rights Foundation. “Festival tanggal 18 Juli di Arab Saudi masih menampilkan Liam Payne sebagai penampil. Kami berharap dia mengikuti jejak Nicki Minaj. Sikap moral Minaj berbeda dari para penampil selebritas seperti J-Lo dan Mariah Carey, yang dulu pernah memilih untuk mempertebal kantong mereka dengan jutaan dolar dan mendukung pemerintah diktator ketimbang rakyat yang tertindas dan aktivis hak asasi manusia yang dipenjara.”

Dalam beberapa bulan terakhir, kerajaan Saudi telah menyaksikan penampilan dari Carey, Enrique Iglesias, Black Eyed Peas, Sean Paul, David Guetta dan Tiesto. Itu adalah perubahan besar mengingat polisi moral Saudi dulu sering menggerebek tempat yang memainkan musik keras.

Penyelenggara festival mengatakan Jeddah World Fest akan disiarkan secara global. Kerajaan Saudi juga menjanjikan visa elektronik cepat bagi pengunjung internasional yang ingin datang ke festival.

Saudi Arabia mengalami perubahan besar tahun lalu sebagai hasil dari upaya reformasi top-down Putra Mahkota Mohammed bin Salman, termasuk pembukaan bioskop pertama dan pencabutan larangan mengemudi bagi wanita.

Pada bulan Desember 2018, beberapa wanita yang tidak mengenakan jilbab datang ke acara balapan mobil Formula-E di mana ribuan pemuda Saudi dan ratusan pengunjung internasional berpesta sepanjang malam di acara konser. Situasi seperti itu dulu mungkin dianggap sebagai hal yang mustahil terjadi di negara kerajaan yang sangat konservatif ini, di mana polisi agama secara ketat menegakkan pemisahan gender dan memarahi wanita yang tidak menutupi kepala mereka.

Tetapi ada batasan keras (dan ambigu) dalam reformasi tersebut sebagaimana diungkapkan oleh pembunuhan brutal jurnalis Jamal Khashoggi oleh agen Saudi yang dekat dengan sang putra mahkota pada bulan Oktober 2018 dan laporan penyiksaan terhadap aktivis hak wanita yang berada dalam tahanan. Sementara arena untuk hiburan semakin melebar, ruang untuk keterlibatan politik dan perbedaan pendapat hampir menghilang.

Putra mahkota yang berusia 33 tahun itu, yang didukung oleh ayahnya, Raja Salman, memimpin suatu negara di mana dia sendiri yang menentukan kecepatan dan ruang lingkup perubahan.

Artikel asli ditulis oleh Associated Press untuk The Guardian dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: “Saya percaya penting bagi saya untuk memperjelas dukungan saya terhadap hak-hak wanita, komunitas LGBTQ dan kebebasan berekspresi,” kata Nicki Minaj. (Foto: Invision/AP/Richard Shotwell)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Cyndi Lauper Marilyn Manson

Cyndi Lauper Duet dengan Marilyn Manson, Henry Rollins di Konser Amal

Cyndi Lauper berduet dengan berbagai artis antara lain Marilyn Manson, Henry Rollins, Kesha dan Perry Farrell dalam konser amal tahunannya Home for the Holiday

on Dec 13, 2019
10 DJ

10 DJ yang Merangkap Sebagai Perancang Busana

Fesyen selalu memainkan peran penting dalam budaya musik elektronik. Sejak lahirnya musik dance, gaya selalu menjadi eksistensi dari kreativitas bagi artis mau

on Dec 12, 2019
Liam Payne

Liam Payne Ungkap Tidak Adanya Keharmonisan dalam One Direction

Dunia pertama kali mengenal sosok Liam Payne saat namanya melejit bersama Harry Styles, Niall Horan, Louis Tomlinson, dan Zayn Malik dalam grup One Direction p

on Dec 11, 2019
Liam Payne

Lagu Anyar Liam Payne Dituding Lecehkan Perempuan Biseksual

Liam Payne/ Getty Images Salah satu lagu dalam album perdana Liam Payne "LP1" bertajuk "Both Ways" menuai hujan kritik dari sejumlah kalangan. Usut punya us

on Dec 8, 2019