×
×

Search in Mata Mata Musik

Rolling Stone Akan Miliki Tangga Lagunya Sendiri!

Jay Penske membidik wilayah yang sudah dikuasai Billboard sejak tahun ’40-an. Tetapi apakah dunia musik siap untuk beralih?

Baca Juga: Rolling Stone Kritik Keras Album Terbaru Marshmello, Joytime II

Sejak Penske Media Corporation mengambil alih Rolling Stone dua tahun yang lalu, CEO Jay Penske terus menghidupkan kembali dan memodernisasi publikasi yang berumur 52 tahun itu—dan sekaligus memperkuat status ‘orang penting’-nya di media yang relatif di bawah radar.

Di bawah pengurusan Penske, edisi cetak disusun kembali sebagai produk bulanan, yang selama ini menampilkan artis dan influencer yang terasa lebih relevan bagi pembaca zaman sekarang daripada bagi kaum baby boomers. Rolling Stone juga berupaya kembali memantapkan posisinya sebagai destinasi liputan politik, dengan diperkuat setengah lusin wartawan politik, seorang kepala biro di Washington, dan Matt Taibbi yang kembali sebagai penulis staf penuh waktu.

Pada Januari lalu, Penske memperkuat posisinya dengan mengakuisisi 49 persen saham Rolling Stone yang belum dia miliki, setelah awalnya membeli saham mayoritas Jann Wenner seharga $50 juta di 2017.

Sekarang, Penske berniat menyaingi langsung salah satu saingan utama Rolling Stone dalam liputan musik. Pada Selasa minggu lalu, PMC mengumumkan pembuatan pesaing tangga lagu Billboard, yang telah menjadi otoritas andalan untuk memeringkat popularitas lagu dan album sejak debut mereka di 1940.

Rolling Stone kini akan menawarkan rangkaian tangga lagunya sendiri—termasuk 100 lagu teratas dan 200 album teratas—yang menurut PMC akan lebih efektif daripada daftar Billboard dalam tiga cara utama: daftar mereka akan diperbarui setiap hari, bukan setiap minggu; daftar mereka akan menggali lebih dalam data streaming; dan daftar mereka akan sepenuhnya transparan terkait metodologi pengukuran mereka.

Baca Juga: Mick Jagger Sakit, Rolling Stones Tunda Turnya!

Billboard mendapatkan datanya melalui kesepakatan eksklusif dengan Nielsen SoundScan, tetapi Rolling Stone akan menggunakan Alpha Data, startup analitik berusia tiga tahun yang sebelumnya dikenal sebagai BuzzAngle Music, yang telah membangun kekuasaan dalam industri musik sejak diluncurkan di 2016.

PMC berinvestasi di BuzzAngle tahun lalu dan memberikan dorongan yang signifikan dengan memasangkan layanan itu dengan Rolling Stone. “Rolling Stone adalah brand yang paling dikenal luas di ranah musik,” kata Penske melalui telepon dari Los Angeles pada Senin (8/5) lalu, “dan kami rasa itu harus digunakan dengan cara lain untuk membantu orang menemukan musik.”

Dengan demikian, PMC akan menerapkan standar emas zaman dulu, jadi ‘menjatuhkan’ daftar Billboard sebenarnya bukan taruhan yang pasti. Apa pun hasilnya, berita ini akan menarik bagi orang-orang di industri musik, yang cenderung meributkan posisi tangga lagu seperti orang-orang di industri TV/berita meributkan rating, atau penerbit yang meributkan traffic Web.

Mungkinkah ada kehebohan ketika ada lagu atau album No. 1 yang berbeda di tangga lagu Billboard versus Rolling Stone Charts? (Rolling Stone Charts akan diluncurkan pada 13 Mei 2019, dan Alpha Data akan terus menjual analitiknya ke label rekaman dan operasi B2B lainnya.)

Selain Rolling Stone, Penske melebarkan sayapnya dalam beberapa tahun terakhir dengan mengakuisisi publikasi seperti Variety, Women’s Wear Daily, dan Art Media Holdings milik Peter Brant. Tahun lalu, PMC memperoleh suntikan dana sebesar $200 juta dari Saudi Research and Marketing Group, yang juga memiliki usaha patungan dengan Bloomberg.

PMC adalah perusahaan yang menguntungkan dan punya lebih banyak dana daripada yang ada di tangan, menurut sumber terdekat data keuangannya, dan berencana melakukan lebih banyak akuisisi.

Keterangan Foto Utama: Pameran publikasi Rolling Stone. (Foto: Getty Images/Duane Prokop)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BTS Tembus Daftar Celebrity 100 Versi Forbes Tahun Ini!

BTS Tembus Daftar Celebrity 100 Versi Forbes Tahun Ini!

Map of the Soul: Persona, album studio terbaru Bangtan Boys, memuncak di No. 1 Billboard 200 AS dan menjadi album terlaris dalam sejarah Korea Selatan. Tayl

on Jul 16, 2019
Avicii Puncaki Dance Club Songs Chart Billboard dengan “SOS”

Avicii Puncaki Dance Club Songs Chart Billboard dengan “SOS”

“SOS” menjadi single ketujuhnya yang meraih peringkat teratas di kategori ini. Avicii kembali menghiasi posisi nomor satu tangga lagu Dance Club Songs B

on Jul 14, 2019
BTS Ukir Sejarah di Daftar Social 50 Billboard!

BTS Ukir Sejarah di Social 50 Billboard!

Bangtan Boys menduduki puncak daftar itu selama 100 minggu berturut-turut. BTS sukses mencatatkan rekor baru yang mengesankan di daftar Social 50 Billboard.

on Jun 13, 2019
Gagal Puncaki Tangga Lagu, DJ Khaled Akan Gugat Billboard Chart

Gagal Puncaki Tangga Lagu, DJ Khaled Gugat Billboard Chart

Album baru Khaled kalah dari IGOR (album Tyler, The Creator) sebanyak 30.000 salinan. DJ Khaled dilaporkan menggugat Billboard Chart setelah album barunya,

on Jun 11, 2019